Saya tersesat. Saya hampir saja menjadi orang bodoh. Saya hampir saja menjadi orang yang tertinggal. Karena saya pernah tidak peduli dengan yang namanya ‘teknologi informasi’. Pernah merasa ‘asing’ dengan yang namanya komputer dan internet. Pernah tidak percaya diri bisa menyelesaikan penelitian tentang ‘website’ yang erat kaitannya dengan teknologi informasi.

Dulu, ketika saya duduk di bangku kuliah, saya terus berpikir bahwa mereka yang paham tentang teknologi informasi pastilah orang pintar, orang hebat dan jenius. Saya selalu salut dengan orang-orang yang terlihat piawai mengetik tuts di komputer atau notebook seperti seorang ahli IT. Mereka sangat mempesona dan mengagumkan bagi saya. Saya jatuh cinta melihat kehebatan mereka.

Dulu sekali, ketika saya diminta harus menyusun sebuah penelitian sebagai syarat menyelesaiakan tugas akhir di perkuliahan. Tak pernah menduga, kalau saya bisa jatuh cinta detik pertama seorang Dosen menyebutkan bahwa “teknologi informasi itu mudah, siapapun bisa memahaminya”.

Saya penasaran sekaligus nekad. Saya menjerumuskan diri saya ke dalam sesuatu yang saya sendiri ‘buta’ tentangnya. Iya, saya masuk ke dalam bidang minat ‘Sistem Informasi Manajemen’. Di dalam bidang minat tersebut saya adalah satu dari dua perempuan yang di kelas yang punya minat yang sama. Selebihnya adalah laki-laki. Wajar saja, laki-laki memang terkenal lebih logis sehingga mempelajari IT pastilah hal yang sangat mudah dibandingkan perempuan seperti saya ini.

Sampai saya menemukan satu mata kuliah ‘e-business’. Saya entah kenapa, masih dalam rasa penasaran saya, terus aja mengikuti kata hati saya untuk percaya apa yang dikatakan Dosen saya sebelumnya. Saya yakin saya bisa. Untuk pertama kalinya, saya sangat tertarik dengan mata kuliah tersebut. E-business terngiang-ngiang di kepala saya. Benda apakah itu? seperti apa rupanya? bagaimana melakukannya? bagaimana menggunakannya? dan banyak lagi pertanyaan memenuhi kepala saya ketika itu.

Saya semakin penasaran. Dosen saya lalu mengeluarkan kata ‘internet’ dan ‘website’. Saya yang ketika SMA membuat email saja dibantu oleh teman, tidak habis pikir kenapa bisa nekad mengambil bidang minat yang jelas-jelas erat sekali hubungannya dengan teknologi informasi.

Saya belajar dari NOL. Saya seperti seorang anak kecil yang penuh rasa penasaran, penuh tanya dan tak henti-hentinya membaca tentang e-business. Saya berusaha sekuat tenaga saya memahaminya, kata per kata saya pahami isi buku-buku teknologi informasi. Semakin dibaca saya semakin merasa kosong.

Akhirnya, saya mengajukan judul penelitian yang menurut saya sangat singkat namun padat. Intinya adalah tentang bagaimana menganalisis sebuah website sebuah perusahaan. Sekuat tenaga saya kerahkan usaha saya. Saya ingin benar-benar bisa mendapat ilmu tentang teknologi informasi tadi. Setidaknya saya sudah berusaha dan yang paling utama, semoga judul tersebut diterima, bisa selesai tepat waktu dan lulus dengan nilai yang baik.

Dosen pembimbing tugas akhir saya sebagai seorang Profesor tak pernah berhenti memberikan motivasi. Meyakinkan saya bahwa saya mampu menyelesaikannya dengan baik dan tepat waktu.

Beberapa kali saya mentok, namun tetap berusaha melanjutkannya. Akhirnya, saya lulus juga dengan sebuah nilai yang di luar dugaan saya. Mungkin Profesor iba dengan jerih payah saya, rasanya saya belum pantas menerima kelulusan yang sangat baik itu. Sampai titik itu, setidaknya saya sudah mencoba dan saya sudah melalui proses belajar yang cukup panjang dan berakhir indah.

Setelah lulus, saya melanjutkan ilmu yang saya peroleh dengan membuat blog pribadi. Saya terpancing oleh prestasi teman blogger saya karena kepiawaiannya dalam menulis padahal sama-sama baru dalam dunia teknologi informasi. Saya semakin semangat belajar IT.

Waktu sudah lama berlalu. Saya kini sudah menikah bahkan sudah dianugerahi dua orang anak, lelaki dan perempuan. Lengkap sudah. Namun saya terdampar kembali ke daerah. Hidup yang tadinya di kota kini harus banyak menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Yang paling berat adalah NO ACCESS FOR INTERNET. Internet di daerah sangat mahal dan jadi barang ‘langka’.

Saya dalam mengisi hari-hari, melamar menjadi seorang Dosen di sebuah kampus negeri. Saya diterima dan yang paling membuat kaget adalah, berkat bidang minat yang semasa kuliah saya ambil ‘Sistem Informasi Manajemen’ kini saya menjadi seorang Dosen Sistem Informasi Manajemen. Ini adalah sesuatu yang mengagetkan. Saya akhirnya memasang internet, karena saya ‘jujur’ tak sanggup hidup tanpa internet. Bahkan untuk sekedar lihat informasi terkini hingga update materi kuliah, semuanya saya lakukan dengan bantuan teknologi informasi yaitu internet.

perempuan dan teknologi informasi

Saya ‘Penggiat Teknologi Informasi’ (Dok. Rodame)

Dari sesuatu yang saya takutkan, saya justru menjadi pengajar bidang teknologi informasi. Saya tak pernah menyangka, hidup saya kini sangat dekat dengan yang namanya ‘IT’. How come? But It’s True. 

Kini saya ‘menularkan’ ilmu teknologi informasi kepada mahasiswa yang saya didik, sambil terus bergiat menambah ilmu,saya berharap mahasiswa yang saya didik saat ini kelak menjadi generasi penerus bangsa yang mumpuni dan tidak tertinggal. Terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015 yang sudah dimulai, saya sangat yakin Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas adalah satu cara untuk bisa memenangkan persaingan ke depannya. Mereka yang unggul dalam informasi adalah ‘pemenang’ yang sesungguhnya. Saya yakin akan hal ini!