Dok. Rodame MN

Dok. Rodame MN

Bayangkan apa yang terjadi jika listrik tidak ada. Tidak bisa makan, tidak bisa minum, tidak bisa mandi, tidak bisa mencuci pakaian, tidak bisa tidur, tidak bisa menulis, tidak bisa bergerak. Bisa dipastikan hampir semua kegiatan kita terhenti. Terhenti pulalah roda perekonomian dimana kini semua pekerjaan dan industri bergantung pada listrik. Sebuah dampak besar dan signifikan yang mempengaruhi kehidupan kita secara menyeluruh. Cahaya listrik adalah harapan. Itulah sebabnya jika tidak ada listrik, harapan pun ikut tenggelam bersama kegelapan. Harapan untuk sehat, harapan untuk sukses, harapan untuk maju dan harapan-harapan lainnya.

Steve King menyebutkan kunci dari keberhasilan pemanfaatan listrik terletak pada konstitusi dimana konstitusi harus berada pada tempatnya dengan begitu peraturan dan hukum pun berada pada tempatnya sehingga mendatangkan modal untuk mengembangkan listrik yang merata.

Pada tahun 2012 saja, setidaknya terdapat 30 % rakyat di nusantara hidup tanpa listrik. Sementara itu tahun 2013 disebutkan jutaan rakyat Indonesia masih belum menikmati buah kemerdekaan dalam bentuk cahaya listrik. Fakta-fakta tersebut menjadi pekerjaan rumah terpenting bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai satu-satunya perusahaan BUMN yang bertanggungjawab terhadap ketersediaan listrik di negara yang kita cintai ini, Indonesia. Apakah ada yang salah dengan konstitusi kita? atau pelaksana dari konstitusi yang salah?

Menuju Hari Listrik Nasional ke 69 yang jatuh pada 27 Oktober 2014 ini, sebagai warga negara yang peduli akan masa depan Indonesia, kita wajib berpartisipasi untuk mengembangkan listrik di Indonesia. Saling menyalahkan bukan solusi dari permasalahan listrik yang ada saat ini. Sementara PLN terus membenahi diri, kita pun wajib ikut membantu dengan memberikan masukan termasuk ide pengembangan atau perbaikan listrik di Indonesia. Adapun ide dari saya pribadi adalah inovasi dalam berbagai aspek dari hulu ke hilir, di dalam maupun luar tubuh PLN, diantaranya meliputi :

1-a

Idenya : mengubah slogan Electricity for a Better Life menjadi Enabling Life Empowering Indonesia

Menurut saya, PLN bukan sekedar berbicara masalah listrik semata. Makna yang sebenarnya adalah bagaimana PLN menghidupkan kehidupan seluruh rakyat sehingga secara langsung dapat memberdayakan Indonesia dengan memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam), menggali potensi yang dimiliki Indonesia sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat agar sejahtera di seluruh Indonesia tanpa terkecuali.

Listrik adalah sumber energi, harapan bangsa Indonesia. Kebutuhan terhadap energi tersebut tidak tergantikan, itulah sebabnya PLN menjadi sumber energi Indonesia dan segenap isinya (masyarakat, industri). Tujuan PLN bukan lagi sekedar memberikan kehidupan yang lebih baik karena definisi ‘better life‘ untuk setiap orang berbeda-beda. Seperti uang, seratus ribu rupiah bisa sangat besar untuk seseorang tetapi tidak berarti apa-apa untuk mereka yang berpenghasilan puluhan atau ratusan juta tiap bulannya. Nah, ‘better life‘ seperti apa yang ingin diberikan PLN kepada Indonesia dan seluruh rakyat?

Ibarat kendaraan yang tidak dapat berjalan tanpa bahan bakar, senjata yang tidak dapat berguna tanpa peluru, manusia yang tidak dapat hidup tanpa air maka demikian pula listrik adalah energi manusia dan industri untuk dapat menggerakan roda-roda kehidupan dan perekonomian bangsa.

2

Idenya : mengubah nama PLN (Perusahaan Listrik Negara)  menjadi Perusahaan Energi Nusantara

Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya bahwa PLN bukan sekedar penyedia listrik semata. PLN adalah perusahaan negara yang menjadi sumber energi dan harapan nusantara ini. Seluruh rakyat menggantungkan roda kehidupan dan perekonomian pada perusahaan tersebut. Oleh karena itu PLN sesungguhnya adalah Perusahaan Energi Nusantara. Energi jika dalam bahasa asing disebut ‘power‘ yang juga bermakna sebagai daya, kekuatan, kekuasaan dan tenaga dan seperti itulah PLN yang sebenarnya.

Menurut UUD 1945 pasal 33 :

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Dalam kenyataannya penggunaan nama PLN sebagai Perusahaan Listrik Negara telah benar-benar menjadi milik negara tanpa memperhatikan ayat 1 dan 3. Dimana asas kekeluargaan dipertanyakan dalam usaha tersebut, benarkah masyarakat benar-benar sudah merasa sesuai dengan asas tersebut mulai dari akses, biaya, pelayanan, pemerataan listrik di nusantara? lalu apakah listrik yang bersumber energi fosil tersebut sudah dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat? Oleh karena itu tanpa mengurangi maksud dari UUD 1945 pasal 33 tersebut, saya merasa listrik adalah energi nusantara yang berasal dari bumi nusantara untuk kemakmuran masyarakat di seluruh nusantara.

3

Sejalan dengan misi poin nomor 3 dari PLN yaitu ‘menjadi pusat informasi dan pengembangan perangkat enjiniring ketenagalistrikan‘ maka website sebagai sumber informasi terkini yang dapat diakses oleh pelanggan sudah seharusnya dioptimalkan fungsinya. Sejauh ini, saya merasakan website tersebut belum dikelola dengan maksimal sehingga banyak informasi terkait ketenagalistrikan belum tersampaikan kepada masyarakat umum. Informasi-informasi yang belum tersampaikan tersebut bisa menjadi pemicu ketidaktahuan masyarakat tentang permasalahan dan perkembangan listrik di Indonesia saat ini. Padahal jika website benar-benar sesuai fungsinya sebagai pusat informasi, saya sangat yakin pelanggan dan masyarakat luas semakin mengenali PLN sehingga tak mudah berburuk sangka maupun mempertanyakan kredibilitas PLN sebagai tempat bergantung seluruh masyarakat di penjuru nusantara terhadap kebutuhan listrik.

Informasi apapun termasuk di setiap PLN daerah agar memaksimalkan fungsi website-nya masing-masing, baik itu berupa informasi jumlah retribusi yang diperoleh dari masyarakat, dialokasikan kemana saja, sudah sejauh mana perkembangan listrik di daerah tersebut, inovasi apa yang sudah dilakukan, keluhan yang sudah ditanggapi dan berbagai informasi nyata di lapang dapat disampaikan kepada masyarakat dengan sejujur-jujurnya. Dengan informasi yang transparan dan akurat tentu masyarakat lebih mudah mengawasi jalannya dana retribusi tersebut. Jika ada yang salah, masyarakat dapat langsung mempertanyakan melalui website tersebut, adakan interaksi langsung dengan masyarakat melalui website.

Tampilan Awal Website PLN

Tampilan Awal Website PLN

Idenya : lebih modern, berenergi, lebih transparan informasi keuangan, lebih interaktif pada pelanggan

Sebagai pelanggan PLN yang hidup pada masa era teknologi dan informasi yang canggih sekarang ini. Saya menangkap kesan yang kurang baik dari website PLN. Sebenarnya apa tujuan awal dibangunnya website PLN? karena jika tujuannya adalah agar dikenal lebih dekat oleh seluruh masyarakat maka website tersebut masih terkesan tidak berenergi, tidak bernyawa, tidak bersemangat, tidak modern, tidak update. Jika saya boleh mengevaluasi website tersebut maka menurut beberapa riset terkait ‘website quality‘ terdapat setidaknya lima variabel penilaian untuk mengukur kualitas website PLN yaitu:

1. Usability : kemudahan membaca dan memahami informasi yang disediakan serta kemudahan mengoperasikan.

Dalam hal ini, saya menemukan ukuran font yang kecil dan sedikit kurang nyaman dibaca berlama-lama. Mengulik berbagai informasi menjadi kurang menarik dengan ukuran dan jenis font yang tidak ramah pada mata pembaca. Sebaiknya ukuran font diperbesar sedikit dan diganti dengan jenis font yang lebih menarik untuk memancing minat pembaca dalam menelusuri berbagai informasi yang disediakan di dalam website tersebut. Sementara itu untuk mengoperasikannya cenderung mudah karena tidak ditemukan tombol-tombol yang mengganggu ketika mengakses website tersebut.

2. Design : tampilan yang menarik

Saya menilai secara keseluruhan tampilan dari website PLN masih terkesan kurang enak dilihat. Pemilihan warna background maupun warna tombol lainnya tidak mencerminkan PLN sebagai sumber energi nusantara. Warna abu-abu yang dipilih cenderung buram sehingga tidak bersemangat dan tidak berenergi. Saya membayangkan ketika saya mengakses website PLN, maka yang tampil adalah sebuah kekuatan bangsa Indonesia dan ‘terang’nya Indonesia yang dapat dilihat melalui website PLN. Sayangnya keduanya belum saya dapati pada website PLN. Mungkin sebaiknya tampilan website diubah menjadi lebih mencerminkan kekuatan Indonesia yang sesungguhnya terutama dari segi warna sehingga saya dan pelanggan lainnya tertular dengan semangat dan kebahagiaan yang telah diciptakan oleh PLN.

3. Empathy : kemampuan memberi rasa empati melalui informasi yang diberikan

Saya melihat sebenarnya ada banyak hal positif yang sudah dilakukan oleh PLN selama ini melalui program CSR yang diwajibkan dalam Undang-Undang. Undang-Undang No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (Pasal 74) mewajibkan perusahaan di Indonesia untuk melakukan CSR dalam ayat 1 Undang Undang tersebut, disebutkan bahwa perseroan yang menjalankan usahanya di bidang dan atau berkaitan dengan sumberdaya alam, dikenai kewajiban untuk melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dan lingkungan. Sayangnya di website PLN semua berita baik tersebut tidak bisa saya rasakan karena cara menampilkannya kurang informatif, semua lebih kepada teks sementara itu menurut saya justru visualisasi gambar yang seharusnya lebih diperbanyak atau bisa menambahkan menu gallery untuk kumpulan kegiatan PLN.

4. Information : Kesesuaian, keakuratan dan relevansi informasi yang disampaikan

Website adalah cara yang paling mudah untuk pelanggan mengetahui kondisi ril dan kinerja dari sebuah perusahaan. Bagi saya melihat sebuah perusahaan bisa dinilai dari keseriusannya dalam mengelola website resmi miliknya. Jika mengelola website yang informasinya sangat banyak dan penting bagi perusahaan saja tidak mampu bagaimana akan mengelola listrik di seluruh nusantara ini. Keberhasilan inovasi tidak mungkin datang jika untuk hal-hal kecil saja masih dianggap sepele dan tidak penting. Pengarsipan seluruh data dan pengemasannya dalam bentuk informasi yang menarik masih belum tersaji di dalam website PLN. Mungkin sebaiknya diperbanyak infografis (informasi berupa grafis) sehingga menarik dan memudahkan pelanggan dalam memahami informasi yang tadinya terlihat rumit menjadi lebih sederhana.

Beberapa tombol pada menu website PLN masih tidak jelas fungsinya. Ada tombol menu yang dibuat lebih dari sekali padahal sebenarnya itu tidak begitu perlu yaitu menu ‘careers’ ada di bagian kanan atas tetapi ada juga di bagian kiri bawah.

Menu 'Careers' diulang 2 kali

Menu ‘Careers’ diulang 2 kali

Terdapat tombol menu ‘produk dan layanan’ pada bagian kiri bawah, yang ketika diklik tidak ada informasi apa-apa (isinya halaman kosong).

Halaman Kosong pada Menu 'Produk dan Layanan'

Halaman Kosong pada Menu ‘Produk dan Layanan’

Ada menu ‘download logo hln 69‘ di kiri atas tetapi ketika diklik tidak muncul logo seperti yang diharapkan. Justru yang muncul adalah seperti gambar di bawah ini :

Logo tidak ada

Logo tidak bisa di-download

Sementara itu tata letak beberapa menu termasuk tulisan ‘contact center 123‘ ketika mouse diarahkan ke tulisan tersebut seolah-olah bisa diklik namun ternyata tidak memberikan makna apa-apa hanya sekedar tulisan saja.

Tombol Contact Service Tidak Berfungsi

Tombol Contact Service Tidak Berfungsi

5. Trust : kepercayaan pelanggan pada informasi yang diberikan

Secara keseluruhan karena website memang resmi milik PLN maka orang akan percaya-percaya saja. Namun sebenarnya saya melihat karena tampilan masih kurang rapi dan enak dilihat mata terkadang saya merasa kurang yakin dengan isi dari website tersebut. Belum lagi menu ‘KIP’ itu membingungkan, harus diklik dulu agar tahu apa isi arti KIP. Mungkin sebaiknya diganti dengan menu ‘Informasi’ singkat, jelas dan mengena. Membangun kepercayaan pelanggan bisa juga dilakukan dengan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengelola website perusahaan. PLN dalam hal ini sudah seharusnya memperbaiki hal-hal yang mungkin dianggap kurang penting oleh pihak manajemen namun kurang nyaman bagi pembaca maupun pelanggan di seluruh nusantara. Saat ini sangat memungkinkan membuat fitur ‘chat online‘ di website PLN, sehingga pelanggan dapat dengan mudah dan berkomunikasi directly kepada pihak PLN melalui customer service jika memang terjadi sesuatu juga untuk menyampaikan keluhan.

4

39PLN

Idenya : logo lebih kuat dan berenergi, simpel tapi modern. Sementara dari segi warna, sebaiknya dipilih yang lebih menunjukkan energi seperti dominan warna merah, orange, kuning. Atau bisa merujuk pada makna warna menurut creativebloq.com dan interiordesignipedia.com berikut ini :

Arti Warna pada Logo (Dok. creativebloq.com)

Arti Warna pada Logo (Dok. creativebloq.com)

Arti Warna (Dok. interiordesignipedia.com)

Arti Warna (Dok. interiordesignipedia.com)

5Idenya : KEA (Komunikasi Edukasi Apresiasi)

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk masyarakat adalah :

  • Mengedukasi masyarakat untuk melakukan budaya mematikan lampu saat tidur. Selain mematikan lampu saat tidur sangat baik untuk kesehatan juga dapat menghemat penggunaan tenaga listrik. Bayangkan jika seluruh masyarakat memiliki budaya tersebut betapa besarnya penghematan yang bisa dilakukan sekaligus juga menyehatkan masyarakat Indonesia.
  • Mengedukasi masyarakat untuk menggunakan barang-barang elektronik yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Selain dapat membantu masyarakat mengurangi beban pembayaran listrik setiap bulannya juga sekaligus menjaga bumi untuk turut mengurangi efek rumah kaca.
  • Melindungi masyarakat yang ada di sekitar menara, tiang pembangkit listrik atau transmisi listrik agar terhindari dari segala risiko yang mungkin membahayakan bahkan bisa menyebabkan kematian. Selama ini batasnya hanya sebatas tanah kosong, terkadang ada juga yang berpagar tetapi cenderung bisa dilompati dan dipanjat terutama oleh anak-anak. Mungkin sebaiknya dibatasi dengan tembok tinggi yang kokoh di sekelilingnya lalu diberi tanda ‘Berbahaya atau Danger’ di sekelilingnya agar dihindari oleh masyarakat. Selain itu perlu sosialisasi kepada masyarakat agar memahami betapa berbahayanya melintasi batasan tersebut.
  • Melakukan gathering rutin setiap tahunnya baik di pusat maupun di daerah dengan mengundang perwakilan daerah seperti tokoh masyarakat, aparat daerah, mahasiswa, pelajar, wirausahawan bahkan ibu rumah tangga. Tujuannya adalah mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga masyarakat tidak hanya sekedar ‘tahu pakai listrik’ saja tetapi juga memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing untuk dapat saling tolong-menolong, bahu-membahu menjadikan listrik sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga bersama-sama.
  • Memberikan apresiasi tahunan bagi karyawan perusahaan yang memiliki kinerja baik, memberikan penghargaan bagi masyarakat yang berperan positif dalam memanfaatkan listrik (inovasi dan edukasi), memberikan penghargaan bagi perusahaan yang ada di Indonesia yang telah berinovasi dan turut melakukan upaya hemat listrik.
  • Melakukan kunjungan rutin secara acak ke beberapa kampus dan sekolah-sekolah sehingga mahasiswa, remaja dan anak-anak memahami penggunaan listrik yang benar, tugas dan perannya sebagai generasi muda dalam menjaga listrik. Bagaimanapun edukasi dini pada anak sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar  semakin bijak menggunakan listrik.
  • Menerbitkan buku panduan atau jurnal bulanan terkait informasi dan wawasan tentang ketenagalistrikan. Kemudian menyebarkannya di website, disampaikan ke kantor-kantor pusat dan daerah, perpustakaan umum dan sekolah-sekolah sehingga masyarakat memahami betul kondisi listrik di Indonesia dan dapat berperan serta dalam memperbaiki kekurangan atau kelemahan ketenagalistrikan yang ada.
  • Melakukan Lomba Inovasi Tahunan Ketenagalistrikan (LITK) setingkat SMA atau perguruan tinggi sehingga PLN dapat sekaligus menerima masukan yang positif dari generasi muda yang cerdas dalam usaha pengembangan listrik di Indonesia. Lalu memberikan hadiah berupa beasiswa pendidikan terkait bidang ketenagalistrikan pada yang berhasil memenangkan lomba tersebut, agar kelak mereka tumbuh menjadi inovator ketenagalistrikan di Indonesia yang membangun Indonesia semakin baik.
  • Mengajak sebanyak dan se-intens mungkin para blogger di nusantara dalam bertukar pikiran dan ide sehingga berbagai macam kegiatan dan gerakan PLN dapat terus disebarkan oleh para blogger. Media blog kini punya peranan penting dalam membantu perusahaan dalam menyebarkan informasi. Demikian juga dengan PLN, dengan menggandeng blogger di seluruh nusantara dan membuat sebuah komunitas agar memudahkan koordinasi penyebaran informasi dan berita seputar listrik. Komunitas tersebut bernama Blogger Peduli Listrik (BloggerTrik).

6

Idenya : memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia untuk mengurangi penggunaan energi fosil sebagai bahan dasar utama listrik negara.

Sebuah informasi menyebutkan bahwa Indonesia masih kekurangan pasokan listrik. Indonesia membutuhkan penambahan pasokan listrik sebesar 5000 MW (MegaWatt) setiap tahunnya. Sementara hingga kini yang baru terpenuhi baru sekitar 60-70 % dari 5000 MW tersebut. Hal tersebut disebut-sebut penyebab mengapa listrik sering padam.  Masalah lainnya adalah membangun pembangkit listrik dan transmisi sekarang ini dikatakan tidak mudah karena berbagai kendala di lapangan terkait lahan, perizinan di daerah, pendanaan dan lain-lain. Oleh karena itu inovasi energi bukan dalam bentuk pembangunan pembangkit listrik dan transmisi mungkin bisa diganti dengan solar panel juga dengan pemanfaatan panas bumi (geothermal energy) karena tidak memakai lahan luas. Masyarakat membeli dan menggunakan jasa PLN dalam pemasangan solar panel dan geothermal energy dan maintenance secara berkala.

Kiri (Dok. hope-project.org) dan Kanan (Dok. mills-inc.com)

Kiri (Dok. hope-project.org) dan Kanan (Dok. mills-inc.com)

7

Idenya : membuat aplikasi mobile dan alat penyimpan energi portable dan wireless

  • Membuat aplikasi mobile dalam melakukan pembayaran, mengecek meteran listrik, mengisi token listrik pintar juga sebagai alarm  pengingat tagihan listrik. Aplikasi tersebut dapat diunduh di google play store maupun apple store melalui smartphone dan tablet. Aplikasi tersebut tidak berbayar alias gratis sehingga tidak memberatkan pelanggan. Aplikasi tersebut juga dapat memungkinkan pelanggan dalam berinteraksi dengan customer service PLN terutama dalam hal penyampaian keluhan atau pelaporan.
  • Membuat alat penyimpan tenaga listrik yang portable sehingga tidak membutuhkan kabel saat akan menggunakan listrik dimanapun. Alat penyimpan tenaga listrik tersebut bentuknya seperti modem dapat menyebarkan listrik dengan jangkauan tertentu. Jika alat itu mampu dibuat dan diperbanyak akan sekaligus menghemat penyambungan listrik dengan tiang dan kabel. Penghematan tersebut tentu akan mempengaruhi biaya operasional. Pelanggan yang ingin memiliki alat tersebut diharuskan membeli dan mengisi ulang tenaga listrik sesuai dengan daya yang diinginkan ke PLN. Istilahnya mungkin wireless electricity atau portable power.

8

Innovation has nothing to do with how many R & D dollars you have. When Apple came up with the Mac, IBM was spending at least 100 times more on R & D. It’s not about money. It’s about the people you have, how you’re led, and how much you get it.
– Steve Jobs

Sesuai dengan misi dari PLN sendiri dalam poin nomor 2 yaitu : mempersiapkan SDM yang kompeten di bidang enjiniring ketenagalistrikan juga seiring dengan pesan dari Steve Jobs diatas, maka ada 2 hal yang saya garis bawahi dalam inovasi SDM yaitu :

1. Ide untuk karyawan : Dalam kondisi saat ini, inovasi SDM sudah menjadi keharusan yang tidak boleh diabaikan. Bahkan Steve Jobs menyebutkan inovasi bukan tentang uang melainkan SDM-nya. Jadi seberapa hebatnya pun R&D yang dilakukan perusahaan tanpa beriringan dengan kemampuan SDM maka inovasi bukanlah apa-apa. Diperlukan penciptaan budaya inovasi (Innovation Culture) di perusahaan. Bagaimana setiap orang di dalam perusahaan diminta untuk melakukan inovasi setiap hari, belajar dari kesalahan hari ini, menemukan cara untuk memperbaikinya dan begitu seterusnya tanpa henti. Sebut saja hari ini ada ada 10 keluhan dari pelanggan, maka setiap karyawan harus menemukan cara agar keluhan tersebut tidak terulang di keesokan harinya. Jika saja setiap hari ada 10 perbaikan hasil inovasi karyawan maka bisa dihitung berapa banyak perbaikan yang akan terjadi di tubuh PLN dalam 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun dan seterusnya. Keluhan dan masalah bukan untuk ditumpuk-tumpuk yang justru menjadi utang bagi PLN.

Dengan budaya inovasi di perusahaan yang diaplikasikan terus-menerus maka perusahaan telah maju selangkah demi selangkah. Menjadi perusahaan penyedia listrik di Indonesia bukanlah perkara kecil, 200 juta lebih penduduk Indonesia bergantung pada PLN. Artinya PLN punya tanggungjawab yang besar untuk menghidupkan kehidupan pada 200 juta lebih penduduk Indonesia. Innovation Culture (Budaya Inovasi) di PLN sudah menjadi keharusan bukan lagi sebuah pilihan.

2. Ide untuk pimpinanInnovation Culture hanya bisa terwujud jika didukung oleh pimpinan yang cinta inovasi. Lagi-lagi pimpinan punya andil besar dalam suksesnya inovasi di perusahaan. John C. Maxwell menyebutkan bahwa seorang pemimpin adalah seseorang yang ‘mengetahui, bergerak dan menunjukkan’ jalan. Artinya jika pimpinan menuntut karyawan untuk bekerja dengan baik maka demikian pula pimpinan harus memberikan contoh bagaimana bekerja yang baik itu, bukan sekedar diam dan hanya melihat-lihat saja.

Indonesia masih menganut sistem atasan dan bawahan, itulah sebabnya terdapat jarak dan perbedaan yang memicu ketakutan karyawan terhadap pimpinan. Padahal seharusnya di dalam perusahaan semuanya adalah sama, dalam arti sama-sama bekerja sehingga apapun jabatan di perusahaan tidak boleh menjadi jurang pemisah antara yang satu dengan yang lain justru seharusnya menjadi penguat. Karyawan membutuhkan perusahaan dan pimpinan, begitu juga pimpinan membutuhkan karyawan dan perusahaan. Saling membutuhkan sehingga konsep dasar team work dan partnership di PLN harus dibangun dengan kuat.

9

Idenya : Bekerjasama dengan pemerintah daerah hingga ke kelurahan dan desa-desa, dimana setiap desa dibentuk agen peduli PLN.

Agen Peduli PLN (APP) ini selanjutnya dapat menjadi perpanjangan tangan dari PLN pusat untuk melaporkan setiap aksi nakal dari oknum tertentu, kerusakan kabel atau sambungan listrik juga sebagai informan jika akan terjadi pemadaman listrik. APP bisa diangkat dari tokoh masyarakat yang dekat dan dipercaya oleh masyarakat, diberikan penghargaan berupa kebebasan membayar tagihan listrik, apresiasi berupa sertifikat/piagam serta diundang ke acara gathering PLN tiap tahunnya. Namun harus tanggungjawab penuh sebagai informan PLN dalam berbagai hal dan siap melakukan tugas dengan penuh tanggungjawab. Adanya APP akan membantu kerja PLN dalam peremajaan tiang dan kabel listrik melalui hasil pengecekan rutin setiap bulannya di wilayah kerja masing-masing APP. PLN pusat tidak perlu turun langsung ke lapangan, PLN daerah cukup berkoordinasi dengan APP di masing-masing wilayah sehingga dapat mempercepat penanganan keluhan atau permasalahan yang ada.

10Idenya : saling tolong-menolong, gotong-royong

  • Industri-industri di Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis perusahaan dimana diwajibkan melakukan CSR dapat diberikan kebijakan dari pemerintah agar sebagian dari dana untuk CSR tersebut diberikan kepada PLN untuk dipergunakan dalam penerangan jalan dan desa-desa di nusantara yang belum terjamah aliran listrik. Meskipun hanya sekitar 1 % dari dana CSR namun jika dikalikan dengan banyaknya perusahaan maka jumlah tersebut cukup untuk membantu terpenuhinya listrik di seluruh nusantara secara merata.
  • Setiap daerah berswadaya dalam membangun penerangan di jalan-jalan, agar tidak membebani anggaran daerah. kasus listrik padam di Pekanbaru dimana tunggakan listrik daerah mencapai 30 M lebih tentu harus menjadi pelajaran untuk kita semua agar PLN tidak dibebani dengan tunggakan daerah, setiap daerah harus bertanggungjawab terhadap listrik yang digunakannya sendiri setidaknya untuk penerangan umum di jalan-jalan.
  • Menolong sesama yang belum mendapatkan listrik dengan subsidi silang. Seperti sistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) ‘yang mampu membantu yang kurang mampu’. Berbagi Listrik untuk Sesama (BLS) dapat kita wujudkan asalkan kita berniat saling tolong-menolong. Saudara-saudara kita yang jauh dari cahaya listrik mari kita bantu dengan BLS tersebut.

Sekarang ini sudah saatnya masyarakat partisipatif bukan hanya sekedar diam dan menunggu saja. Listrik ini untuk kita bersama, kita membutuhkannya demikian pula dalam pengembangannya kita juga yang harus mencarikan solusi bersama-sama. Masalah yang ada di PLN adalah masalah kita bersama, karenanya membantu menemukan solusi adalah kewajiban kita bersama.

Di Hari Listrik Nasional yang ke-69 ini, yuk kita sama-sama besarkan listrik dengan kebesaran hati kita. Bergotong-royong kita membangun listrik yang lebih baik, ramah lingkungan dan merata di seluruh nusantara.

Sumber Referensi :

  • Bila Dua Gajah Bertempur Listrik yang Mati. [Internet] : diakses 16 Oktober 2014. Tersedia pada http://www.pln.co.id/blog/bila-dua-gajah-bertempur-listrik-yang-mati/
  • WebQual.[Internet] : diakses 16 Oktober 2014. Tersedia pada http://www.webqual.co.uk/
  • Mati Listrik Bakal Makin Sering Ini Penyebabnya. [Internet] : diakses 16 Oktober 2014. Tersedia pada http://finance.detik.com/read/2014/05/13/153825/2581395/1034/mati-listrik-bakal-makin-sering-ini-penyebabnya
  • 30% rakyat Indonesia tanpa listrik. [Internet] : diakses 16 Oktober 2014. Tersedia pada http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=256188:30-rakyat-indonesia-tanpa-listrik&catid=59:kriminal-a-hukum&Itemid=91
  • Jutaan rakyat Indonesia belum menikmati listrik. [Internet] : diakses 16 Oktober 2014. Tersedia pada http://daerah.sindonews.com/read/798480/29/jutaan-rakyat-indonesia-belum-menikmati-listrik

 bannerpln