Punya bayi di rumah? Imunisasi juga? Kali ini saya mau sharing bagaimana cara saya mengatasi demam pada bayi setelah imunisasi. Eh tapi ngomong-ngomong, imunisasi ini kan gak semua orangtua mengikutinya, jadi tulisan ini hanya ingin berbagi pengalaman saja tidak ada maksud lain. Ibu saya perawat, sejak kami lahir, ibu memang melengkapi kami semua dengan imunisasi dari pemerintah. Jadi, ketika saya hamil dan melahirkan, hal itu juga yang paling sering diingatkan oleh ibu.

Ketika hari pertama anakku lahir, langsung diimunisasi tapi tidak mengalami demam sama sekali. Tapi sepertinya hampir semua bayi ketika diimunisasi hari pertama lahir tidak demam ya, normal. Lalu beberapa minggu kemudian diimunisasi lagi ke bidan, dan bidan memberikan obat penurun panas untuk jaga-jaga kalau ternyata anak demam. Saya memang tidak buru-buru memberi obat dan panik ketika badannya tiba-tiba hangat. Prinsipnya ya selama masih ASI, saya yakin kekebalan tubuhnya sangat baik. Jadi anakku kala itu demam tapi keesokannya kembali normal tanpa diberi obat penurun panas sama sekali. Lega rasanya.

Lalu jadwal imunisasi berikutnya pun datang, kembali ke bidan. Saya selalu imunisasi di bidan karena lokasinya hanya berjarak beberapa rumah saja. Dengan kondisi tubuh yang masih lemah maka pilihan terbaik saya adalah yang dekat. Saya lupa dikenakan biaya berapa tapi sepertinya 20-30ribu rupiah. Sebenarnya saya lebih senang kalau ke posyandu biasa saja, tapi karena jaraknya sangat jauh, jadi saya urungkan dan kembali ke bidan dimana saya melahirkan. Sepulangnya, anak demam lagi. Ah, saya masih tetap pada prinsip untuk menunggu sambil mengukur suhu badannya. Alhamdulillah, anak sehat kembali keesokan harinya. Masih tanpa obat penurun panasa yang dikasi bidan.

Oh iya biasanya ada hari tertentu kalau akan imunisasi di bidan. Jadi saya selalu membawa anak saya ketika sudah mandi dan sedang tidur pulas. Setiap imunisasi anak saya tak pernah menangis sampai berlebihan. Bidan hanya meminta saya memegangnya dan membuka celana atau mengangkat lengan bajunya, lalu cuss disuntik, anak saya hanya teriak yang kencang 1-2 kali lalu diam, saya gendong dia, ayun-ayun sebentar dan tertidur pulas lagi sampai pulang ke rumah.

Itu salah satu trik saya juga supaya anak gak minta ASI selang waktu 30 menit. Pesan bidannya sih gitu, setelah imunisasi anak jangan dikasi ASI selama setengah jam alasannya agar apa yang disuntikkan itu maksimal, ASI bisa mempengaruhi khasiatnya ke badan anak. Saya sih nurut aja, karena itulah saya selalu berusaha menidurkannya setelah imunisasi. Jadi pas dia bangun, dia minta ASI sudah boleh dikasi lagi, aman.

Balik lagi ke cara mengatasi demam akibat imunisasi. Jadi, saya tanya ke ibu saya, itu normal-normal aja kalau anak demam setelah terima imunisasi. Yang penting jangan panik mengatasinya. Intinya itu, jangan panik. Karena ibulah yang paling dibutuhkan anak ketika demam itu. Pelukan ibu, kasih sayang ibu, ASI yang tak pernah henti diberikan, dekat dengannya. Itulah kuncinya. Jadi selama anak saya masih ASI ekslusif 6 bulan, sekalipun saya tak pernah memberikannya obat penurun panas meski demam datang setelah imunisasi.

Setelah MPASI diberikan, anak mulai mengalami penurunan kekebalan. Menurutku sih karena sudah mulai menerima makanan selain ASI itu. Jadi ada reaksi penyesuaian dari siatem pencernaannya. Tapi tetap tidak boleh panik, hal itu biasa kalau menurut saya. Selama kita mengolah makanannya dengan benar, matang dan bergizi saya rasa semua akan baik-baik saja. Nah, anak saya kan tetap melanjutkan jadwal imunisasinya di bidan. Kali ini dia demam, saya mulai goyah, mulai tergoda untuk kasi obat penurun panas. Sembari memantau suhu badannya saya terus memberikannya ASI tanpa jeda. Kapaun dia minta akan saya berikan. ASI adalah obat yang terbaik untuknya. Saya sangat yakin itu.

Syukurlah obat penurun panasnya masih tak terpakai. Utuh sejak pertama dikasi bidan. Hampir saya panik dan tergoda ngasi obat. Tapi akhirnya saya berhasil lagi tanpa obat. Alhamdulillah sampai anak saya menuntaskan semua imunisasinya, demam yang datang saya selesaikan tanpa obat. Hanya ASI andalan saya. Lalu makan dan minum seperti biasa. Itulah sedikit pengalaman saya tentang bagaimana cara saya mengatasi demam pada anak akibat imunisasi. Saya bersyukur di 2 tahun pertamanya saya tak memberinya obat apapun untuk mengatasi demam yang dialaminya. Saya yakin demam adalah reaksi normal dari imunisasi itu.

Jadi kalau anak demam setelah imunisasi jangan panik ya, jangan buru-buru kasi obat penurun panas juga. Selama ASI banyak diberikan, saya yakin anak akan sehat kembali keesokan harinya. Biasanya demamnya hanya semalam lalu normal lagi dan girang lagi. Tapi kalau ada gejala lain selain demam, cobalah periksa ke bidan atau dokter. Sebab reaksinya berbeda dari umumnya. Jangan juga dibiarkan.

Semoga bermanfaat.