anak diare setelah demamKesehatan anak itu sangat penting. Saya tidak tahu berapa banyak orangtua yang panik ketika anak tiba-tiba demam. Malam ini ketika saya tidur bersama anak saya, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang panas menempel pada tangan saya sampai-sampai saya terbangun. Saya langsung bangun dengan cepat, perlahan mencari termometer yang selalu saya siapkan untuk bisa mengecek suhu tubuh anak saya ketika demam datang. Benar anak saya ternyata demam. Jujur saja, pengalaman demam tinggi sudah dua kali dialami anak saya dan itu membuat saya lebih waspada apalagi kalau sampai harus ke rumah sakit.

Setelah semalaman, dia sulit tidur mungkin karena sudah merasa tubuhnya tidak nyaman makanya dia menjadi agak rewel malamnya. Saya pikir anak rewel ketika mau tidur malam itu biasa saja dan tidak terpikir bahwa dia kan demam ketika tidurnya pulas. Ketika diukur panas sudah lebih dari 38 derajat celsius. Dan ya tentu saja, karena anak saya memiliki kasus yang spesial setelah dua kali pernah mengalamin demam kejang, saya pun segera memberikan obat penurun panasnya yang diresepkan dokter ketika dia pernah rawat inap di rumah sakit sebelumnya.

Kenangan yang saya sendiri tidak ingin mengingatnya. Saya dan orangtua lainnya tentu saja ingin anak-anaknya sehat tanpa harus menyaksikan anak diinfus dan diberikan obat ketika sakit. Itu kejadian yang sangat menyedihkan bagi seorang ibu seperti saya. Setelah diberi penurun panas, dan sebelumnya tubuhnya dipijat dengan minyak bawang yang dicampur telon bayi. Dia tak sedikitpun ingin ditinggalkan. Saya berdoa sepanjang malam, mohon ampun kepada Tuhan mungkin ada yang salah dengan saya, apakah karena saya salah memberinya makanan, apakah karena dia kelelahan setelah saya bawa ke Jakarta hari sebelumnya, apakah saya kurang sabar menghadapinya dan banyak pertanyaan perasaan bersalah lainnya. Namun yang jelas, saya tidak ingin melihatnya kesakitan.

Setelah perlahan demam berangsur-angsur turun, dia kemudian mengalami diare, sekitar 5 kali lebih dia pup dan itu cair/encer jadi bisa dipastikan itu memang diare. Saya bersyukur demamnya sudah turun, tapi sekarang malah diare yang datang. Sejenak saya agak bingung. Bertanya dalam hati, apakah anak diare setelah demam itu normal?

Pada dasarnya anak demam pun disebut-sebut normal saja, karena katanya anak sedang melawan virus yang menjangkiti tubuhnya. Itu adalah wujud perlawanan dari tubuhnya terhadap suatu penyakit yang mungkin sedang menyerangnya. Ternyata diare pun demikian, ada yang menyebutkan bahwa diare juga cara tubuh anak mengeluarkan racun, perlawanan anak terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya bagi tubuhnya. Ternyata tubuh anak kita pun sudah dilatih sejak dini untuk bisa melawan segala penyakit yang mungkin datang menyerangnya termasuk dengan demam dan diare tadi.

 

Saya tidak memberikan obat diare pada anak saya, karena ibu saya yang juga seorang perawat juga ibu mertuanya saya memberi pesan bahwa anak akan diare setelah demam itu hal biasa, itu pertanda si anak sedang mengembalikan kondisi tubuhnya agar kembali pulih. Keesokan harinya, anakku stop diarenya tanpa diberi obat apa-apa. Hanya tetap masih dikontrol suhu tubuhnya. Perbanyak pemberian air putih karena anakku senang teh hangat yang tidak terlalu manis akhirnya kubuatkan dia teh hangat yang tidak terlalu manis dan dia berhasil meminum beberapa botol. Ketika diare yang terpenting juga adalah menjaga agar anak tidak sampai dehidrasi, pemberian air minum, susu atau teh juga baik karena akan mencegah dehidrasi. Selain itu, anakku tetap kuberikan makanan seperti biasa, namun kemarin ketika diare sayur distop dulu karena sayur mengandung serat yang bisa memperlancar pup. Jika terdapat darah pada pupnya sebaiknya diperiksa ke dokter karena bisa jadi anak terserang disentri.

Demikian, semoga informasi dan sharing ini membantu. Setiap anak punya gejala yang berbeda ketika sakit. Yang terpenting tetap waspada mengukur suhu tubuh ketika demam, siapkan air minumnya agar tidak dehidrasi ketika diare, untuk yang sudah pernah demam kejang siapkan juga stesolid di kulkas. Bagaimanapun, anak demam atau diare adalah wujud perlawanan tubuhnya terhadap virus atau penyakit. Mari bantu dia melawannya dengan siaga dan asupan makanan yang bergizi. Saya juga sama dengan bunda yang lainnya, sama-sama belajar menjadi ibu, sama-sama belajar menjaga kesehatan anak. Semangat 🙂