Masih ngomongin mainan anak. Kali ini tentang mainan anakku ‘Alimikal’ yang sangat disukainya tapi sebenarnya kalau dipikir-pikir berbahaya juga. Entah sejak kapan dia suka memainkan benda itu seperti mainan. Saya juga tak perah tahu kapan dia mulai memikirkan atau melihat benda itu sebagai mainan. Yang jelas, dia akan girang sekali kalau ada benda itu terlihat di dalam atau luar rumah. Kita memang tidak pernah tahu bagaimana proses pembelajaran dan eksplorasi yang dilakukan seorang anak kecil terutama yang batita.

Usianya baru 2 tahun 5 bulan tapi hasrat bermain memang tak bisa dihindari. Sepertinya itu alamiah dan datang begitu saja padanya. Sejak dia sudah mulai bisa meraba, memegang, mencium, memakan maka apapun yang dapat dijangkau olehnya akan dimainkannya bahkan bisa-bisa dimasukkan ke mulutnya, hidungnya bahkan telinganya. Ya ampuuun…begitulah saya hampir tiap hari syok dibuatnya.

Saya tak mungkin bisa mengawasinya 24 jam dalam dunia bermainnya, karena saya juga harus melakukan kegiatan lainnya di rumah seperti memasak, mencuci dan lain-lain. Nah, bahayanya kalau saya sedang berdua saja di rumah dan dia sedang tidak tidur maka semua kegiatan akan dihentikan sementara karena kuatir kalau ditinggal sendiri dia akan memasukkan sesuatu yang tidak baik ke mulut, hidung atau telinganya. Bisa gawat nantinya.

Saya mau cerita ada beberapa benda di rumah yang berbahaya jika dimainkan anak-anak terutama batita. Di usia segitu, kadang anak belum paham artinya tidak boleh, jangan , awas dan kata-kata larangan lainnya yang mereka tahu adalah memuaskan rasa penasaran dan menikmatinya sebagai sebuah permainan yang menyenangkan hati. Benda-benda itu adalah :

1. Cotton bud

Saya sering menggunakan cutton bud di depannya ketika menemaninya main. Tapi, sayangnya itu dicontohnya sebagai sebuah permainan. Dia melihat saya menyimpannya dimana, lalu marah dan ingin memegangnya juga. Saya tidak berpikir dia akan mencontoh menggunakan cutton bud itu, jadi tentu saja karena saya ikut mengawasi saya berikan padanya. Eh, dia tak mau satu buah malah maunya semuanya sebungkus cutton bud itu harus diberikan padanya. Ketika lengah, saya lihat dia sedang memasukkannya ke telinganya. Syok bukan main kan bahaya kalau tertusuk terlalu dalam. Duh, duh, duh…dia terlanjur tahu dan melihat cutton bud sebagai sesuatu yang bisa dimasukkan ke telinga. Lama-lama dia berhenti melakukan itu karena sering diawasi. Tapi kemudian dia bereksplorasi lagi, kali ini dimasukkan ke mulut, lalu kapasnya dikunyah-kunyah dan dilepeh. Ya ampuuun, apa lagi ini? iya, itulah sebabnya cutton bud ternyata bisa berbahaya buat anak, maka sebaiknya hindari pemakaiannya di depan anak.

2. Manik-manik atau mutiara sintetis

Di rumah banyak sekali manik-manik dan mutiara sintetis untuk kegiatan crafting. Dulu saya pikir ketika membuka dan mengerjakan prakarya di depan anak tidak akan menjadi masalah. Saya salah besar. Anak saya hafal dengan benda itu dan dia pikir itu sesuatu yang bisa dimainkan olehnya. Pernah saya memberikan padanya sambil mengawasinya, dan ketika lengah ternyata dia sedang memasukkannya ke dalam hidungnya. Apa?!! iya hidung. Ya ampun, kalau begini kan sangat berbahaya bisa tersumbat pernafasannya karena benda bulat itu. Paniknya bukan main saya ketika melihat ada mutiara sintetis nyangkut di hidungnya. Entah darimana dia mencontoh itu. Nah, sebaiknya memang jika di rumah suka melakukan kegiatan crafting, tidak usah di depan anak terutama batita, tunggu tertidur saja baru dikerjakan. Akan lebih baik disimpan di tempat yang aman yang dia tidak tahu sama sekali isinya.

3. Jarum pentul 

Benda yang satu ini sangat akrab dengan anak saya. Karena tiap hari tiap pakai pasmina, anak saya selalu melihat benda ini. Jarum pentul itu entah kenapa menarik sekali di matanya. Ujungnya yang bulat dan ujung satunya yang tajam membuat dia penasaran sekali. Dia bahkan rela manjat buat dapatin jarum pentul itu. Kadang tak sengaja dia menemukannya entah darimana, pasti saya yang salah letak makanya bisa terjangkau olehnya. Eh ternyata malah dia bereksplorasi sendiri, itu jarum pentul dicoba tusukin ke badan. Haduuuuh, bisa gawat ini. Akhirnya saya ambil saja daripada melukai, biarlah dia menangis. Oke I am done with pasmina sekarang pakai jilbab langsung aja, tanpa jarum pentul biar lebih aman.

4. Kapas

Hati-hati meletakka kapas di rumah. Anak saya entah kenapa senang sekali dengan kapas. Empuk-empuk gimana gitu. Makanya ketika ada bed cover dan bantal yang udah robek dia tahu ada kapasnya di dalam dan itu diambil lalu dimainkannya. Kalau cuma diambil, dicabut, dilempar-lemparkan ke atas hingga melayang di udara sih masih oke ya, tapi kalau sudah dibulat-bulatan terus dimasukkin ke hidung kan berbahaya. Darimana di belajar membulat-bulatkan itu kapas. Dia tahu aja kalau ada robekan di bed cover dan bantal. Tangannya cepat meraih kapas-kapas itu. Jadi kalau ada kapas di rumah entah itu kapas muka, kapas dari bantal dan bed cover yang robek, sebaiknya dijauhkan dari anak batita.

5. Karet gelang

Tahu kan karet gelang yang biasa buat bungkus nasi. Nah, itulah benda yang pernah membuat anak saya tersedak. Syukurnya saya pernah baca di blog teman tentang cara mengatasi anak yang tersedak itu, jadi saya langsung praktekkan ketika terjadi pada anak saya. Saya juga ga tahu darimana datangnya karet gelang itu. Pastilah saya yang salah letak dan kurang berhati-hati makanya bisa ketemu. Ahhh, waktu itu memang panik tapi saya harus berani. Jadi saya angkat dia gendong badannya menghadap ke depan. Saya pukul-pukul punggung bagian atasnya beberapa kali dengan agak kencang. Wueek katanya….akhirnya keluar. Lega sekali rasanya, sekarang saya tidak membolehkan sama sekali anak mainin karet gelang. Ngeriih!

6. Uang logam

Ini juga suka dimainan sama anak. Bentuknya yang kecil, berkilau dan berbunyi jika dilempar itu membuat dia suka uang logam. Sayangnya meski diawasi tetap saja kecolongan, dia bisa memasukkannya ke dalam mulut. Aduhh bukan apa-apa itu kuman banyak banget di uang logam, udah berapa ribu tangan yang pegang-pegang. Kacau sekali pokoknya. Apalagi kalau sampai tertelan. Sekarang kalau ketemua logam saya ajari dia memasukkannya ke celengan supaya tersimpan di memorinya kalau uang logam itu bisa dimasukkan ke celengan. Ini cukup berhasil, tapi tetap harus hati-hati dengan uang logam. Kalau dia inovasi dan eksplorasi yang di luar pemikiran kita, kan bisa gawat.

Sebenarnya masih banyak benda-benda lainnya di rumah yang bisa membahayakan anak. Menarik sekali buat berbagi tentang hal itu, karena mungkin di luar sana ada yang seperti saya, terkadang membiarkan anak bermain sesukanya tanpa memikirkan bahwa kemana dan bagaimana nantinya dia memainkan benda-benda itu. Positifnya, ternyata eksplorasi anak jauh lebih berkembang daripada yang saya bayangkan. Bukan hanya mencontoh tapi anak juga melakukan inovasi. Luar biasa! Namun tetap saja ada hal-hal yang bisa membahayakan anak ketika bermain dengan benda-benda itu. Jadi orangtua harus tetap waspada dan ekstra hati-hati dalam menyimpan benda-benda seperti itu.

Semoga bermanfaat

@deim_21