“Pernah mendengar nama jembatan Suramadu? Sudah pernah kesana dan melihat langsung?”

Pertanyaan itu pun akhirnya datang kepada saya. Hari ini ingatan saya seperti dibukakan kembali kepada sebuah jembatan terpanjang di Indonesia yang lama diimpi-impikan masyarakat Indonesia terutama yang berada di Surabaya dan Madura, jembatan itu berhasil menghubungkan bahkan menyatukan dua sisi yang berbeda menjadi sebuah keindahan. Keduanya memiliki budaya yang berbeda, keduanya juga memiliki kearifan lokal yang sangat kaya, bahkan keduanya dianugerahi dengan kekayaan alam yang istimewa. Selat Madura itu kini bukan pemisah lagi melainkan pemersatu. Berkat jembatan Suramadu yang dibangun Mantan Presiden RI periode lalu yaitu bapak Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009, kini semua orang bisa melintas dari Surabaya menuju Madura dengan jalan yang praktis.

Saya memang belum pernah melintasi jembatan Suramadu itu, tapi jika kelak ada kesempatan saya ingin sekali merasakan kebahagiaan masyarakat yang tinggal di kedua wilayah tersebut karena sudah diwujudkan impiannya. Namun kenyataannya impian yang sudah terwujud itu masih dianggap belum mampu memberikan dampak positif terutama dari segi ekonomi kepada masyarakat sekitar. Lalu apa yang salah dengan hal tersebut?

Pembangunan Ibarat Dua Mata Pisau

Pembangunan jembatan Suramadu adalah atas harapan masyarakat terutama yang tinggal di Surabaya dan Madura. Ketika pemerintah mewujudkan harapan tersebut maka tugas berikutnya adalah kerjasama dalam mengembangkannya agar benar-benar memberikan dampak positif terutama dari segi ekonomi untuk masyarakat sekitar jembatan Suramadu tersebut.

Sudahkah masyarakat di Surabaya dan Madura bekerjasama dengan pihak pemerintah dalam hal ini yang diberi tanggungjawab adalah Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam mengembangkan jembatan Suramadu sebagaimana mestinya?

Itu pertanyaan yang harus dijawab terutama oleh masyarakat yang tinggal di sekitar jembatan Suramadu tersebut. Jika jawabannya adalah sudah, maka seharusnya tidak ada masalah. Namun kenyataannya masyarakat di sekitar jembatan Suramadu masih belum mau bekerjasama dengan BPWS. Sebuah informasi menyebutkan bahwa pembebasan lahan untuk pengembangan jembatan Suramadu terkendala oleh masyarakat yang dinilai mempersulit pembebasan lahan. BPWS harus melaksanakan tugas yang diamanahkan pemerintah (baca PP No. 27 tahun 2008) dalam mempercepat pengembangan wilayah Suramadu yang meliputi Pulau Madura, Surabaya dan sekitarnya. Pengembangan itu meliputi 3 kawasan yaitu :  Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Surabaya seluas 600 ha, Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura seluas 600 ha dan kawasan khusus di Utara Pulau Madura seluas 600 ha.

Sampai saat ini disebutkan bahwa BPWS baru berhasil membebaskan lahan sekitar 10 ha dari 600 ha yang ditugaskan. Ini jadi PR yang berat untuk BPWS jika tidak ada kerjasama dari masyarakat sekitar jembatan Suramadu. Jika memungkinkan sebaiknya dilakukan pertemuan lagi dengan para tokoh masyarakat sekitar jembatan Suramadu, berikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan apa yang menjadi penyebab mereka enggan bekerjasama dengan BPWS. Pengembangan ini kan tujuannya untuk masyarakat sekitar jembatan Suramadu juga bukan untuk siapa-siapa, jadi seharusnya ada sikap keterbukaan dan keinginan untuk bekerjasama diantara kedua belah pihak.

Pembangunan menjadi tidak menguntungkan masyarakat jika tidak ada kemauan untuk bekerjasama di dalam realisasi pengembangannya. Jembatan Suramadu akan menjadi sia-sia dibangun jika pengembangan tidak terwujud. Perekonomian masyarakat akan terangkat hanya jika BPWS diberi kesempatan untuk melakukan tugasnya dengan baik. Tentu saja lagi-lagi masyarakat yang menjadi ‘korban’, jika nanti ternyata semakin sedikit turis baik lokal maupun mancanegara yang datang untuk melakukan wisata ke jembatan Suramadu. Penyesalan di kemudian hari tentu akan sangat disayangkan.

Jembatan Suramadu sebagai Pusat Pariwisata Jembatan di Indonesia

Sebenarnya saya sangat berharap pembangunan jembatan Suramadu tidak sekedar penghubung kedua wilayah yang dipisahkan oleh selat Madura saja. Tetapi juga menjadi point of view dari berbagai turis yang datang kesana. Mengapa saya katakan demikian? karena jembatan Suramadu ini bukan jembatan kecil atau jembatan asal-asalan. Jembatan Suramadu dalam pembangunannya menghabiskan sekitar 4,5 triliun rupiah. Bayangkan? ini bukan angka yang kecil. Jadi jika tidak dijadikan pusat pariwisata jembatan di Indonesia tentu akan sangat disayangkan sekali.

Sebut saja kalau di luar negeri, Inggris punya Tower Bridge di London, lalu di Amerika mereka punya Golden Gate dan Brooklyn Bridge, Sydney Harbour Bridge di Sydney, Australia dan di Asia sendiri yaitu di Jepang ada sebuah jembatan yang juga terkenal di mancanegara yaitu Akashi Kaikyō Bridge serta masih banyak lagi jembatan-jembatan di dunia yang akhirnya mendatangkan jumlah turis mancanegara yang tidak sedikit. Perekonomian masyarakat sekitarnya menjadi terangkat setelah jembatan-jembatan tersebut dikelola dengan sangat baik oleh pemerintahnya. Saya sangat yakin kita pun bisa melakukannya. Jadikan jembatan Suramadu menarik, eye catching dan memiliki nilai lebih di mata turis. Bukan sekedar bangunan tapi ada nilai yang istimewa ketika turis berkunjung kesana.

Hadirkan 2 Taman Keluarga Indah yang Mengapit Jembatan Suramadu

Belajar dari negeri sakura, Jepang. Setelah dua buah taman yang indah dibangun di dekat Akashi Kaikyō Bridge. Ternyata turis mancanegara banyak datang. Taman tersebut diberi nama Maika dan Asagiri. Keduanya memberikan pemandangan yang luar biasa terhadap jembatan tersebut sehingga berhasil menjadi daya tarik pariwisata di Jepang. Taman-taman indah yang baik baiknya juga bisa menjadi taman keluarga. Saya rasa Indonesia pun mampu melakukannya.

Jika melihat Walikota Surabaya, Ibu Risma mampu memperindah kota Surabaya dengan taman-taman yang indah tentu saja membangun taman keluarga yang indah di dekat jembatan Suramadu tepat di kota Surabaya adalah hal yang mudah bagi beliau. Dengan menampilkan bunga-bunga khas Indonesia di taman tersebut, menghadirkan suasana khas masyarakat Surabaya disana, lalu membangun fasilitas toilet yang bersih dan memadai, melengkapinya juga dengan kursi-kursi taman yang indah.

Gambar Kiri : www.kuniumi.or.jp Kanan : www.tripadvisor.com

Gambar Kiri : www.kuniumi.or.jp Kanan : www.tripadvisor.com

Demikian juga di Madura, sebaiknya juga dibangun taman yang sama indahnya namun berikan suasana khas masyarakat Madura didalamnya. Karena di Madura udaranya cukup panas mungkin bisa dihadirkan suasana yang asyik dan menyenangkan dengan berbagai permainan anak di dalam taman. Keluarga dapat berkumpul dan bercengkerama di dalamnya sambil terus menikmati keindahan alam di bawah jembatan Suramadu.

Gambar Kiri : www.jb-honshi.co.jp Kanan : www.bookingadvisor.com

Gambar Kiri : www.jb-honshi.co.jp Kanan : www.bookingadvisor.com

Turis sangat senang sekali dengan pemandangan alam yang indah, bersih dan unik. Saya yakin turis yang datang baik yang singgah di taman tepat sebelum menyeberangi jembatan Suramadu maupun yang nantinya sudah tiba di taman yang satunya yaitu di Madura akan sangat menyukai suasananya. Dua taman indah dengan nuansa yang berbeda tapi memberi kesan yang dalam terhadap pemandangan jembatan Suramadu. Ini bisa menjadi langkah kreatif yang bijak dalam membangun pariwisata di Surabaya dan Madura.

Saya yakin kedua taman indah yang mengapit jembatan Suramadu kelak akan membuat turis ketagihan untuk berkunjung kembali ke jembatan Suramadu. Taman dan keindahan alam selalu berhasil menarik turis. Bagaimanapun turis itu mencari suasana yang menyenangkan jadi suasana itu yang harus dibangun dan disajikan pada mereka. Kembalilah kepada alam, saya yakin itu yang turis suka. Bosan dengan segala kepenatan dan hiruk pikuk di kota tentu saja alam yang dicari. Nah, jembatan Suramadu kelak dengan 2 taman indah yang mengapitnya akan menjadi pusat pariwisata jembatan terindah di Indonesia atau mungkin dunia. Siapa tahu?

We believed in our idea – a family park where parents and children could have fun- together
– Walt Disney

 Tulisan ini saya persembahkan untuk Pengembangan jembatan Suramadu pada lomba blog “Ide untuk Suramadu” 

baneeer