Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah mengulas tentang penggunaan hormon tertentu pada sapi untuk memperbanyak jumlah susu yang dihasilkan oleh si sapi. Itu kejadiannya di Amerika Serikat dan menurut informasi yang saya baca itu, masih terjadi hingga sekarang. Nah loh? kalau beberapa negara seperti Kanada juga negara-negara di Eropa melarang keras penggunaan hormon tersebut, AS malah belum melarangnya. Nama hormonnya adalah Riboflavin Growth Hormone. Silakan dicari-cari lagi informasi tentang hormon tersebut. Yang jelas cukup banyak kontroversinya, bahkan ada juga riset yang menyebutkan bahwa susu sapi yang tubuhnya disuntik dengan hormon tersebut dapat menyebabkan kanker payudara, perempuan yang pra menopause sangat berisiko terkena kanker payudara tersebut. Juga beberapa penelitian tentang kanker lainnya yang diduga dipengaruhi oleh hormon yang disuntikkan pada sapi yang diternakkan di AS. Sementara Dr. Axe di website pribadinya menyebutkannya dengan istilah ‘toxin transfer‘ dari sapi ke manusia melalui susu sapi yang dikonsumsi itu. Mengerikan!

Kalau menurut saya, logikanya gini aja, sederhana, sesuatu yang namanya dipaksakan itu pasti tidak baik hasilnya. Menjadi tidak sesuai dengan bagaimana alamiahnya sapi bertumbuh dan menghasilkan susu. Apalagi jika yang disuntikkan itu adalah zat kimia.

So, inilah 5 alasan kenapa harus minum susu kambing yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan kita semua dalam hal konsumsi susu.

1. Indonesia mengimpor susu sapi dari AS

Menurut data dari BPS, lima negara pemasok terbesar susu sapi ke Indonesia adalah Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, Belgia, dan Kanada. AS adalah pengimpor tertinggi di antara negara lainnya dengan realisasi sebesar US$ 16,37 juta dan berat 3,80 juta kg pada Januari 2014 tahun lalu. Ingat di AS, penggunaan Riboflavin Growth Hormone tidak dilarang untuk digunakan, jadi sudah taukan risikonya seperti apa kalau konsumsi susu sapi asal AS.

2. Susu kambing memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik 

Sampai sekarang masih banyak yang bertanya-tanya lebih baik susu kambing atau susu sapi, meskipun sudah banyak sekali fakta yang disampaikan bahkan melalui hasil riset di berbagai universitas maupun lembaga riset di Indonesia juga dunia, tetapi menerimanya dan menjadikannya sebagai pengganti susu sapi belum juga terlaksana dengan baik. Masih banyak yang meragukan susu kambing yang jelas-jelas nutrisinya memang jauh lebih unggul daripada susu sapi. Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh Harden dan Hepburn (2011) di UK saat ini sedikit yang minum susu kambing tetapi terus meningkat jumlahnya. Artinya apa? pasar susu kambing sebenarnya sangat besar, terbuka lebar dan sangat prospektif. Kenapa? orang makin kesini makin paham betapa banyaknya manfaat dan keunggulan dari susu kambing untuk kesehatan. Jangan sampai kita di Indonesia yang berpotensi jadi leader produsen susu kambing malah ketinggalan, di UK saja orang mulai beralih, masa kita yang ada di surganya susu kambing malah meninggalkan susu kambing. Hehe, ya kan?

3. Susu kambing memiliki banyak manfaat 

Kemarin ada teman yang bertanya kepada saya, bagaimana jika dibandingkan dengan susu kedelai. Nah, ini menarik juga buat dibahas. Jelas sekali bahwa susu kambing secara natural lebih banyak mengandung kalsium, potassium (mineral), fosfor dan vitamin A dibandingkan susu kedelai. Kalau dibandingkan dengan susu sapi, pada susu kambing ada 6 dari 10 asam amino esensial yang jumlahnya lebih banyak dari susu sapi.

Pernah ada sebuah penelitian di Madagaskar, waktu itu si peneliti memberi perlakuan yang berbeda pada 30 orang yang kurang gizi termasuk anak-anak yang kelaparan. Perlakuannya adalah secara acak mereka dipilih mana yang diberi susu kambing mana yang diberi susu sapi. Lalu apa yang terjadi? Mereka yang diberi susu kambing mengalami peningkatan berat badan secara signifikan dibandingkan yang mereka yang diberi minum susu sapi. Kenapa? karena susu kambing lebih mudah diserap oleh tubuh (karena kandungan lemak (fat) yang lebih kecil) dibandingkan dengan susu sapi. Selain itu susu kambing mampu meningkatkan kalsium, metabolisme fosfor, zinc (seng) dan menyediakan iron (besi) secara biologi di dalam tubuh mereka yang terserang anemia.

Ibu hamil yang biasanya mengkonsumsi obat yang mengandung zat besi sepertinya juga bisa beralih minum susu kambing. Dulu saya waktu hamil pertama juga minum obat semacam itu, tapi karena sekarang sudah tau manfaat susu kambing, sepertinya kalau hamil lagi saya akan milih minum susu kambing saja daripada obat kimia itu. Ada begitu banyak manfaat susu kambing bagi kesehatan.

4. Susu kambing bersifat hypoallergenic

Mungkin banyak yang sudah kenal dengan istilah alergi susu sapi, banyak yang mengalaminya termasuk bayi yang baru lahir. Ketika Rumah Sakit memberi susu formula yang notabene adalah susu sapi, sang bayi mulai terlihat gatal-gatal, bintik merah pada tubuhnya bahkan ada yang muntah lalu diare yang ternyata sang bayi alergi susu sapi.

Saya pernah mendengar cerita seorang bapak tentang putrinya yang baru saja melahirkan, cucu si bapak ternyata menolak susu formula yang diberikan, sang cucu langsung muntah-muntah dan berat badannya drastis menurun. Setelah dipastikan oleh dokter ternyata alergi susu sapi. Lalu dokter dan pihak rumah sakit memberikan susu tertentu yang entah apa namanya, seharga 400rb satu kaleng kecil yang tidak sampai seminggu sudah habis. Sang cucu gemuk lagi. Bayangkan betapa mahalnya susu merek X yang dibeli dari rumah sakit itu. Karena percaya dengan saran dokter mereka terus menerus membeli susu tersebut.

Apa yang menarik dari cerita nyata itu? ketika kita tidak tau maka akan mudah bagi siapapun memberi mempengaruhi pikiran kita. Waktu itu saya belum tau tentang dasyatnya susu kambing ini yang ternyata nutrisinya pun paling mendekati ASI. Jadi dulu saya tak bisa menyarankan agar minum susu kambing, tapi sekarang saya ingin bilang ke semuanya, bahwa susu kambing sudah terbukti hypoallergenic artinya tidak menimbulkan alergi apapun.  Sementara itu, ada 20 protein di dalam susu sapi yang bisa memicu alergi yang terkenal dan cukup umum adalah lactoglobulin dan caesin. Nah, pada susu kambing pun ada tapi caesin-nya lebih sedikit dibandingkan susu sapi. Caesin pada susu kambing hampir sama dengan caesin pada ASI. Ini pun sudah dibuktikan oleh banyak peneliti dimana-mana luar maupun dalam negeri.

5. Susu kambing rendah kolesterol

Anda sedang diet? atau tidak boleh minum atau makan sesuatu yang mengandung kolesterol tinggi? mungkin ini adalah jawaban atas semua pertanyaan itu. Orang yang minum susu sapi lebih mudah mudah terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang yang minum susu kambing. Di dalam tubuh kolesterol harus dijaga, tidak boleh tinggi karena akan menimbulkan banyak penyakit. Susu kambing memiliki kolesterol yang rendah dibandingkan susu sapi itulah sebabnya susu kambing lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Demikianlah, hasil kajian sederhana saya dari berbagai informasi dan jurnal penelitian dari internet. Semoga semakin memberi rasa penasaran untuk mencoba beralih ke susu kambing. Selain itu semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Tulisan ini juga berisi opini dan pandangan saya pribadi, karenanya semua saya kembalikan ke masing-masing pembaca untuk mencari dan membuktikan segala manfaat dan keunggulan susu kambing itu sendiri. Terimakasih.

Salam sehat selalu.