“mama, mau empong mama”, rengekan si sulung kepada saya. Artinya “mama, mau pinjam handphone mama”.

“hahh….”, jawab saya sambil mengantuk.

Beberapa hari ini saya memang kurang tidur. Maklumlah, kedua anak balita di rumah memang sedang aktif dan lucu-lucunya, gak pernah bisa diam, ruarrr biasa pokoknya. Saya sendiri terkadang sampai tertidur sendiri karena lelah menunggu dan mengajak mereka tidur. Si sulung Mikal adalah bayi digital. Iya, itu karena dia lahir di zaman yang sudah serba canggih dan serba teknologi. Mikal memang kami izinkan menggunakan handphone untuk dia menonton film kartun atau video yang pantas dilihat untuk seusianya.

anak dan teknologi-rodame-com

Mengenalkan Anak pada Teknologi (Dok. Rodame)

Jujur saya, di usianya yang 4 tahun ini, dia punya curiousity yang tinggi. Sangkin tingginya, dia pandai menirukan bahasa Inggris yang diucapkan balita seusianya. Bahkan dia sudah paham mengucapkan “goodbye”, “thank you” ,”get out”, “no”, “okay”, dan lain-lain. Hal itu terkadang membuat saya bangga juga meskipun memang saya terkagum-kagum dengan daya tangkap anak-anak zaman sekarang. Handphone saya yang biasa-biasa aja spesifikasinya itu ternyata bisa membantunya dalam mengucapkan bahasa asing seperti bahasa Inggris juga menirukan gerakan-gerakan di video yang dilihatnya, seperti menunjuk, menggambarkan sesuatu bahkan menari.

Saya jadi ingat baru-baru ini saya baca berita online tentang iphone 6 spesifikasi. Iphone 6 ini disebut-sebut tahan cipratan, air dan debu. Saya membayangkan bagaimana nasib handphone yang sering dipinjam Mikal untuk nonton itu ya, udah kena debu, kena air, kena cipratan lagi. Waduh, umur pakenya bisa ketebak kan? Karena penasaran saya coba searching dan menelusuri informasi dari situs resmi Apple, kemudian saya membaca spesifikasi Iphone 6 yang membuat saya tambah tercengang. Kapan saya punya Iphone 6 ya. Hahaha.

Suami saya pengguna Iphone juga, meski tergolong keluaran Apple yang lama dan tergolong jadul untuk ukuran Iphone, tapi saya puas sekali memakainya. Entah kenapa, saya menikmati sekali pakai Iphone. Apalagi anak saya, Mikal. Setiap dia nonton pake Iphone suami, lancar jaya! Sementara itu ketika pake handphone saya, lag dan bikin emosi jiwa. Padahal kalau dari segi memori (RAM) malahan tinggian RAM handphone saya loh ya. Koq bisa ya.

Gimana dengan layar sentuh Iphone? Iphone 6 sudah menggunakan layar retina HD dengan 3D touch dengan teknologi IPS dan Taptic Engine. Piksel domain-gandanya membuat sudut pandang menjadi luas. Lapisan layarnya sudah oleophobic anti sidik jari. Pernah kan, menyentuh layar handphone terus ada sidik jari kita menempel disitu. Nah, itu sepertinya gak akan terjadi di Iphone 6. Iphone 6 saat ini ada dua jenis Iphone 6s dan Iphone 6s Plus. Perbedaannya akan tampak jelas dari ukuran layarnya dimana yang Iphone 6s Plus itu tingginya 158,2 mm atau 6,23 inci sedangkan Iphone 6s hanya 138,3 mm atau 5,44 inci. Berarti ukurannya lebih besar yang Iphone 6s Plus ya. Tapi semua tergantung selera. Kalau anak saya sih kayaknya gak akan mempermasalahkan ukuran layar, karena yang penting ketika berselancar dan menonton video di Youtube jalannya lancar tanpa lag. Hehehe.

Ah, kenapa saya malah curhat. Iya begitulah, saya juga kepengen sekali punya handphone yang benar-benar smart dan bisa diandalkan. Iphone 6 spesifikasinya memang mumpuni dan saya sangat yakin akan memuaskan saya juga Mikal. Teknologi memang pisau bermata dua. Tapi saya sangat yakin, kalau handphone seperti Iphone 6 yang sudah menggunakan teknologi canggih akan lebih banyak manfaatnya termasuk meski harus dipinjamkan ke anak. Karena sebenarnya, teknologi bukan musuh. Sama seperti ‘masalah’, masalah itu harus dicintai bukan dijauhi. Kenapa? Karena terkadang ide kreatif muncul akibat sebuah ‘masalah’. Ya kan? Nah, teknologi juga harus dikenal, digunakan dan dijadikan teman agar kita bisa memanfaatkan dengan sebesar-besarnya. Apapun kalau dimanfaatkan dengan positif, saya yakin akan membuahkan hasil yang baik. Lihat bagaimana handphone dengan teknologi informasi meningkatkan kemampuan anak usia 4 tahun dalam berbahasa Inggris, padahal saya bisa dibilang tidak pernah secara ketat dan serius mengajarkannya tapi berkat handphone yang bisa memutar video anak-anak, Mikal bisa menghafal beberapa kata dalam bahasa Inggris dan saya ikut senang dan bahagia atas itu. Pokoknya, anak tetap harus dikontrol dan dijaga ketika menonton video dari handphone ya.

Biarkan anak-anak menikmati teknologi dan menjadi bagian dari kemajuan zaman. Mungkin kelak, dia akan tumbuh menjadi anak-anak kreatif bahkan ‘pencipta’ teknologi itu sendiri. Semoga.