Di dalam kehidupan ini, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Sangat disayangkan sekali jika akhirnya semua hal yang kita cita-citakan itu tidak dapat terwujud karena tubuh yang tidak sehat. Bayangkan saja berapa banyak kerugian yang kita peroleh akibat kurang menjaga kesehatan. Berapa banyak kesempatan yang terbuang? Berapa banyak impian yang harus pupus? Oleh karena itu sehat tidak bisa ditawar lagi. Sehat itu harus, karena tubuh kita adalah amanah dari Sang Pencipta dan sudah kewajiban kita sebagai manusia untuk menjaga amanah yang dipercayakan pada kita. Bukan begitu?

Pernah mendengar istilah “Thibbun Nabawiy”. Beberapa waktu yang lalu saya membaca tulisan tentang kesehatan dan ada sebuah istilah yang masih awam buat saya. “Thibbun Nabawiy” adalah sebuah konsep dalam rangka mensyukuri nikmat Allah melalui contoh-contoh yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kesehatan di kehidupan sehari-hari. Konsep ini bukan sekedar untuk mengobati penyakit saja tetapi juga merupakan langkah konkret kita dalam menjaga kesehatan. Di dalam tulisan itu juga disebutkan bahwa perut kita adalah bagian dari tubuh yang harus kita jaga. Apa saja yang baik untuk dimakan dan diminum? Asupan seperti apa yang bergizi dan seimbang untuk tubuh? Semua harus diperhatikan. Sayangnya memang kebanyakan dari kita justru makan dan minum sesukanya saja tanpa membayangkan efek sampingnya kelak di kemudian hari. Ketika kita tidak sadar telah memasukkan apa saja ke dalam perut kita, ketika itu jualah sebenarnya kita sedang membangun penyakit dalam tubuh kita.

Ngeri-ngeri sedap ya..ternyata kita sendiri yang membangun penyakit *secara tidak kita sadari. Mungkin sebaiknya usaha menjaga kesehatan ala Nabi Muhammad SAW dipraktekkan sejak dini mulai pada anak-anak kita. Yuk jadikan “Thibbun Nabawiy” sebagai lifestyle (gaya hidup) kita.

Setidaknya ada empat aktivitas yang bisa membuat tubuh kita tetap sehat:

1. Bekerja

bekerja

 

Hapus kata-kata ‘nganggur’ karena ternyata tidak bekerja alias pengangguran malah bisa bikin tubuh tidak sehat. Logikanya begini, di dalam bekerja itu tubuh kita melakukan dua unsur penting yang berperan dalam kesehatan yaitu: fisik dan psikis. Sebuah pekerjaan jika dikerjakan dengan psikis yang baik (penuh senyum, sukacita, bahagia, ikhlas) hasilnya pun akan baik, walau berat terasa ringan. Sebaliknya jika melakukan sebuah pekerjaan dengan psikis tertekan, mengeluh dan berat hati maka hasilnya pun tidak akan baik. bisa-bisa tubuh kita lelah sekali padahal pekerjaannya ringan.

Contoh kasus untuk ibu rumah tangga seperti saya, sebenarnya bekerja tetap bisa dikerjakan dari rumah. Bahkan pekerjaan tidak habis-habis, selalu ada saja yang bisa dikerjakan di rumah. Intinya tubuh kita harus bergerak, dan ketika melakukan sebuah pekerjaan apapun itu harus didasari hati yang riang sehingga hasil akhirnya adalah tubuh yang sehat.

2. Berolahraga

berolahraga

 

Namanya saja olahraga berarti mengolah raga/tubuh. Olahraga itu mesti terarah, terstruktur dengan berbagai mekanisme sehingga tubuh menjadi sehat. Tidak semua aktivitas bisa disebut olahraga ya, bekerja memang aktivitas raga tapi bukan olahraga. Jelas berbeda karena bekerja kan tidak terstruktur seperti olahraga. Maka, profesi ibu rumah tangga seperti saya ini yang seharian bekerja di rumah tidak bisa dibilang olahraga. Meskipun banyak pekerjaannya, itu hanya aktivitas raga/tubuh bukan mengolah tubuh secara terstruktur dan terarah. Ternyata kita tetap mesti olahraga ya. Ini PR berat buat saya yang masih jarang olahraga!!

Manfaat Olahraga:

  • meningkatkan kapasitas paru-paru: volume paru-paru manusia maksimal 5 liter, sedangkan untuk udara keluar masuk saat bernafas itu hanya setengah sampai 1 liter saja. Artinya 4-4,5 liter dari volume paru-paru kita belum dipergunakan dengan maksimal. Jika berolahraga, asupan oksigen ke paru-paru kita lebih optimal dalam mengoksigenisasi jaringan tubuh sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

orang yang tidak pernah olahraga tidak akan pernah bisa mengisi rongga paru-parunya dengan penuh

-dr. Insan Agung Nugroho

  • mengefektifkan kerja jantung: denyut jantung normal pada manusia itu 60-90 kali per menit. Namun, olahragawan biasanya dapat mencapai 50 kali per menit, sedangkan tubuh yang tidak pernah olahraga biasanya berkisar 80-90 kali per menit. Dengan berolahraga kerja jantung semakin efektif sehingga tubuh semakin bugar dalam melakukan berbagai aktivitas termasuk bekerja.

orang yang tidak berolahraga jantungnya bekerja lebih keras dan berat untuk dapat mencukupi kebutuhan tubuh dibandingkan dengan olaharagawan/i

-dr. Insan Agung Nugroho

  • memicu produksi endorphin: Endorphin (endogen morphin), zat sejenis morphin yang dibentuk secara alami oleh tubuh kita. Eits ini bukan morphin yang sejenis narkotika ya..olahraga diyakini mampu membuat tubuh kita segar, tenang dan membuat mood menjadi tinggi. Endorphin hanya bisa optimal terbentu jika paru-paru dan jantung kita bekerja efisien sehingga kita tidak mudah lelah bekerja dan dapat berkarya dengan maksimal.

3. Bermain

bermain

Siapa bilang kita tak butuh bermain. Luangkan waktu bercengkerama dan bercanda bersama keluarga, teman atau kolega. Dengan bermain kita juga mengaktifkan fisik dan psikis kita. Aktivitas bermain itu memadukan jasmani, otak dan kombinasi keduanya.

4. Beribadah

beribadah

Last but not least, beribadah. Dalam beribadah kita menggunakan jasmani dan rohani. Keteraturan waktu kita beribadah akan memberikan latihan biologis yang berkualitas untuk tubuh kita. Beribadah bukan sekedar bergerak teratur tetapi juga ada ‘olah jiwa’ didalamnya sehingga tubuh kita sehat baik jasmani dan rohani.