Bicara soal menyapih anak dari ASI memang sangat menarik ya. Banyak yang berpikir pokoknya anak harus berhenti ASI di usia 2 tahun, gak boleh lebih. Padahal lebih pun sebenarnya tidak masalah. Menurut kepercayaan saya, anak tidak boleh dipaksa berhenti dari ASI dengan cara-cara yang ekstrim maksudnya dipaksa tepat 2 tahun harus berhenti, malah dibolehkan melebihkannya jika sang anak belum mau atau belum siap berhenti di usia segitu. Memang benar 2 tahun adalah waktu yang pas untuk anak berhenti dari ASI tetapi menyusui anak lebih dari 2 tahun pun banyak manfaatnya.

Saya dulu sempat kuatir karena anak saya belum berhenti ASI di usianya yang sudah tepat 2 tahun. Tetapi setelah memahami menyapih dengan cinta akhirnya saya biarkan saja dengan berkeyakinan nanti juga akan ada waktunya untuk lepas total dari ASI. Ada begitu banyak pendapat orang-orang tentang memberikan ASI di usia lebih dari 2 tahun pada anak, tetapi kembali lagi kepada masing-masing. Bagi saya, toh ASI tetap yang terbaik, tidak dosa juga memberikan anak ASI meski lewat batas waktu 2 tahun, ya kan?

Soal cara menyapih anak ASI ini bikin saya geli. Saya memang waktu itu banyak bertanya, maklum masih pemula soal ini. Jadi apapun cara yang mereka sampaikan ya saya tampung dan dengarkan dengan baik. Beberapa cara ibu-ibu menyapih anak ASI yang tidak masuk akal jangan dilakukan ya, karena saya yakin ada koq cara yang cukup masuk akal, berikut ini contohnya :

1. Tempelin plester

Hahaha, saya waktu pertama denger ini ketawa, masa sih bisa ditempel dengan plester, anak langsung tidak mau ASI lagi dan gak minta lagi? eh tapi jangan salah cara ini berhasil pada beberapa ibu loh. Beneran mereka sukses melakukannya dengan cara menempel plester di bagian tersebut. Anak malah merasa gak bisa lihat lagi dan geli saat melihatnya akhirnya menyapih anak ASI pun berhasil. Cara ini tentu masih masuk akal kalau mau dicoba soalnya tidak membahayakan ibu maupun sang anak, kali aja cocok dan berhasil. Cara ini juga gagal saya coba pada anak saya, karena dia ternyata lebih cerdas dari saya, di buka plesternya dan tadaaaa ada koq ASI-nya, hahaha. Gagal pokoknya!

2. Warnai dengan lipstik merah

Ini juga bikin kaget, tapi tetangga saya sukses loh menyapih anak ASI dengan cara seperti ini. Boro-boro mau minta ASI, pas anaknya liat penampakannya langsung bilang ‘ih jijik’. Done, si anak pun sukses berhenti dari ASI. Ya, pokoknya sebelum anak minta ASI, ibu warnai dulu dengan lipstik di sekitar area itu. Agak repot tapi setidaknya berhasil dan tidak berbahaya bagi si anak dan ibu karena memang anaknya udah jijik duluan. Beda sama anak saya, begitu diwarnai, dia nekad dan gak perduli, langsung nyosor aja. Dia tau itu cuma akal-akalan emaknya aja, akhirnya gagal dengan cara ini. Habis daripada anak kena lipstik dan gak sengaja memakannya karena mau nyusu ya saya bersihkan saja dan stop cara ini karena gak berhasil buat anak saya yang ternyata lebih cerdas dari saya, hahaha.

3. Mengoleskan sesuatu yang pahit-pahit

Nah cara ketiga ini, banyak sekali yang nyaranin ke saya, apalagi ibu-ibu yang udah paruh baya alias berpengalaman tingkat tinggi. Saya disuruh pake daun brotowali yang dihalusin lalu dilumuri di area itu. Yakin, anak akan berhenti, gitu kata mereka. Nah untuk yang satu ini sempet juga kepikiran untuk ngelakuinnya tapi karena bahannya sudah didapat dan harus nyari-nyari dulu. Saya pun akhirnya membatalkan cara ini. Lagian koq rasanya gak tega juga ngasi brotowali ke anak. Terus saya sempet kepikiran aman gak sih brotowali itu kalau kemakan anak usia 2 tahun. Ya sudahlah pokoknya cara yang ini gak dipake, dihapus dari kamus penyapihan anak ASI.

4. Mengoleskan sesuatu yang rasanya asem

Karena gak menemukan cara oles-mengoles, akhirnya saya pake inisiatif sendiri untuk pake yang jeruk nipis. Coba dioles-oles pernah berhasil tapi lama kelamaan dia tahu itu cuma olesan, sebentar juga hilang. Akhirnya tancap gas, nyusu lagi. Saya pun gagal. Ini juga menurut saya tidak berbahaya karena jeruk nipis bukan makanan yang bisa membahayakan saya atau anak saya, cukup aman untuk dicoba. Beberapa kali berhasil namun akhirnya gagal. Lagi-lagi karena kecerdasan sang anak.

5. Mengoleskan jamu

Cara terakhir ini juga inisiatif saya sendiri, beberapa kali berhasil tapi akhirnya gagal karena anak tau itu cuma olesan doank dan akan hilang lama-lama. Menurut saya jamu juga aman untuk anak, saya pernah ngasi anak saya jamu setelah usianya lebih dari 1 tahun tentunya, yang beras kencur itu dia suka juga, pernah dia minum sendiri pakai sendok dan gelas minumnya, hehe.

6. Menutup area tersebut dengan kemben atau kain

Nah kalau cara yang ini dari ibu saya, katanya coba tutupi bagian itu dengan menggunakan kemben atau sejenisnya biar anak gak liat. Eh setelah dicoba saya malah susah nafas pemirsah, hahaha. Iya kemben alias kain yang digulung-gulung itu menyiksa saya. Bukannya gak mau nyoba tapi sudah dicoba tapi gak kuat karena sesak di dada, hahaha. Gagal! Ini sih sebenarnya gak berbahaya mungkin sayanya aja yang kekencengan gulungnya. Masih tergolong aman kalau mau dicoba.

Tapi cara-cara di atas ini gagal pemirsah, jadi saya akhirnya harus terima dengan kenyataan bahwa saya belum sukses menemukan cara-cara masuk akal yang masuk akal untuk menyapih anak ASI. Saya taunya segitu aja yang masuk akal, segitu juga yang pernah saya cobain, setelah gagal terus akhirnya anak saya pun berhasil menyapih dari ASI setelah usianya 2 tahun 3 bulan. Its okay, yang penting berhasil kan ya? hehe. Namanya juga usaha selama masuk akal tidak mengapa dicoba saja asal jangan yang berbahaya untuk ibu dan anak saja.