Ilustrasi oleh penulis

Ilustrasi oleh penulis

“umur anda berapa?”

Pertanyaan itu hampir tidak lupa ditanyakan oleh orang lain pada kita. Mulai dari keluarga, teman, saudara, tetangga bahkan atasan di kantor. Bukan karena diskriminatif terhadap umur, tapi lebih kepada agar kita mengetahui cara berbicara dan berperilaku yang lebih santun. Dengan mengetahui umur seseorang menurut saya itu dapat membantu proses komunikasi menjadi lebih baik selain menjaga tatakrama juga menciptakan kenyamanan satu sama lain.

Masalahnya umur tidak selalu bisa diukur dari penampilan. Sebut saja salah seorang kakak kelas SMA, secara fisik penampilannya memang sudah beruban di hampir semua sudut kepala. Sampai-sampai dia dijuluki dengan sebutan ‘pak tua’, maklumlah masa-masa SMA kan masa-masa Puber jadi kebiasaan saling memberi gelar satu sama lain untuk memperat pertemanan itu sudah biasa. Dengan kondisinya yang seperti itu, umurnya bahkan belum menginjak 20 tahun. Jika kita tidak mengenalinya bisa saja kita memanggilnya ‘Bapak’, atau ‘Kakek’ untuk menghormatinya tentu saja. Ada lagi teman saya yang secara fisik berbodi imut, dia bahkan sering disangka anak SD. Apa arti dari semua contoh tersebut, bahwa fisik dan penampilan luar tidak selalu menunjukkan umur seseorang yang sebenarnya.

Masalah lainnya adalah umur tidak selalu bisa menunjukkan kedewasaan seseorang. Ada yang bilang umur 40 tahun itu sudah matang artinya sudah dewasa dan bijak dalam berbicara dan berbuat. Tetapi kenyataannya banyak kasus di umur tersebut justru menjadi penyebab timbulnya berbagai permasalahan karena ketidakdewasaannya dalam berperilaku. Sebaliknya ada juga yang masih muda berumur 17 tahun tetapi sudah berperilaku dewasa layaknya orang berumur 40 tahun. Kita tidak bisa selalu menilai kedewasaan dan kebijaksanaan seseorang hanya berdasarkan umurnya.

Maka yang terpenting adalah fisik, penampilan, perilaku dan kedewasaan harus sejalan dan seiring dengan umur yang tepat, yang sesuai, yang pas. Tidak terlalu cepat dewasa tetapi juga tidak menjadi kekanak-kanakan ketika sudah dewasa. Di luar masalah fisik karena tubuh kita adalah anugerah Allah SWT, yang kita tidak boleh protes namun harus disyukuri maka yang terpenting adalah mencari cara agar kita dapat hidup sehat dan berkah menuju umur 60 tahun ke atas. Karena umur sudah ketetapan Allah SWT maka menjadikan hidup kita sehat dan berkah adalah jauh lebih penting agar tidak sia-sia selama hidup di dunia. Karena meskipun umur kita panjang tetapi tidak sehat dan berkah tentu saja sangat disayangkan sekali.

Cara sehat dan berkah tanpa biaya agar mencapai umur lebih dari 60 tahun adalah 4S:

1. Sholat

Sholat (sumber gambar: gentasukses.blogspot.com)

Sholat (sumber gambar: gentasukses.blogspot.com)

Alhamdulillah, Allah SWT menurunkan perintah sholat kepada kita umat muslim bukan tanpa alasan. Selain memang sudah menjadi kewajiban untuk sholat 5 waktu, sholat juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Mulai dari berwudlu hingga ke gerakan sholat semuanya ternyata bermanfaat untuk tubuh. Menuju umur 60 tahun atau lebih, maka sholat menjadi hal yang wajib dikerjakan. Bagi saya yang beragama Islam, maka saya sangat yakin sholat dapat membawa kita pada umur yang sehat juga berkah. Saya ingin terus berusaha sekuat tenaga saja selalu mendirikan sholat. Inilah persiapan yang wajib saya lakukan menuju umur 60 tahun atau lebih nanti.

2. Syukur

Dengan bersyukur kita semakin menyadari bahwa menuju umur 60 tahun atau lebih itu bukanlah tanpa kekurangan dan kelemahan. Baik itu kekurangan harta, lemah karena sakit, tertimpa musibah dan lainnya. Oleh karena itu, saya yakin dengan selalu bersyukur akan apa yang sudah ada pada diri kita maka insyaallah kita tidak akan kekurangan justru Allah SWT akan tambahkan nikmat yang lebih lagi kepada kita. Nikmat kan ada banyak, nikmat kesehatan, nikmat umur, nikmat berkeluarga, nikmat harta dan nikmat-nikmat lainnya. Nah, saya ingin terus belajar bersyukur karena bersyukur adalah cara gratis tanpa biaya untuk kita bisa hidup sehat dan berkah menuju umur 60 tahun atau lebih.

3. Sabar

Hidup ini dipenuhi dengan banyak sekali ujian, rintangan dan berbagai masalah. Namun dengan bersabar dalam menghadapi semua ujian hidup insyaallah kita mampu melewati perjalanan di kehidupan yang Allah SWT sudah berikan pada kita dengan baik. Bukankah Allah SWT menjanjikan kemudahan di setiap kesulitan yang diberikan. Oleh karena itu, menuju umur 60 tahun atau lebih, sabar adalah cara ampuh yang mampu membuat kita lapang dada dalam menjalani setiap detik dari bertambahnya umur kita di bumi ini. Saya ingin terus belajar bersabar agar menuju umur 60 tahun atau lebih, hidup lebih bermakna dan bermanfaat.

4. Senyum

Senyum (sumber gambar : 123rf.com)

Senyum (sumber gambar : 123rf.com)

Tersenyumlah karena tersenyum bisa membuat kita bahagia. Efek positif dari tersenyum selain membuat suasana hati menjadi tenang, damai dan senang juga memberi pengaruh positif untuk orang lain. Apalagi ternyata senyum adalah sedekah. Maka dengan mudah senyum orang lain kita juga sedang bersedekah. Sayang sekali kalau di umur kita yang sekarang  kita jarang tersenyum, lebih baik memenuhi hidup dengan banyak kebaikan. Menuju umur 60 tahun atau lebih insyaallah bukan cuma sehat tetapi juga berkah karena banyak menebarkan sedekah dan kebaikan pada orang lain. Saya ingin terus belajar tersenyum dan menebar banyak kebaikan kepada siapapun.

Keempat cara tersebut tidak memerlukan biaya alias gratis. Selain 4S (sholat, syukur, sabar dan senyum) tersebut dapat dilakukan tanpa biaya ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Seperti kata peribahasa dari tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Maka selain harus makan makanan yang bergizi dan berolahraga, melakukan 4S adalah cara yang sudah, sedang dan akan terus saya lakukan untuk dapat hidup sehat dan berkah menuju umur 60 tahun atau lebih.

Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64.

Giveaway-64-tahun-300x224