Saya tidak pernah bermimpi punya sekolah seperti ini. Dikelilingi oleh bukit yang hijau dan asri. Saya dulu juga tidak pernah tahu bahwa sekolah ini kemudian ternyata sebuah yayasan yang diasuh oleh orang-orang hebat dan asli putra daerah. Pembina dan Pendiri sekaligusΒ  yang berjasa dan membangun dan membuat sekolah ini ada, adalah Bapak Akbar Tanjung. Putra daerah yang selalu bangga kembali ke daerahnya Sumatera Utara, melantik murid setiap tahunnya di Pandan, Sibolga. Meski kondisi yayasan pernah terpuruk karena keuangan tapi sekolah ini kini bangkit dan terus mengukir prestasi hingga ke mancanegara.

Saya bangga sekaligus sedih, bagaimanapun sekolah ini tadinya adalah semi militer, yang diasuh oleh instruktur berprofesi TNI. Sejujurnya semi militer selalu dinilai ketat dan disiplin. Memang demikian, maka patuhilah semua aturan dan jangan berani berbuat salah atau akan dihukum fisik. Eitss, jangan kuatir hukum fisiknya lari lapangan, sit up, push up, juga mencabut rumput di halaman asrama dan sekolah. Ringan kan hukumannya, tunggu sampai kalian tahu seperti apa sekolah ini.

Masuk sekolah ini, diseleksi dulu sekitar empat tahapan seperti akan tes cpns atau tes kerja lainnya dan sistem gugur. Tes akademik jika lulus masuk tes psikotes jika lulus masuk tes kesemamtaan jika lulus tes akhir adalah kesehatan. Jika tidak siap mental dan fisik jangan berani-berani masuk sekolah ini. Ngeri-ngeri sedap… saya saja hampir pingsan tes psikotesnya, berjam-jam dan macam-macam. Bayangkan di usia seperti itu, sudah melalui berbagai tes yang bagi saya sendiri yang datang dari kampung itu gila rumit dan sulitnya. Tapi buat yang sudah mempersiapkan diri, semoga saja lebih mudah melaluinya, sisanya banyak-banyak berdoa agar lulus dan menjadi murid sekolah ini.

Apa yang membuat sekolah ini istimewa?

1. Gedung Sekolah

Sekolah dan seluruh fasilitas yang ada dibangun diatas lahan seluas 18 hektar. Emm, sekarang sudah terbayangkan kalau dapat hukuman fisik seluas itu kira-kira membersihkan rumput dan lari lapangannya segimana jauhnya, bangunan sekolahnya unik dan bentuknya meliuk-liuk dan baru kali ini saya melihat sekolah seperti ini. Matauli singkatan dari Maju Tapian Nauli dalam bahasa Indonesia artinya kira-kira ‘majulah Tapian Nauli (Tapanuli)‘.

Penampakan SMAN 2 PLUS MATAULI Pandan Sibolga (sumber : sman1-matauli.sch.id)

Penampakan SMAN 1 MATAULI Sibolga (sumber : sman1-matauli.sch.id)

Ruang guru lantai 1, Lab bahasa dan komputer lantai 2 (Dok. Fadillah)

Ruang guru lantai 1, Lab bahasa dan komputer lantai 2 (Dok. Fadillah)

Lapangan upacara (Dok. Fadillah)

Lapangan upacara (Dok. Fadillah)

2. Asrama

Asrama ini terdiri dari 4 lantai yang diisi penuh oleh murid kelas unggulan A dan unggulan B dan C yang telah lolos seleksi terlebih dahulu. Terdiri dari murid kelas 1, 2 dan 3 serta lengkap dengan kamar para instruktur yang terdiri dari 2 orang instruktur laki-laki dan 2 orang instruktur perempuan. Sekali lagi, instrukturnya Angkatan Militer ya.. Ruang makan berada di lantai 1 bagian belakang cukup untuk menampung makan semua murid yang tinggal di asrama. Setiap hari pagi, siang dan malam, makan bersama-sama dan ada piket yang digilir tiap meja untuk melayani kebutuhan semua murid yang sedang makan. Mulai dari minta air minum, mengirim makanan dan lain-lain. Fasilitas lainnya di dalam asrama adalah piano di lantai satu dekat pintu masuk ruang makan, lobby di tengah dengan tangga menuju ke perpustakaan, ruang audio visual untuk nonton bareng di sebelah kiri dan toilet.

Asrama Putra Kiri dan Asrama Putri Kanan (Dok. Fadillah)

Asrama Putra Kiri dan Asrama Putri Kanan (Dok. Fadillah)

Ruang Makan Murid yang tinggal di Asrama (Dok. Fadillah)

Ruang Makan Murid yang tinggal di Asrama (Dok. Fadillah)

3. Kolam renang

Kolam renang ini cukup besar dengan standar kolam renang Olympic. Beberapa kali saya berenang semasa sekolah dulu karena ada pelajaran renangnya. Cukup nyaman lengkap dengan tempat berteduh dan cafenya.

Kolam Renang (sumber : www.sman1-matauli.sch.id)

Kolam Renang (sumber : www.sman1-matauli.sch.id)

4. Poliklinik kesehatan

Kemarin saya sempat cerita tentang kisahku bersama jamu dan banyak teman-teman blogger yang penasaran tentang poliklinik dimana saya bedrest selama seminggu penuh karena sakit. Polikliniknya bersih, aroma obat dimana-mana, dan kamar tidur untuk saya istirahat ada disebelah kanan memang tidak ada gambar ruang istirahatnya yang jelas nyaman namun agak ngeri-ngeri sedap kalau malam hari dan sendirian.

Poliklinik Kesehatan (Dok. Fadillah)

Poliklinik Kesehatan (Dok. Fadillah)

5. Mess

Sekolah ini juga dilengkapi dengan mess, semasa saya sekolah dulu, ruang mess di bagian tengahnya dipakai ruang makan karena dulu ruang makan di asrama tidak cukup menampung semua murid. Berita buruknya saya pernah terkunci di dalam toilet dalam mess. So, hati-hati ajak teman ke mess kalau ada apa-apa ada yang bantuin cari pertolongan, hahaha… meskipun akhirnya ada bapak yang suka bersih-bersih yang akhirnya membukakan pintu toilet.

Mess yang kini berubah menjadi mess komersil (Dok. Fadillah)

Mess yang kini berubah menjadi mess komersil (Dok. Fadillah)

6. Mesjid

Bagi umat muslim tersedia tempat ibadah di dalam kompleks sekolah, lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan depan pintu masuk sekolah. Di depan kolam renang sebelah kiri, di ujung jalan sehingga tidak hanya murid yang dapat beribadah tetapi warga pun bisa menikmatinya. Dulu belum ada TPA-nya sekarang sudah ada TPA-nya.

Mesjid Sekolah (Dok. Fadillah)

Mesjid Sekolah (Dok. Fadillah)

7. Perpustakaan

Buku-bukunya berkualitas mulai dari bahasa Indonesia, Inggris sampai bahasa asing lainnya. Ensiklopedia berbagai macam pengetahuan, novel sastra dan majalah komputer, rasanya tidak pernah bosan membaca di dalamnya lengkap dengan 3 ruang baca yang sangat nyaman.

Perpustakaan Sekolah (Dok. Fadillah)

Perpustakaan Sekolah (Dok. Fadillah)

Gimana? sudah kenal kan dengan sekolah dimana saya pernah mengemban pendidikan setaraf Sekolah Menengah Atas. Sekolah itu setiap tahunnya diperebutkan oleh ribuan lulusan Sekolah Menengah Pertama bukan hanya dari Sumatera Utara saja bahkan dari luar pulau Sumatera seperti Jawa. Artinya sekolah tersebut memang telah menjadi sekolah impian bagi sebagian besar orang. Apakah dulu sekolah itu impian saya? jawabannya iya, saya selalu iri dengan cerita kakak kelas yang berkirim surat tentang bagaimana mewah dan ekslusifnya sekolah itu. Tidak mudah bagi saya yang tidak pernah meraih rangking di kelas ini berkompetisi dengan calon murid yang kecerdasannya jauh di atas rata-rata. Bagi saya yang lebih senang kegiatan outdoor ini, menerima sekolah dengan sistem semi militer dan asrama adalah hal yang paling mengejutkan dan tidak pernah saya lupakan.

Jangan pernah masuk sekolah ini, atau kau akan merindukannya dan tak bisa melupakannya!

Karena semua indah dan penuh kisah

Β