minuman manis anak

Minuman manis memang sangat digemari semua orang termasuk anak-anak. Namun jika berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan terutama anak-anak. Kebiasaan memberikan minuman manis akan membuat anak terbiasa dengan minuman manis. Oleh karena itu penting membatasi pemberian minuman manis pada anak. Memang sangat sulit membatasi pemberian minuman manis ke anak apalagi sebagai orangtua terkadang merasa tidak tega melihat anak menangis atau rewel jika tidak diberikan apa yang diingininya. Sebaiknya memang membiasakan anak minum air putih lebih baik daripada minuman manis. Minuman manis itu bermacam-macam mulai dari jus yang ditambahkan pemanis, soft drink, minuman kemasan aneka rasa lainnya yang banyak dijual di warung atau toko.

Untuk susu juga sebaiknya diperhatikan di kemasannya. Ada beberapa susu formula yang memang menambahkan gula meskipun dalam batas yang aman jika bisa lebih baik memilih susu yang tanpa gula tambahan. Susu adalah kebutuhan anak karena mengandung berbagai nutrisi termasuk kalsium untuk kesehatan tulang. Sekarang ini ada banyak sekali susu formula yang memberikan nutrisi-nutrisi lainnya sehingga bisa dipilih mana yang paling baik untuk anak.

Lalu, bagaimana cara membatasi pemberian minuman manis pada anak. Berikut ini beberapa cara yang bisa kita lakukan :

1. Sebaiknya batasi pemberian minuman manis hanya 1 kali dalam sehari. Tujuannya agar tidak membiasakan anak mengkonsumsi minuman manis. Meskipun meminum jus buah baik untuk kesehatan tetapi perlu diketahui juga bahwa pemberian sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan anak bukan sekehendak hati.

2. Memberikan buah asli jauh lebih baik daripada membuatnya dalam bentuk jus. Terutama jika anak yang sudah bisa mengunyah dengan baik. Mengapa demikian? ada beberapa alasannya:

  • karena buah asli mengandung serat yang membantu pencernaan anak dan mencegah sembelit.
  • karena buah asli lebih mengenyangkan sehingga dapat mencegah makan berlebihan pada anak.
  • karena mengkonsumsi buah asli dapat melatih anak untuk mengunyah lebih baik.
  • karena mengkonsumsi buah asli dapat melatih anak untuk mengupas buah-buahan juga mengajarinya memisahkan bagian kulit, daging buah dan biji yang tidak bisa dimakan.
  • karena mengkonsumsi buah asli dapat mengajarkan berbagai rasa, tekstur dan warna buah.
  • karena membiasakan anak mengkonsumsi buah asli dapat mengalihkan keinginannya untuk mengkonsumsi camilan atau jajanan yang kurang menyehatkan.

3. Orangtua menjadi contoh dan teladan. Membiasakan mengkonsumsi makanan yang disuguhkan di rumah. Orangtua sebaiknya menunjukkan kebiasaan minum air putih, konsumsi buah asli sehingga anak meniru hal-hal tersebut.

4. Jika anak sudah terlanjur kebiasaan maka selalu ada jalan lain. Jangan menyerah, kurangi porsi minuman manisnya sedikit demi sedikit sampai kira-kira anak sudah terbiasa lalu dikurangi pemberiannya perlahan-lahan sampai kemudian anak bisa menerima kebiasaan baru tersebut. Teruslah berusaha agar anak mengetahui pola makan dan minum yang benar dan sehat.

Beberapa hal yang mungkin terjadi jika anak tidak dibatasi dalam mengkonsumsi minuman manis adalah kelebihan berat badan, masalah gigi, masalah mulut, anak menjadi cenderung pemilih saat makan (picky eater), terjadinya perubahan konstraksi kerja usus yang dapat menyebabkan diare pada anak. Ternyata memang membatasi pemberian minuman manis pada anak sangat penting dilakukan ya, justru kebiasaan baik harus dimulai sejak dini agar anak terbiasa ketika dewasa nanti.