Asal Usul Jamu Indonesia

Para sejarawan menemukan bukti bahwa jamu ditemukan sejak zaman prasejarah. Di Museum Nasional Jakarta terdapat benda bersejarah seperti koleksi lumpang, lesung, cobek dan alu yang terbuat dari bahan batu seperti pada zaman Neolitik. Selain itu pada sebuah bagian di dinding Candi Borobudur peninggalan agama Budha  abad ke 8-9 Masehi terdapat pahatan pembuatan jamu yang melukiskan proses menumbuk dari daun-daun kemudian dioleskan pada tubuh seorang wanita. Ada juga pahatan orang sedang menikmati jamu dari sebuah mangkok dan yang lainnya sedang dipijat.

Relief Batu di Candi Borobudur

Relief Batu di Candi Borobudur

Dokumentasi kuno berupa tulisan tangan pada daun lontar yang ditemukan di Bali dan Keraton-keraton Jawa. Dalam Serat Centhini misalnya terdapat penjelasan berbagai penyakit dan cara mengobatinya dengan daun herbal yang diolah dalam bahasa Jawa kuno. Manuskrip tersebut dibuat pada masa Kerajaan Surakarta di bawah pemerintahan Susuhunan Pakubuwono IV (1788-1820). Ada juga manuskrip Chandra Rini yang dibuat tahun Saka 1972 yang berisi tentang perawatan dengan jamu untuk kesehatan tubuh yang utuh. Bukti-bukti sejarah tersebut menunjukkan bahwa jamu dahulu memang banyak dipergunakan kaum bangsawan karena itu keistimewaan jamu tersebut maka jamu pun disebut-sebut sebagai warisan leluhur dan warisan budaya di Indonesia yang harus dilestarikan.

Jamu dalam Berita Dunia


me1Video Maker

Prospek dan Masa Depan Jamu Indonesia

Di tengah-tengah maraknya buku tanaman obat dan tingginya animo masyarakat terhadap jamu dan produk olahan tanaman obat saat ini, membuat saya semakin yakin bahwa sekarang memang saat yang tepat untuk kebangkitan jamu Indonesia. Gaya hidup ‘back to nature‘ yang merambah di kalangan masyarakat Indonesia dan dunia juga sangat mempengaruhi hal tersebut. Eksistensi jamu baik di Indonesia maupun masyarakat dunia membuka peluang besar khususnya bagi negara-negara yang kaya akan keanekaragaman tanaman obat seperti Indonesia untuk menjadi pemimpin (leader) herbal dunia. Sebuah informasi bahkan menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara nomor dua yang terkaya keanekaragaman tanaman obatnya setelah Brazil. Jenis tanaman obat Indonesia sekitar 9600 spesies .

Mengetahui hal tersebut tentu ini adalah berita yang harus disambut dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Momen ini bisa menjadi awal periode baru bagi jamu Indonesia. Satu-satunya kekayaan alam yang tidak bisa dibeli oleh negara lain karena kesuburan tanah dan anugerah yang Tuhan sudah berikan sudah seharusnya kita jaga dan lestarikan bersama-sama. Melestarikan tanaman obat berarti sama dengan melestarikan jamu. Dan yang lebih menakjubkan lagi, semakin diteliti semakin banyak informasi yang kita peroleh tentang berbagai tanaman yang berpotensi dijadikan jamu sebagai ciri khas negara kita Republik Indonesia ini. Jika dilihat dari nilai ekspor tanaman obat Indonesia, pada tahun 2002 saja mencapai 5,452 juta dolar AS dengan volume 9.149 ton dan tahun 2010 mengalami kenaikan hingga 7,2 juta dolar AS.

Selain itu keberadaan lembaga atau badan yang khusus melakukan riset dan pengembangan tanaman biofarmaka sangat penting. Sebut saja beberapa tanaman yang tadinya dianggap gulma seperti alang-alang. Awalnya dianggap tanaman pengganggu atau perusak keindahan di pekarangan maupun perkebunan pertanian namun setelah diteliti ada manfaatnya kini perusahaan besar berlomba-lomba menjadikannya produk olahan yang siap dikonsumsi. Lalu kemudian ada daun katuk. Khasiatnya diyakini mampu memperbanyak jumlah ASI bagi ibu menyusui sekarang tersedia bentuk kapsulnya sehingga lebih praktis.

Dan berkat lembaga riset seperti Pusat Studi Biofarmaka IPB (Institut Pertanian Bogor) sebagai salah satu lembaga riset tanaman biofarmaka di Indonesia, kini industri biofarmaka di Indonesia semakin berkembang dan diminati oleh para pengusaha. Pusat Studi Biofarmaka IPB disebutkan sudah meneliti sebanyak 144 jenis tanaman obat yang berkhasiat dengan produk unggulan hasil penelitian dalam bentuk ekstrak, kapsul, suplemen dan permen seperti Nuratik yaitu berupa kapsul untuk asam urat, Biolangsing, Gano instan, Biogra untuk meningkatkan vitalitas dan lumricap untuk jantung selain itu untuk produk permennya adalah : permen minyak kayu putih untuk masuk angin, permen jahe dan permen temulawak untuk nafsu makan. Kemudian juga ada dalam bentuk serbuk berupa minuman seperti : Alora instan dan antioksidan tea (ekstrak daun sirsak).

Aneka Jenis Produk Pusat Studi Biofarmaka IPB (Dok.RodameMN)

Jamu di Rumah (Dok. Rodame MN)

Aneka Jamu di Rumah (Dok. Rodame MN)

Semua tanaman yang berkhasiat kini dapat dinikmati dalam kemasan yang lebih praktis sehingga dapat dibawa kemana-mana. Terutama ketika tidak sedang musim atau kesulitan memperoleh tanaman obat, maka bentuk olahan jadi seperti yang ada di pasaran bisa menjadi pilihan yang bijak. Saya sendiri di rumah menggunakan cukup banyak jamu mulai dari minyak telon bayi untuk anak saya, larutan penyegar dan kunyit asam. Pemerintah memang perlu mendukung sepenuhnya dengan memberikan anggaran riset yang memadai terhadap lembaga-lembaga riset tersebut tentu saja secara langsung akan mempengaruhi kualitas dan eksistensi jamu Indonesia.

Kendala dan Solusi Pengembangan Jamu di Indonesia

Sayangnya, potensi jamu Indonesia masih menghadapi beberapa kendala dalam pengembangannya saat ini. Saya melihat ini merupakan kelemahan sekaligus tantangan yang harus bisa diselesaikan agar kita mampu melestarikan jamu Indonesia sebagai identitas dan ciri khas bangsa Indonesia. Kendala-kendala tersebut dari mulai hulu, proses, hilir hingga penunjang industri jamu adalah :

1. Belum terpenuhinya kebutuhan tanaman obat dalam negeri

Pada industri hulu atau disebut juga on farm, maka penggunaan benih atau bibit tanaman obat terkualitas  dalam proses budidaya tanaman obat sangatlah penting. Kualitas tanaman obat yang berpotensi menjadi tanaman biofarmaka yang akan dijadikan jamu adalah dasar dari kualitas jamu yang bermanfaat, bernilai jual tinggi dan kontinuitas perdagangan jamu ke depannya. Bisa dibayangkan jika kebutuhan tanaman obat untuk dalam negeri masih belum terpenuhi bagaimana kita akan menjadi leader dalam industri jamu di dunia. Artinya masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama melestarikan dan membudidayakan tanaman obat Indonesia untuk bisa terus menjaga benih/bibit yang berkualitas. Mulai dengan menanam sendiri di pekarangan rumah atau membuat kebun tanaman obat bersama. Pemerintah juga dapat membangun kebun tanaman obat percontohan dalam satu desa “one village one herbal garden“. Sekaligus bisa menjadi sumber penyedia tanaman obat sebagai bahan baku pembuatan jamu.

permintaan tinggi

Permintaan Jamu Terus Meningkat (Google img)

2. Kemasan jamu yang kurang menarik

Pada industri hilir atau disebut off farm, pemasaran menjadi sorotan yang sangat penting untuk diamati. Beberapa jenis jamu memang sudah dikemas cukup baik dan rapi tapi kebanyak justru tidak menarik sama sekali. Saya membayangkan jika akan menjadikan jamu sebagai oleh-oleh ke luar negeri sepertinya kurang pantas. Padahal sebenarnya jamu sangat berpotensi menjadi buah tangan turis yang berkunjung ke Indonesia untuk dibawa ke negaranya. Perhatikan beberapa negara maju seperti Jepang dalam mengemas produknya, sangat apik penuh estetika dan sangat layak dijadikan buah tangan. Jamu terasa masih kurang diistimewakan dan terkesan dikemas seadanya di Indonesia. Untuk pasar dalam negeri mungkin masih laku tapi untuk dibawa ke manca negara masih jauh dari standar kemasan yang sebenarnya. Memperbaiki kemasan juga mampu meningkatkan nilai jual jamu Indonesia di pasar internasional.

Kemasan Jamu Indonesia Saat ini

Kemasan Jamu Indonesia Saat ini

Aneka Kemasan Produk Herbal di Dunia

Aneka Kemasan Produk Herbal di Dunia

Aneka Kemasan Minuman Herbal di Dunia

Aneka Kemasan Minuman Herbal di Dunia

3. Meningkatkan Pemasaran offline dan online

Jamu bukan sekedar warisan leluhur tetapi juga kekayaan bangsa Indonesia yang khas dan harus kita banggakan. Jika jamu sudah dikemas dengan sangat baik, maka langkah selanjutnya adalah memasarkannya seluas-luasnya. Menjadikan jamu populer di dunia tentu harus dimulai dari masyarakat Indonesia sendiri. Lagi-lagi negara Jepang menjadi contoh dalam hal ini. Teh hijau yang sangat terkenal dari Jepang kini menjadi buah tangan yang istimewa, dikemas dengan baik dan dipasarkan di minimarket, supermarket, bandara internasional bahkan ketika kita berkunjung ke restoran atau hotel “welcome drink” yang disuguhkan adalah teh hijau. Bagaimana dengan Indonesia? saya malah merasa masih kesulitan menemukan jamu di tempat-tempat tersebut, beberapa kali saya malah bertanya langsung ke kasir menanyakan tentang jamu dan kebanyakan tidak menyediakan atau menjual minuman jamu. Sedih sekali rasanya, ketika ingin membudayakan minum jamu, justru sulit untuk mendapatnya.

Sepertinya pemasaran jamu baik offline maupun online belum dioptimalkan sehingga keberadaan jamu menjadi sulit di negeri yang merupakan produsen jamu. Secara offline, jamu bisa dimasukkan ke pusat-pusat perbelanjaan, hotel, restoran, bandara dan berbagai tempat dimana jamu bisa semakin dekat dengan pelanggan. Secara online, kita bisa memanfaatkan media online sebagai pemasaran jamu juga sangat baik. Saat ini pengguna internet di dunia terus meningkat dengan membuat sebuah website khusus untuk memasarkan jamu Indonesia yang terintegrasi langsung dengan para produsen jamu sebagai pemasok. Dimana semua produk jamu yang dipasarkan melalui website tersebut sudah diseleksi terlebih dahulu agar kualitas dan nama baik jamu terjaga di dunia. Nama website jamu indonesia yang saya sarankan adalah www.jamuindonesia.co.id semoga dengan memiliki website tersebut masyarakat dan pemerintah semakin mudah untuk mempromosikan dan memantau perkembangan jamu di dalam dan luar negeri.

Jamu Kini Tersedia di Pusat Perbelanjaan seperti Botani Mall Square di Bogor (Dok.RodameMN)

Jamu di Pusat Perbelanjaan Botani Square Bogor (Dok.RodameMN)

4. Banyaknya jamu palsu yang beredar di masyarakat

Di tengah-tengah maraknya masyarakat konsumsi jamu saat ini, sebagian oknum tidak bertanggungjawab justru memanfaatkannya untuk menipu. Jamu palsu banyak beredar di pasaran. Bukannya justru menyehatkan malah dikuatirkan mengganggu kesehatan. Ketidaktahuan masyarakat akan kontraindikasi dan efek samping mengkonsumsi jamu tertentu pada tubuh membuat semua yang herbal-herbal dianggap menyehatkan, padahal jika tidak diteliti dan melalui proses pengawasan yang benar dalam hal ini BPOM sebenarnya sangat mungkin jamu yang kita minum tadi berubah meracuni tubuh kita. Pengawasan dan inspeksi terhadap jamu-jamu yang tidak layak edar harus ditingkatkan agar jangan sampai menelan korban dan justru merusak citra jamu Indonesia di mata dunia.

Jamu Palsu (Dok. republika.co.id)

Penemuan Jamu Palsu (Dok. republika.co.id)

5. Jamu belum menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di Indonesia

Jamu memang warisan leluhur tetapi kenyataanya kepopuleran jamu justru semakin menurun seiring masuknya beraneka macam jenis minuman non jamu yang merajai pasar minuman di Indonesia. Menjadikan jamu sebagai bagian yang terpisahkan dalam kehidupan keseharian kita sangatlah penting. Diperlukan dorongan dari pemerintah, bisa melalui poster di jalan-jalan utama, booklet tentang jamu, iklan layanan masyarakat di radio maupun televisi yang bersifat ajakan atau edukasi untuk mengkonsumsi jamu sebagai warisan leluhur. Istilah sekarang ini disebut campaign atau kampanye. Mengkampanyekan jamu di berbagai tempat, lokasi agar jamu semakin lekat dengan Indonesia. Membuat jamu sebagai brand-nya Indonesia. Jadi ketika orang asing mendengar kata jamu, maka mereka mengetahui itu pastilah budaya Indonesia.

6. Ketersediaan modal usaha bagi IOT (Industri Obat Tradisional) dan IKOT (Industri Kecil Obat Tradisional)

UKM dinilai mampu meningkatkan perekonomian bangsa. Usaha jamu juga cukup banyak dilakukan oleh IOT dan IKOT yang dalam pengembangannya mereka terkadang terkendala dengan modal usaha. Alangkah baiknya jika pemerintah dan lembaga keuangan yang ada di Indonesia memudahkan IOT dan IKOT tersebut untuk mendapatkan tambahan modal dalam mengembangkan usaha mereka. Dengan semakin banyak IOT dan IKOT bidang jamu yang berkembang maka akan semakin baik pula pengembangan jamu Indonesia. Secara tidak langsung tentu akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian bangsa.

Sebenarnya masih banyak hal yang harus diperbaiki dari pengembangan jamu Indonesia, saya yakin dengan masukan yang begitu banyak dari masyarkat, jamu Indonesia akan tetap lestari dan semakin dikenal di mata dunia. Meski demikian, sebagai seorang warga negara Indonesia, saya pun harus berperan dan ikut serta melestarikan jamu dengan cara saya sendiri, seperti :

1. Memprioritaskan jamu untuk kesehatan saya dan keluarga

Jujur saya, di tempat saya tinggal saat ini, saya agak kesulitan menemukan jamu gendong. Mungkin karena lokasi rumah yang agak nyempil di ujung jalan jadi pedagang jamu gendong tidak melewati rumah saya. Karenanya saya harus mencari alternatif lain agar tetap dapat membiasakan minum jamu setiap hari dengan membeli jamu bentuk kemasan yang bisa diminum kapan saja dan dimana saja. Kebiasaan minum jamu memang sudah diturunkan dari kebiasaan kedua orangtua saya sejak saya kecil jadi rasa pahit tidak menjadi alasan penolakan minum jamu bagi saya. Khasiat dan manfaat untuk kesehatan itulah yang lebih penting. Jika keadaan sedang kurang sehat maka jamu akan saya pilih menjadi cara pertama untuk memulihkan kesehatan saya. Dulu sewaktu SMA, saya pernah divonis gejala penyakit kuning, kalau kata dokter ada pembengkakan pada hati saya, dan syukurnya kedua orangtua saya memang memilih cara pengobatan dengan minum jamu. Jadi beberapa bahan tanaman obat termasuk kunyit yang telah dihaluskan disedu bersamaan dan diminum secara rutin. Meski perlahan tapi akhirnya jamu membantu saya pulih kembali.

Menemukukan Pedagang Jamu Gendong di Puskesmas (Dok.RodameMN)

Mencari Pedagang Jamu Gendong (Dok.RodameMN)

2. Bertanam tanaman obat Indonesia

Saya percaya ikut menanam beberapa tanaman obat yang berkhasiat untuk kesehatan adalah cara yang tepat untuk terus melestarikan jamu Indonesia. Beberapa tanaman obat yang ada di pekarangan dan lingkungan sekitar saya adalah sirih merah, bangle, jeruk nipis, singkong, daun salam, jambu biji dan cabe rawit, sirsak, singkong. Seperti yang disebutkan dalam publikasi hasil riset Pusat Studi Biofarmaka IPB bahwa tanaman seperti sirsak, jambu biji, singkong, bangle, daun sirsak, cabe rawit memang teruji dan terbukti memiliki khasiat.

Dari kiri atas ke kanan: Singkong, Sirsak; Dari kiri bawah ke kanan: Cabe rawit, Bangle, Jambu biji (Dok. Rodame MN)

Singkong, Sirsak, Cabe rawit, Bangle, Jambu biji (Dok. Rodame MN)

3. Edukasi dini pada anak dan remaja tentang jamu dan khasiatnya

Kebiasaan baik yang diturunkan oleh kedua orangtua tentu akan saya turunkan juga pada anak-anak saya kelak. Meski anak saya baru berusia 2 tahun 1 bulan saat ini tapi meminum jamu yang memang alami tanpa bahan kimia saya yakini bermanfaat juga untuk tumbuh kembangnya. Beberapa hari yang lalu anak saya mendadak menolak semua makanan, saya kehilangan cara sampai akhirnya saya mencari pedagang jamu gendong membeli jamu untuk anak agar nafsu makannya meningkat. Ibu pedagang jamu gendong memberikan saya jamu yang mengandung ekstrak tanaman Lempuyang yang diyakininya mampu meningkatkan nafsu makan anak. Sesampainya di rumah, dia bahkan terlihat senang meminumnya perlahan dengan sendok. Keesokan harinya, manfaatnya terasa, anak saya sangat lahap makan saya sampai kebingungan karena reaksi jamu yang sangat cepat dalam meningkatkan nafsu makannya.

Jamu Gendong dengan Ekstrak Tanaman Lempuyang (Dok.RodameMN)

Jamu Gendong Lempuyang (Dok.RodameMN)

Ternyata bertambahnya nafsu makan anak saya memang sesuai dengan fakta khasiat tanaman lempuyang yang disebutkan oleh Pusat Studi Biofarmaka IPB, berikut ini informasinya :

lempuyang gajah

Selain membiasakan anak dan keluarga minum jamu, saya juga menyarankan agar studi biofarmaka dimasukkan dalam salah satu mata pelajaran sekolah mulai SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Membuat kegiatan ekstrakurikuler baik itu pusat studi biofarmaka anak, remaja atau mahasiswa dimana anak dan remaja bisa mengetahui dan mengenal jamu sejak mereka mampu belajar. Produk-produk temuan atau inovasi pusat studi biofarmaka remaja dan mahasiswa dapat difasilitasi sekolah untuk kemudian dijadikan warung jamu, kedai jamu, cafe jamu sehingga mereka semakin termotivasi untuk belajar tentang biofarmaka. Dengan demikian, anak-anak dan remaja yang sekarang ini kurang mengenal jamu menjadi trend setter berkembangnya jamu di Indonesia.

4. Menulis artikel tentang jamu Indonesia melalui blog

Cara yang terakhir ini adalah cara yang paling dekat, mudah dan bisa saya lakukan kapanpun darimanapun. Saya berharap melalui blog saya bisa terus berbagi informasi tentang jamu dan manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Sekaligus mengenalkan jamu Indonesia ke dunia. Efek jangka panjangnya adalah semoga jamu Indonesia menjadi kiblatnya herbal dunia ke depannya.

Blog Pribadi Rodame MN

Blog Pribadi Rodame MN

Terakhir, saya mengajak semuanya agar kita bersama-sama mempopulerkan jamu seperti teh hijau di Jepang.  Seperti kita ketahui di Jepang bahkan upacara minum teh hijau telah menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung kesana. Bagaimana mereka membuat teh hijau dan membudayakannya sehingga menjadi sangat istimewa seolah-olah teh hijau dari Jepang berbeda dibandingkan dengan teh hijau di negara lainnya. Teh hijau telah menjadi sebuah kebudayaan dimana teh hijau menjadi bagian dari hidup mereka yang tidak bisa dipisahkan dari setiap kegiatan. Saya yakin, Indonesia juga bisa menjadikan jamu seistimewa teh hijau di Jepang. Dengan konsistensi yang tinggi disertai usaha membudayakan minum jamu secara menyeluruh di masyarakat Indonesia maka daya tarik jamu pun kelak mampu bersaing dengan teh hijau atau minuman herbal lainnya dari negara lain. Bukan tidak mungkin kelak Indonesia menjadi negara dengan jamu sebagai warisan dunia yang harus dilestarikan bersama.

Melestarikan jamu bisa dimulai dari yang terkecil yaitu diri sendiri

Melestarikan jamu bisa dimulai dari yang terdekat yaitu keluarga

Melestarikan jamu bisa dimulai dari yang termudah yaitu prioritaskan jamu untuk kesehatan

Melestarikan jamu bisa dimulai dari saya, anda dan kita semua

Karena jamu adalah milik saya, anda dan kita bersama

Lestarilah Jamu Indonesia

minum jamu indonesia rodame

Sumber Referensi 

http://sirusa.bps.go.id/index.php?r=istilah/view&id=2373
http://www.diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/121
http://perkebunan.litbang.deptan.go.id/upload.files/File/publikasi/perspektif/Perps-Vol8_No1_09/N-5%20rini_edited.pdf
http://www.suaramerdeka.com/harian/0411/26/eko06.htm
http://setkab.go.id/berita-6052-tanaman-obat-indonesia-capai-7500-spesies.html
https://id.berita.yahoo.com/ekspor-tanaman-obat-indonesia-naik-090218501.html
http://www.kemendag.go.id/files/pdf/2014/01/06/Kajian-Jamu.pdf
Google Book (online) : The Martha Tilaar way: sukses meraih bisnis

 

Tulisan ini asli karya penulis dan sedang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Artikel Jamu Pusat Studi Biofarmaka IPB 2014

2014-09-10_214738