“paket…, permisi… ada paket”.

Dengar kata ‘paket’ saya langsung mendadak girang, bergegas berdiri, raih kerudung dan ninggalin semua kerjaan, ninggalin masakan di dapur *untungnya gak gosong, ninggalin anak *untungnya lagi tidur pulas, cepet-cepet, buru-buru ke depan pintu sambil ngintip, mastiin beneran paket ke rumah saya atau ke tetangga. Bukannya apa-apa, antar rumah cuma dipisahkan dinding, jadi saya sering kali buru-buru keluar rumah begitu dengar kata ‘paket’ dan ternyata salah. Itu paket bukan ke rumah saya, bukan untuk saya. Hadeuuuh, rasanya malu juga. Saya masuk rumah lagi sambil nahan malu.

Sejak hamil sampai punya anak 2 sekarang ini, saya sangat memanfaatkan yang namanya belanja online. Jelas sekali karena belanja online benar-benar memudahkan dan membantu ibu muda 2 balita seperti saya ini. Kerjaan di rumah yang gak kelar-kelar ditambah lagi rengekan anak. Rasanya mustahil *pake banget untuk pergi keluar rumah untuk belanja berbagai kebutuhan termasuk produk fashion. Produk fashion untuk saya pribadi, suami dan anak. Mulai dari sepatu, pakaian dan asesoris, saya sudah pernah beli secara online loh.

Kalau diinget-inget lagi, pertama kali saya belanja fashion online tahun 2012. Waktu itu saya sedang hamil anak pertama. Kehamilan makin besar dan saya semakin tidak mungkin bepergian ke pasar atau mall. Sementara itu, pakaian hamil dan menyusui saya minim sekali, ada beberapa kemeja yang ukuran XL bekas kerja dulu, itulah yang saya manfaatkan sebagai tambahan pakaian untuk menyusui. Alhamdulillah, masih punya kemeja bekas kerja. Setelah dipikir-pikir, saya gak mungkin cuci kering tiap hari supaya sementara pas hamil aja saya ngantukan, bawaannya pengen tidur aja. Boro-boro cuci kering pakaian. Apalagi kalau habis melahirkan nanti, apa iya saya sanggup cuci kering kemeja tiap hari. Kondisi masih belum fit betul, rasanya mustahil.

Akhirnya, saya beranikan diri belanja fashion online. Untuk pertama kalinya, saya cukup kuatir. Banyak keraguan-raguan menghantui pikiran saya. Takut ditipu, takut uang dibilang tidak nyampe, takut barang yang saya pesan tidak sesuai dengan yang ditampilkan di toko online tersebut, dan banyak ketakutan lainnya. Tapi karena sudah butuh, saya pun akhirnya belanja  produk fashion secara online. Saya coba cari-cari toko online fashion yang menjual pakaian untuk ibu hamil dan menyusui. Lalu menetapkan pilihan pada salah satu toko online hasil pencarian dari ‘mbah gugel’. Karena banyaknya testimoni atau feedback positif terhadap pelayanan dan produk toko online tersebut. Saya pun percaya dan yakin untuk belanja produk fashion di toko online tersebut.

Meski, sempat deg degan transfer uang dari internet banking ke toko online tersebut. Tapi setelah saya mengikuti langkah-langkah yang disebutkan toko online untuk mengkonfirmasi kalau sudah transfer uang, saya lega karena ternyata langsung dibalas oleh customer service alias CS toko online tersebut. Barang yang saya pesan tersedia dan akan segera diproses, begitu katanya. Meskipun keberadaan toko online tersebut berbeda kota dengan kota dimana saya tinggal. Karena merasa sangat penasaran dengan proses belanja fashion online yang pertama kali itu, saya setia menunggu kurir mengantar paket tersebut ke rumah. Terlebih-lebih saya sangat penasaran dengan pakaian hamil sekaligus menyusui yang saya beli secara online. Apa sesuai dengan yang saya harapkan atau malah mengecewakan.

Alhamdulillah, yang dinanti-nantikan selama beberapa hari setelah belanja online akhirnya datang juga. Teriakan ‘paket’ dari kurir itu bikin saya sumringah. Hamil pertama, belanja fashion online pertama, rasanya waktu itu berkesan sekali buat saya. Barang yang saya beli secara online ternyata tidak mengecewakan. Bahkan sampai sekarang masih bisa saya pakai. Bahkan saya pakai juga untuk melakukan aktifitas mengajar di kampus. Gak ada yang tau loh kalo itu aslinya adalah baju untuk ibu hamil dan menyusui. Hehe. Ini dia penampakannya.

belanja online baju hamil dan menyusui

Atasan Hamil dan Menyusui (Dok.pri))

Jadi, apa kesan saya pertama kali belanja fashion online?? Jawabnya ‘puas’ dan ‘nagih’. Hahaha. Setelah itu, saya malah makin rajin cek-cek produk fashion lainnya di internet dan berbagai toko online yang ada. Dan beberapa kali saya masih belanja fashion online sampai saya melahirkan anak pertama. Setelah melahirkan, kemudian tetep belanja online lagi boo… Gak nahan euy buat gak belanja online. Tiap laptop terhubung dengan internet, mata langsung tertuju pada produk fashion bayi. Secara masih dalam pemulihan pasca melahirkan, kan gak mungkin belanja-belanji ke pasar atau mall. Pilihannya ya tetep belanja online dari rumah. Asik banget karena bisa belanja online bahkan sambil nyusuin anak. Hihi.

Begitulah, ternyata dan memang harus diakui bahwa teknologi informasi telah berhasil membuat belanja yang tadinya harus ke toko menjadi belanja online. Teknologi itu kalau dimanfaatkan dengan cara yang positif sangat membantu ya. Termasuk membantu ibu-ibu muda yang rempong kayak saya ini. Saya sekarang termasuk yang hobi belanja online. Bukannya apa-apa, sekarang bahkan beberapa toko online memberlakukan gratis ongkir. Gimana saya gak kalap. Ini menjelang HARBOLNAS 12-12. Saya mulai mengincar-incar produk fashion. Lagian, sudah bisa belanja online kenapa harus belanja keluar rumah lagi. Mendingan di rumah bisa sekalian nemenin anak-anak dan nyusuin Shanza.