Demam pada anak kalau dibahas panjang lebar rasanya ada saja yang penting untuk diperhatikan. Penanganan yang kurang tepat saat anak demam bisa-bisa mengakibatkan kesalahan. Terlambat dan lengah sedikit saja bisa membuat anak demam melebihi 39 derajat celcius. Padahal normalnya suhu tubuh anak adalah 36-37 derajat celcius. Meski terkadang kalau iseng cek suhu tubuh anak saya pernah juga 35 atau 38 derajat celcius. Meski begitu, anak masih baik-baik saja dan dapat melakukan aktifitasnya dengan normal termasuk makan dan minum.

Bagi saya suhu tubuh anak bisa jadi pertanda apakah anak sedang dalam keadaan sehat atau kurang sehat. Berbagai penyakit yang menyerang tubuh mungilnya baru bisa direspon dengan suhu tubuhnya. Terkadang juga melalui pup-nya. Kalau kata ibu saya, kalau pup anak berwarna hijau, hitam pekat bercampur darah atau seperti air juga bisa menandakan anak sedang dalam keadaan yang kurang sehat.

Begitulah tubuh kita pada dasarnya selalu memberi respon terhadap hal-hal yang ‘aneh’ yang mungkin sedang terjadi. Hanya saja kebanyakan mengabaikannya dan menganggapnya biasa saja sampai akhirnya terlambat dalam menanganinya. Sama seperti ketika anak sedang demam. Terlihat biasa, memang banyak informasi yang menyebutkan anak demam hingga usia 3 tahun itu adalah normal namun jika penanganannya kurang tepat justru akan berbahaya bagi kesehatan anak. Salah satu cara penanganan demam anak yang sering dianggap remeh adalah cara kompres. Cara kompres anak demam sering kali dianggap tidak penting. Padahal, saya percaya betul cara kompres anak demam sangat berpengaruh pada turunnya suhu tinggi pada tubuh anak.

Saya pernah mencoba beberapa cara kompres anak demam. Kebanyakan saya cari dari internet, buku juga dari pengalaman orang lain. Pernah merasa gagal dalam mengompres anak demam? pernah donk. Dari situlah saya akhirnya belajar bahwa cara kompres anak demam itu ternyata tidak boleh dianggap sepele. Kesannya sih cuma nempelin kain ke jidat dan tunggu. Saya salah besar.

Cara kompres anak demam yang tepat menurut pengalaman saya pribadi adalah :

1. Kompres anak demam dengan air hangat kuku

Pernah dengar kalau anak demam dikompres dengan air biasa yang mengalir dari keran? pernah dengar yang lebih ekstrim, kompres anak demam dengan air es atau air dingin dari kulkas?? nah setelah saya pernah mencoba keduanya, benarlah bahwa keduanya salah besar. Logikanya adalah, suhu tubuh anak sedang panas, lalu mendadak kita tempelkan sesuatu yang bersuhu kebalikannya alias dingin. Lalu reaksi tubuh anak yang demam apa? kaget pasti! bukannya turun, anak justru menggigil karena kedinginan.

Karena itu, kompreslah anak demam dengan kain yang nyerap yang sudah direndam dengan air hangat kuku, atau sehangat tubuhnya saat demam. Ini justru terbukti mampu menurunkan tingginya suhu tubuhnya. Selain anak bisa tetap lelap tertidur dan tidak kaget, anak pun tidak menggigil.

2. Kompres anak demam di lipatan tubuhnya

Pernah dengar kalau anak demam baiknya dikompres di jidat atau dahinya? saya dulu melakukan itu juga. Terbukti kurang efektif dalam menurunkan panas yang tinggi pada anak. Apa yang salah? logikanya adalah bagian dari tubuh yang suhunya biasanya lebih panas dari bagian tubuh lainnya ada di beberapa bagian yaitu lipatan ketiak, paha dan leher. Lalu jika selama ini kita mengompres dahi apa akan sangat berpengaruh mengurangi panasnya? sepertinya kurang berpengaruh ya. Dari pengalaman saya membuktikan mengompres anak demam persis di ketiga lipatan itu yaitu ketiak, paha dan leher cukup ampuh dan berpengaruh dalam menurunkan suhu tubuh anak yang tinggi.

3. Kompres anak tanpa jeda

Ada yang bilang kalau anak sudah turun setelah dikompres berhenti saja dulu, artinya panasnya sudah turun dan sudah aman. Saya bilang pernyataan itu salah. Pengalaman saya membuktikan, anak demam suhu tubuhnya terus berfluktuasi, naik dan turun kapan saja. Bahkan pernah saya karena merasa sudah aman, tertidur sejenak dan terbangun memegang tubuhnya saya yang ternyata mendadak sudah 39 derajat lebih. Artinya apa? tidak boleh lengah ketika kompres anak demam. Sebaiknya jika lelah, lakukan kompres anak secara bergantian dengan suami atau ajak seseorang untuk membantu. Jika tak ada yang membantu, ibu harus kuat seorang diri melakukannya. Yakinlah ada kekuatan yang akan membuat ibu mampu melakukannya.

Lakukan kompres secara terus menerus, kalaupun tubuh anak agak basah karena air hangat yang menetes dari kain pengompres, dilap saja. Ketika demam saya biasanya hanya memakaikan kaos dalam yang adem di tubuhnya dan celana pendek biasa. Saya beberapa kali memang harus mengganti kaos dalam dan celananya karena pipis atau basah kena tetesan air kompres, tapi tidak mengapa selama air yang menetes itu bukan air dingin anak tidak menggigil.

Selama anak demam, cobalah untuk terus memberikan air minum atau susu, akan lebih baik kalau diberi air hangat yang sudah disedu bersama madu. Madu bermanfaat untuk memberi kekuatan pada tubuhnya. Saya yakin itu. Tetaplah memberi makan jika anak sudah 6 bulan ke atas, hanya saja buat makanan yang berkuah jangan bersantan, seperti sop-sop an dengan tekstur nasi yang lembut, sedikit lembek. Memudahkannya mengunyah, karena anak tetap butuh energi terutama saat melawan sakitnya. Atau jika anak tidak mau makan, coba berikan sari kurma. Saya biasanya stok di rumah. Saya yakin itu sangat bermanfaat, karena kurma mengandung gula alami dan vitamin lainnya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Demikian, semoga bermanfaat.