Sering mengalami bibir kering? atau mungkin bingung kenapa bibir kering sering mendatangi anda?

Nah, saya mau cerita sedikit tentang bibir kering ini. Saya kurang tahu tepatnya mulai kapan, yang jelas kalau diingat-ingat lagi kejadian bibir kering itu cukup sering menimpa saya. Awalnya saya tidak menghiraukannya, karena cukup dengan membasahinya dengan ludah, kering pada bibir akan hilang. Memang benar hilang sebentar tapi lalu kering lagi dan begitu seterusnya.

Saya juga pernah berpikir, apa mungkin kurang konsumsi makanan yang mengandung vitamin E untuk kulit, atau vitaman C dan lain sebagainya. Saya sih belum pernah konsumsi suplemen seperti vitamin E tapi vitamin C lumayan sering, kalau sedang tidak ada buah di rumah dan harus berasa butuh vitamin C saya memang biasanya konsumsi suplemen tersebut di rumah. Tapi konsumsi saya batasi hanya benar-benar terpaksa karena tidak ada buah. Bagaimanapun mengkonsumsi suplemen yang berlebihan menurut saya kurang baik kecuali ada masalah kesehatan yang mengharuskan konsumsi suplemen terus-menerus.

Ada juga yang menyebutkan minum air putih yang banyak. Saya juga sudah melakukan itu ketika bibir saya kering tapi kemudian akan kering lagi dan begitu seterusnya. Yang ada saya bulak-balik ke kamar kecil. Hihi. Tapi begitulah, namanya juga usaha.

Kembali ke masalah si bibir kering yang menarik perhatian ini. Saya punya kebiasaan buruk terkait dengan bibir yang kering. Kebiasaan yang menurut saya buruk akibatnya. Entah kenapa saya senang sekali melakukan aksi saya yang satu ini. Secara sadar atau tidak sadar saya terus saja terpancing untuk melakukannya. Berita buruknya, kebiasaan ini ternyata sulit dilepaskan. Namun akhirnya saya bisa juga pelan-pelan menguranginya dari yang dulu intens banget sampai sekarang yang sudah cukup jarang melakukannya.

Pernah mendengar lip licking? Itu sih bahasa kerennya, kalau bahasa saya ‘ngopekin bibir’ maksudnya disini menarik-narik kulit bibir yang kering setelah dibasahi dengan ludah. Asli itu enak dan menyenangkan sekali melakukannya sampai lupa waktu eh bibir udah merah dan berdarah. Kacau ya! Buruk, buruk sekali. Ini adalah kebiasaan buruk yang sama sekali tidak boleh ditiru oleh siapapun.

Hal yang membuat saya kesal adalah saya sering melakukannya di depan anak saya yang masih batita. What?! Iya ini perasaan merasa bersalah terbesar saya pada dia. Saya telah melakukan kebiasaan buruk di depan anak dan guess what? dia ‘si peniru ulung’ telah diam-diam merekamnya dan mempraktekannya pada bibirnya. Dia jadi kurang nafsu makan, karena luka di bibir yang perih. Kesehatannya jadi ikut terganggu.

Mau nangis rasanya pas tahu dia ‘ngopekin bibir’ mungilnya itu. Saya sampai gak tega harus melihat bibir lembutnya luka karena meniru aksi emaknya yang kurang berhati-hati ini. Plis, buat bunda-bunda jangan lakukan lip licking di depan anak, lebih bagus lagi kalau berhenti lip licking. Selain bibir gak luka juga gak terlibat ngasi contoh buruk ke anak. Hiks!

Rahasia penyembuhan bibir kering kami berdua adalah ‘madu’. Selain madu aman jika termakan, madu terbukti cepat memulihkan bibir yang sempat luka karena dikopekin. Saya dan anak saya sudah membuktikan khasiatnya. Pokoknya kalau bibir kering, tangannya disembunyiin dulu, buru-buru ambil madu, olesin (sambil jilatin juga gak apa-apa, hihi), terus aja lakukan berulang-ulang, insyaallah bibirnya lembab lagi dan sehat lagi. Tapi saya sarankan tetap konsumsi buah dan air minum yang cukup ya.

Semoga bermanfaat dan stop lip licking sekarang juga!