Ada keunggulan menggunakan top level domain .net / .com yang bisa dirasakan dan dinikmati oleh sang blogger. Ini judulnya sok iyeh banget. Macam pakar aja! hehe. Iya sebenarnya ada banyak sekali blog yang enak dibaca tapi dari dulu sampe sekarang selalu milih-milih untuk urusan bacaan. Terkadang saya butuh referensi, pendapat, ulasan bahkan pengalaman dari blogger yang sudah pernah menggunakan sebuah produk atau jasa, kadang saya juga butuh informasi tentang sesuatu yang belum pernah saya coba tapi ingin saya lakukan/beli.

Hal pertama yang saya lakukan adalah membuka laptop atau mengakses smartphone dan membuka halaman mesin pencari andalan mbah gugel. Gak pake lama, ketik di kolom pencarian keyword-nya terus telusuri beberapa blog yang muncul di paling tidak 3 halaman teratas. Kalau mau belum nemu yang pas biasanya saya ganti keyword atau telusuri lagi sampe halaman berikutnya 5 atau 8 atau bahkan 10 (kalau iseng banget, kurang kerjaan).

Dan, saya pasti akan melihat blog-blog teratas yang sudah menggunakan top level domain cot com. Iya, serius! Saya entah kenapa tertarik dan penasaran membaca list blog-blog yang dot com di hasil pencarian mbah gugel itu. Kayak ada magnetnya. Itulah yang saya rasakan.

Baca dan tonton video saya di tulisan keunggulan menggunakan top level domain .com / .net ala mom blogger disini juga ya, semoga jadi makin greget migrasiin blog ke top level domain kayak saya. Hehe.

Jadi begini ya. Namanya saja udah top level domain, TOP artinya kelasnya beda donk ama yang second level domain. Dalam dunia blogging, kita gak cuma harus punya kemampuan baik dalam menulis. Menulis penting, penting banget justru karena “content is the king”. So true, but remember, ibarat masak, masakannya sih namanya udah keren, ‘iga bakar’, terus dimasak oleh tukang masak yang andal dan berpengalaman, enak donk pasti, trus tapi dijualnya entah dimana, lokasinya gak jelas bahkan sulit sekali dicarinya. Sayang kan? Gak ada yang tau kalau ada iga bakar yang enak karena tidak menemukan informasi tentang lokasi tempat makan itu.

Isi blog itu adalah sajian makanan itu. Blogger adalah tukang masak andal dan berpengalaman, isi blog itu adalah iga bakar. Terus kemudian dijualnya entah dimana (inilah blog, posisi menentukan prestasi), sayang banget kan? Kenapa? Karena mbah gugel akan memprioritaskan blog-blog yang benar, baik dan berkualitas di halaman pencarian teratas. Dalam hal ini, saya rasa mbah gugel juga gak ‘buta’, dia bisa lihat yang mana yang memberikan informasi yang tepat dan sesuai pencarian orang. Mbah gugel akan merekomendasikan tulisan blogger yang terpercaya dan sesuai keyword tadi di halaman teratas. Tentu saja, sebagai orang awam yang ingin mencari tau kebenaran informasi saya hanya akan memilih membaca blog-blog, sesuai rekomendasi mbah gugel.

Dulu sebelum migrasi ke top level domain, saya tetap bisa menghasilkan ‘sesuatu’ tapi effort-nya beda loh. Dulu saya mati-matian nulis kemudian share kemana-mana, kemudian menambahkan hasil jepretan dari kamera ponsel yang waktu itu kualitasnya masih low dan biasanya saya mendapatkan ‘sesuatu’ dari blog itu melalui lomba-lomba blog. Justru setelah beratus kali nulis dan menangnya bisa diitung jari. Alhamdulillah, tapi capeknya luar biasa, lelaaaah kadang malah jadi jenuh.

Sekarang? Effort-nya gak semati-matian dulu sebelum migrasi ke top level domain. Malah, tawaran yang datang bertubi-tubi. Bahkan penawarannya terbuka di sosmed. Dan, biar tau ya, di penawaran alias job untuk blogger itu, jelas tertulis syaratnya ‘TOP LEVEL DOMAIN’. What? Nah itu dia, meski gak ikutan lomba-lomba menulis di blog ampe gempor, eh masih banyak dilirik loh ama perusahaan untuk content placement di blog (meskipun memang kita juga harus bisa meningkatkan ranking blog kita, karena rata-rata penawaran itu seiring juga dengan ranking blog kita baik itu dilihat dari Alexa rank, DA maupun PA). Cihuy banget kan ya.

Soalnya kalo ketemu job content placement dengan nominal yang oke, kita sama sekali gak perlu nyari bahan dan muter otak, biasanya hanya menambah gambar yang sesuai yang tidak melanggar kode etik bahkan ada juga yang sudah disediakan gambarnya, tinggal publish tulisannya aja di blog kita (tentu ada syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai kesepakatan bersama –blogger dengan perusahaan/pemberi job). Effortless.

Berasa spesial. Itulah juga yang saya rasakan sejak migrasi ke top level domain dot com. Mbah gugel juga memperlakukan kita ‘baik’, tawaran datang darimana-mana (bahkan kadang blog kita direkomendasikan oleh sesama blogger juga). Nulis di blog yang dulu beban sekarang malah jadi lebih asik dan happy. Kadang-kadang kalau lagi lucky, sebulan bisa dapat content placement 5-8. Dulu mana pernah ngerasain kek begini. Itulah bedanya ngeblog dengan top level domain dot com. Biarkan dunia yang menemukanmu #bukaniklanyah.

Dan saya rasa masih banyak keunggulan menggunakan top level domain dot com lainnya yang sudah dirasakan oleh para mastah di dunia blogging. Mulai dari branding personal yang makin beken bak seleb blogger, kredibilitas meningkat, makin diperhitungkan sebagai blogger dan yang lainnya. Belum lagi kalau si blogger punya kemampuan desain grafis, bikin video, gambar, karikatur, jago motret aahhhh siap-siap aja bakal menambah pundi-pundi rezeki. Karena saya selalu yakin, blogger yang sudah menggunakan top level domain adalah blogger ‘sungguhan’ yang nulis bukan sekedar jadi tapi ‘berisi’.

Ya, kalau kamu aja mau menempatkan tulisanmu di tempat yang paling baik (top level domain), saya yakin orang pun akan memperlakukan tulisanmu dengan ‘baik’ bahkan ‘lebih baik’.