2014-08-10_044950

Pertama-tama saya ingin mengajak berkenalan dengan yang namanya ‘alergi’ terlebih dahulu. Banyak definisi alergi, tapi saya akan ambil contoh beberapa saja yang menurut saya cukup mudah dipahami.

Definisi yang pertama (menurut kamuskesehatan.com):

Alergi adalah sebuah kondisi di mana tubuh memiliki respon yang berlebihan terhadap suatu zat (misalnya makanan atau obat)

Definisi yang kedua (menurut doktersehat.com):

Alergi adalah suatu reaksi kepekaan tubuh yang tidak biasa terhadap sesuatu atau objek tertentu.

Nah, kali ini kita persempit bahasan kita hanya kepada alergi susu pada anak. Pertama kali saya memberikan susu tambahan atau susu formula istilah sekarang ini pada anak saya adalah ketika masa menyapih hampir tiba. Sebelum 2 tahun saya berangsur-angsur memberikannya supaya tidak kaget ketika nanti berhenti total dari ASI.

Banyak yang cerita ke saya, tetangga dan teman-teman yang sudah berpengalaman memberi susu formula pada anak, beli kemasan yang kecil dulu, untuk mencoba apakah ada alergi atau untuk menguji apakah anak itu suka dengan susu yang dibeli itu atau tidak. Karena ternyata tidak jarang ada anak yang dibelikan susu formula ketika dicoba berikan ternyata tidak cocok. Bisa jadi si anak tidak menyukainya atau mungkin ada reaksi dalam tubuhnya (sistem imun) yang sedang melakukan perlawanan karena protein di dalam susu anak tersebut dinilai berbahaya bagi tubuhnya.

Menurut beberapa pengalaman teman-teman saya, gejalanya beragam. Ada yang anaknya menjadi sangat rewel ketika diberi susu anak, ada juga yang menunjukkan iritasi, ada juga yang memperlihatkan ketidaknyamanan pada bagian perutnya dan gejala-gejala lainnya. Syukurlah, setelah dicoba pemberian susu formula kepada anak saya, dia tidak menunjukkan adanya gejala-gejala yang mengarah kepada alergi.

Susu anak yang beredar sekarang ini memang berasal dari susu sapi. Jadi bisa dipastikan jika anak alergi susu formula maka otomatis anak alergi pada susu sapi. Sebagian malah menyebutkan kalau anak juga otomatis alergi susu kambing atau domba. Beberapa bahkan juga alergi terhadap susu kedelai. Faktanya, kita patut bersyukur jika memberikan anak kita ASI baik yang ekslusif 6 bulan maupun yang melanjutkan hingga 2 tahun, karena ternyata anak memiliki resiko yang sangat kecil terhadap alergi susu. Meskipun ada beberapa yang tetap saja mengalami alergi susu mungkin karena pengaruh genetik atau faktor ‘x’ yang belum diketahui para ilmuwan.

Apakah alergi susu bisa hilang?

Beberapa menyebutkan alergi susu bisa hilang ketika anak berusia 3-5 tahun. Namun ada juga yang bilang alergi susu tidak hilang sampai anak berusia 5 tahun. Mungkin ini sangat tergantung pada kondisi anak masing-masing, tidak ada yang bisa memastikannya.

Lalu, kapan kita bisa melihat anak kita ternyata alergi susu?

Umumnya gejala alergi susu anak akan terlihat kurang dari 1 bulan setelah konsumsi. Bahkan ada yang menunjukkan gejala setelah konsumsi protein susu sapi 7-10 hari. Gejala-gejalanya cukup beragam, namun yang paling umum adalah muntah, iritasi, mules, muncul ruam-ruam pada kulit. Gejala alergi susu lanjutan bisa iritasi berkelanjutan, muntah terus-menerus, gatal-gatal pada kulit, muncul bintik-bintik kemerahan pada kulit bahkan diare. Di beberapa kasus ada juga yang memberi reaksi yang sangat cepat atau disebut dengan anaphylaxis yang bisa mempengaruhi kulit bayi, saluran pencernaan, saluran pernafasan dan tekanan darah. Namun anaphylaxis ini biasanya terjadi pada alergi makanan bukan alergi susu.

Sebenarnya gejala-gejala tersebut agak susah untuk diamati dan disebut alergi susu karena bisa jadi gangguan kesehatan yang lain. Namun sebaiknya jika terdapat gejala-gejala tersebut periksa dan konsultasilah kepada dokter atau bidan agar mendapat petunjuk yang lebih akurat.

Sebagai ibu, sebagai orangtua kita memang patut waspada, dengan memahami cara mengetahui alergi susu pada anak setidaknya kita menjadi lebih mengenal dengan baik gejala alergi susu sehingga dapat segera ditangani dengan baik. Bagaimana pun anak pada ‘golden age‘ 1-5 tahun membutuhkan asupan berupa susu untuk tumbuh kembangnya.