“kak, kemarin abis melahirkan normal diasapin gak?”. Pertanyaan itu persis ditujukan pada saya oleh seorang dosen muda di kampus yang sebentar lagi akan menikah. Saya tidak heran, karena itu tradisi di kampung.

Ceritanya, beberapa bulan yang lalu saya melahirkan seorang anak perempuan. Proses melahirkannya akan saya ceritakan di postingan lain ya biar gak melebar kemana-mana nih topik. Hehe. Disini di Sumatera Utara, baik di bagian utara yaitu Tapanuli Utara (Taput) maupun bagian selatan yaitu Tapanuli Selatan (Tapsel). Ada kebiasaan ‘mengasapi’ perempuan yang baru saja melahirkan. Cara merawat miss V pasca melahirkan secara tradisional ini menarik sekali, karena masih dibudayakan loh sampai sekarang.

Mungkin banyak yang belum tahu tentang istilah ‘mengasapi’ ini termasuk saya juga pada awalnya kurang paham. Jauh sebelum melahirkan ibu mertua saya sudah mengingatkan saya agar nanti diasapin saja pasca melahirkan. Beliau juga bercerita panjang lebar mengenai manfaat dari pengasapan itu. Sejujurnya saya ngeri-ngeri sedap ya. Apa yang diasapin, bagaimana caranya, ada efek sampingnya apa gak? dan banyak pertanyaan lainnya mengisi kepala saya.

cara merawat miss v pasca melahirkan secara tradisional-rodame

Jadi pengasapan yang dimaksud pasca melahirkan itu seperti apa sih? Dari penjelasan ibu mertua saya. Pengasapan berarti mengasapi miss V. Sederhananya begitu. Heh.. yakin nih miss V mau diasapin? eitss tunggu dulu, ini berhasil loh sama inang-inang di Sumut. Rata-rata mereka yang kembali melahirkan ke kampung, akan disarankan untuk diasapin pasca melahirkan. Kenapa gak dicoba? Tapi saya entah kenapa buru-buru dengan suara lembut menolak saran dari ibu mertua saya.

Pengasapan itu kalau bisa saya gambarkan terdiri dari sebuah wadah yang tahan panas karena nanti bahan-bahan yang akan dibakar dimasukkan ke dalam wadah tersebut misalnya baskom alumunium pokoknya tahan panas ya. Sebelum keluar asap kan prosesnya pembakaran dulu. Nah, apa yang dibakar? yang dibakar itu terdiri dari arang. Tahu kan arang yang biasa dipake buat acara bakar-bakar. Terus di dalam arang yang sudah dimatikan apinya itu, ditambahkan rempah-rempah (daun sirih, kayu manis, cengkeh). Lalu setelah semua bahan disatukan, akan ada asap yang keluar. Kalau di Tapanuli Selatan, menurut ibu mertua saya, selanjutnya ibu-ibu yang baru saja melahirkan berdiri membuka kedua kakinya. Biarkan asap tersebut masuk ke dalam miss V. Dibayangkan aja ya, karena kebetulan gak punya gambarnya euy.

Berbeda halnya dengan saya pernah lihat di Tapanuli Utara. Waktu kecil saya pernah ikut oppung baca: nenek melihat seorang ibu pasca melahirkan. Disana juga ada pengasapan. Cuma si ibu tersebut tidak duduk atau berdiri di atas asap tersebut. Wadahnya hanya diletakkan di pojok kamar, lalu asapnya memenuhi isi kamar tersebut. Awalnya saya kira ada kebakaran di dalam kamar itu. Hahaha. Ternyata lagi diasapin.

Kegiatan mengasapi itu dilakukan selama nifas. Tujuannya adalah mempercepat penyembuhan miss V pasca melahirkan normal terus juga membuat miss V jadi wangi karena ada aroma rempah-rempah itu. Prosesnya sedikit berbeda tapi intinya sih cara merawat miss V pasca melahirkannya sama. Ya, sama-sama diasapin.

Masalahnya, kemarin pasca melahirkan anak kedua, saya memang menolak untuk diasapin, meskipun penasaran juga sama khasiatnya tapi ada beberapa pertimbangan yang membuat aya akhirnya tidak melakukannya, diantaranya :

  1. Risiko. Saya punya anak, anak pertama saya maksudnya berusia 3 tahunan. Lagi senang-senangnya kesana kemari. Terbayang kan kalau ada wadah pengasapan di pojok kamar kemudian tak ada yang mengawasinya, karena saya sendiri pasti akan kelelahan dan butuh istirahat pasca melahirkan. Bisa bahaya, itu wadah pengasapan disangka mainan, melepuh yang ada. Big No!
  2. Kontroversi. Pasca melahirkan, kedua kaki saya diikat rapat sekali sampai saya gak bisa merasakan lagi kalau kaki saya itu dicubit atau diapa-apain, semalaman loh ya. Perih banget kayak disayat-sayat. Padahal cuma diikat aja loh pakai kain, tapi rasanya ampun deh. Saya gak kuat semalaman nahannya, saya minta suami melonggarkannya dan sesekali melepasnya. Tujuan kaki dirapatkan supaya miss V setelah dijahit kembali normal pada posisinya alias kencang kembali. Masalahnya, pengasapan versi Tapsel itu buka kedua kaki dan berdiri diatasnya. Nah loh, setelah diikat terus dibuka lagi. Sama aja kan ya, dimana manfaat merapatkan miss V-nya.

Sebenarnya sih, saya yakin betul pengasapan di miss V itu ada manfaatnya. Hanya saja mungkin tekniknya perlu diperbaiki misalnya tidak usah berdiri membuka kedua kaki. Mungkin bisa dengan duduk saja di kursi kayu, lalu letakkan wadahnya di bawah kaki kita. Itu juga kalau gak kepanasan. Hihi. Kalau orangtua dulu katanya itu biasa dan sangat bermanfaat, karena mengencangkan otot miss V, mengurangi lendir pasca melahirkan dan yang paling penting bikin miss V wangi.

Ratus V merawat miss V pasca melahirkan secara tradisional-rodame

Ratus V Siap Pakai (sumber : indonetwork.co.id)

Nah, gimana mau coba cara merawat miss V dengan cara tradisional ini? gak usah kuatir sekarang di kota besar udah ada racikannya loh tinggal pake aja. Tahu kan istilahnya apa? iya Ratus V. Hehe. Bisa lakuin sendiri di rumah sambil nyusuin anak sekalian. Kalau di kampung sih bikin sendiri semuanya.

Oke deh, semoga bermanfaat ya. Tetap sehat!