MY DREAM

Mungkin masih ingat dengan potongan lagu itu? Yup, betul sekali. Itu adalah potongan ost. Doraemon yang dulu tiap hari minggu rutin saya tonton bersama adik-adik saya di rumah bahkan kami menyanyikan lirik lagunya ramai-ramai sambil menari. Kalo sekarang beda, tiap minggu bahkan tiap waktu luang yang dimainan smartphone sambil buka berbagai aplikasi. Iya nonton, main game, chatting, haha-hihi video call-an bahkan buka aplikasi belanja online sambil ngincer macem-macem yang disukai. Iya, dalam hidup memang selalu saja ada keinginan yang ingin diwujudkan. Apapun profesimu, hobimu dan bagaimanapun hidupmu pasti gak lepas dari yang namanya impian.
Dan taukah kamu? Bahwa ternyata rata-rata hidup orang Indonesia adalah sekitar 60-70 tahun. Maka kalau sekarang umur saya 32 tahun, waktu saya untuk mewujudkan wishlist itu kira-kira tinggal separuhnya. So, saya gak akan menyianyiakannya. I won’t just dream it, I will try to fulfill my wishlist.
Ya kan? Itulah kesamaan semua manusia, sama-sama punya ‘sesuatu’ yang ingin diwujudkan. Cukup banyak yang menjudge saya, ketika saya bercerita tentang berbagai keinginan saya dalam hidup ini. Jangan mimpi! Terlalu banyak maunya! Omdo! Ah terserahlah, karena bagi saya, wishlist adalah kekuatan saya. Bisa dibayangkan apa jadinya hidup tanpa wishlist, gak ada yang dikejar, gak ada pencapaian dan Coba bayangkan apa jadinya hidup tanpa wishlist, gak ada yang dikejar, gak ada pencapaian dan gak ada prestasi. Hidup pasti sangat membosankan. Flat! Gak asik.. Hidup pasti jadi sangat membosankan.
Unfortunately, hidup ini gak seperti potongan kelanjutan ost. Doraemon. Dimana semua keinginan bisa dikabulkan dengan ‘kantong ajaib’ milik Doraemon. Well ya, ini adalah dunia nyata man! Bukan dunia dalam genggaman Nobita. Karena mengharapkan Doraemon ada disisi saya sama aja dengan bagai melukis di atas air. Hahaha.
Itulah sebabnya, saya lebih senang memikirkan hal-hal yang realistis. Iya, karena itu, sekarang saya juga punya ‘kantong ajaib’ yaitu PRELO.

PRELO

PRELO adalah aplikasi Android  buatan anak negeri, tempat saya menemukan cara untuk mewujudkan sebagian dari wishlist saya. Kenapa sebagian? Ya iyalah, karena PRELO gak buka lamaran beasiswa S3 ke Luar Negeri, gak juga buka tabungan Haji bersama suami, dan juga gak nawarin saya rumah bergaya Hobbit. Hahaha, itu semua juga kan bagian dari wishlist hidup saya. Tapi bukan yang itu, wishlist yang mau saya ceritakan kali ini barang-barang impian saya yang semuanya ada di PRELO.
Tentang PRELO : PRELO adalah start-up yang berlokasi di Bandung. Sebenarnya sudah ada sejak 2015 dan resmi launching Januari 2016. Core business-nya adalah jual-beli barang bekas melalui aplikasi di smartphone. Yang menarik adalah Prelo juga membuka program bernama Prelo Student Partners. Program ini bertujuan menambah ilmu tentang start-up, menambah soft skill, memperluas networking sehingga mahasiswa bisa mendapat berbagai benefit termasuk uang jajan dari Prelo. Caranya mudah, cukup kirim CV dan foto ke email studentpartner@prelo.co.id ini aja.
Prelo gak cuma ‘sejiwa’ dengan anak-anak muda tapi juga sangat peduli dengan isu lingkungan terutama masalah sampah. ‘P’ yang melingkar pada Prelo bermakna universal recycling symbol, artinya Prelo ingin berkontribusi terhadap pemanfaatan barang-barang second yang tadinya tidak bernilai ekonomi menjadi ‘berharga’.

Prelo-(4)
Prelo-(2)
Prelo-(1)
  • Berharga bagi pemiliknya karena bisa mendapatkan nilai berupa uang
  • Berharga bagi pemilik barunya/pembelinya karena mampu mewujudkan wishlist-nya
  • Berharga bagi lingkungan karena sama-sama berkontribusi mengurangi sampah

Ya, karena semua barang punya kisahnya masing-masing. Se-gak mikirnya kita waktu beli barang, tetap saja ada makna di dalam setiap barang yang kita punya. Makanya, semua barang itu pada dasarnya berharga. Satu lagi, saya percaya setiap barang itu juga ada ‘jodohnya’ masing-masing.

THE LOVELIST

1-fron1t
1-fron2t
1-fro4nt
1-fro5nt
1-fron3t

Ngomong-ngomong soal wishlist kalau di Prelo namanya Lovelist, kali ini saya mau cerita tentang barang-barang bekas impian saya di Prelo. Lovelist saya ini sudah sejak sebulanan ini saya kumpulkan. Beberapa sudah bertemu dengan pemilik barunya, beberapa masih ada dan semoga berjodoh dengan saya. Aamiiin yang kenceng.
Makanya, kadang-kadang meski kita sudah kepengen setengah mati, sudah siapin uangnya, eh taunya pas nyampe tokonya ternyata sold out. Nah kalau di Prelo, kita bisa save semua barang bekas yang kita ingini dengan sekali klik tombol love. Nanti, semua akan masuk otomatis didalam LOVELIST. Seperti saya bilang tadi, setiap barang ada jodohnya, makanya barang-barang di lovelist itu juga begitu. Jangan sampe gak berjodoh ya. Bisa nyesel sambil gigit jari. Saya ngalamin sendiri loh ya, rajin nge-love, nunda-nunda bayarnya, eh ternyata gak nyampe sehari itu barang preloved yang saya inginkan sudah menemukan pemilik barunya. Nyesel juga sih, kenapa gak langsung dibayar aja ya waktu itu eh tapi ya kadang memang uangnya belum cukup juga sih ya. Hiks.

PRELO & AKU

Semenjak tau Prelo, sekarang saya juga mulai rajin ngebongkarin isi lemari, isi kardus-kardus dan sibuk ngecek setiap sudut rumah. Ada barang yang gak kepake gak ya? Ada barang yang lebih berguna buat orang gak ya? Ada barang yang menuh-menuhin sudut rumah gak ya? Ada barang yang bisa dijual gak ya buat ekstra simpanan? Bahagianya, karena itu juga jadi kegiatan favorit anak-anak di rumah. Kedua balita di rumah girangnya bukan main, kalau saya sedang bongkar ini-itu. Meskipun, mereka lebih banyak bikin berantakan daripada nolongin emaknya. But it’s okay, saya jadi makin dekat sama anak-anak di rumah.

Pengalaman Jual Barang di Prelo

Awalnya saya liat barang-barang preloved yang dijual di Prelo itu macem-macem rupa dan bentuknya. Ada yang ‘wah’ ada juga yang ‘biasa’ aja. Ya kan semua tergantung selera dan keinginan masing-masing orang. Lama-lama saya tertarik juga ngejualin barang-barang bekas yang teronggok di rumah. Saya termasuk yang senang jualan sebenarnya. Makanya sampai sekarang saya masih rajin nambahan barang preloved saya di etalase akun Prelo saya. Cek aja kalau gak percaya di akun saya ‘rodame napitupulu’.
Ada juga yang sudah nawar-nawar terus gak jadi beli karena ternyata tinggi badannya 150-an cm sedangkan kebaya yang saya jual itu memang semata kaki saya untuk tinggi badan saya yang 158-an cm ini.
Alhasil, gak jadi. Pernah juga ada yang nanya-nanyain kaos bola Real Madrid XL tapi karena gak ada seri di lehernya kuatir gak ori, padahal pas dikasi hadiah ama tetangga itu kata tetangga ori loh. Hiks. Ya sudahlah, belum berjodoh juga ama pemilik barunya.
Dan ada juga yang sudah nge-love sepatu Fringe Boots yang saya jual. Berarti sepatu bekas itu sudah masuk lovelist-nya dia ya. Gak apa-apa, ya kali aja nanti pas dia udah punya uangnua, dia bisa langsung beli. Ya kan? Ketauan sih kalau ada yang nge-love barang bekas jualan kita, notifikasinya langsung masuk ke akun kita. Jadi bisa mantau juga dan bisa langsung chat atau tawar semisalnya kita mau nurunin harga atau ngobrol seputar barang bekas yang kita jual itu.

Pengalaman Beli Barang di Prelo

Sejauh ini saya sudah beli 5 barang bekas di Prelo. Kelimanya saya beli dengan nawar harga dan kelimanya ‘deal’ sesuai harapan saya. Ah, bisa dibilang saya puas sekali karena bisa nemu barang-barang bekas itu. Diantaranya ada buku-buku untuk materi ngajar di kampus, ada coat panjang, dan ada boots. Proses milih dan beli barangnya cukup mudah, jadi saya memang biasanya kalau sudah sreg langsung chat dengan penjualnya, nawar dan gak bikin di lovelist lagi, kecuali saya waktu itu memang belum punya uang buat langsung belinya. Hehe.
Notifikasinya cepat, semua gambar barang bekas terlihat jelas karena ada dari berbagai sisi termasuk ada gambar bagian cacatnya kalau memang barang bekas yang mau kita beli itu ada cacatnya. Prelo mengajarkan kita jadi orang yang jujur. Ada banyak kejadian pembeli kecewa beli barang karena merasa ditipu dengan kualitas dan gambar barangnya. Syukurnya, di Prelo itu tidak terjadi, andai pun ada bisa segera laporin aja ke Prelonya, saya yakin akan segera ditindak ama Prelo. Demi menjaga nama baik Prelo juga sebagai tempat jual-beli barang bekas berkualitas.
Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer bank. Selama ini saya selalu bayar dari BCA dan Mandiri dan prosesnya cepat sampai terverifikasi ama Prelo. Gak pernah ada masalah sih selama transfer uang ke Prelo. Barang bekas yang saya beli juga bisa saya cek resinya dan selalu sampai tepat waktu bahkan ada yang lebih cepat dari dugaan saya.

Mengapa Prelo?

Mengapa Prelo?
Aman : bisa beli barang dengan rekber dimana pihak ketiganya adalah Prelo, jadi sangat aman dari indikasi penipuan dan kejahatan keuangan lainnya dari penjual nakal.
Hemat : bisa beli barang bekas dengan harga menawan, soalnya bener-bener bisa menghemat pengeluaran. Cocok buat yang low budget juga buat kita yang mikirin kualitas bukan brand semata.
Original : bisa beli berbagai barang bekas yang original.
Kualitas : bisa pilih sendiri jenis barang bekas yang diingini, tentu saja barang original itu kualitasnya juga sepadan ya.
Garansi : ada garansi uang kembali dari Prelo kalo ternyata barang bekas yang kita beli terbukti bukan ori.
Aplikasi yang Baik adalah yang Bisa Bantu Wujudin Impian Semua Orang
Masukan dari saya ini adalah bentuk sayangnya saya sama Prelo. Iya, karena saya selalu yakin masukan yang membangun itu bisa jadi hal positif untuk Prelo dalam mengembangkan aplikasinya juga dalam membumikan ‘betapa berharganya’ barang bekas itu sekaligus betapa pentingnya kita semua berkontribusi positif pada masalah sampah saat ini. Saya punya masukan untuk Prelo agar Prelovers bisa wujudin semua lovelistnya.
Nabung di Prelo : Saya berharap bisa nabung uang di Prelo. Ibaratnya sih punya dompet di Prelo. Jadi ketika punyanya 100 ribu yang simpen 100 ribu dulu, minggu depan ada 500 ribu bisa simpen 500 ribu lagi, udah 600 ribu kan, dan seterusnya sampe barang di lovelist bisa kebeli.
Shocking deal untuk prelovers yang dapat achievement : Prelo bantu wujudin lovelist prelovers yang rajin buka aplikasi Prelo, rajin ngelaporin yang aneh-aneh di Prelo dan berbagai achievement lainnya dengan ngasi penawaran harga fantantis dari barang yang ada di lovelistnya. Bisa ngurangin harganya atau bisa juga ngasi surprise balanced di Prelo.
Barter Barang Bekas di Prelo : Saya berharap Prelo bisa wujudin lovelist prelovers dengan berbagai cara termasuk dengan saling tukar barang bekas. Terkadang kita punyanya justru barang bekas, uangnya sih belum cukup, ya dengan fitur barter kita bisa saling wujudin lovelist kita. Prelo bisa bikin biaya barter yang dikenakan untuk prelovers tapi jangan mahal-mahal ya, semacam uang terima kasih untuk Prelo untuk bantu wujudin lovelist kita.
Prelo Beliin Donk : Nah, waktu saya punya ide ini dan nulisinnya ternyata Prelo sudah nyediain metode pembayaran baru di Prelo yaitu beli sekarang bayar nanti dengan menggunakan Kredivo. Rasanya seneng banget kayak doa saya terkabul, sayangnya memang bunga 0 % hanya berlaku untuk 30 hari aja di bulan berikutnya ada bunga sebesar 2,95%. Saya ada sedikit masukan sih kalo bisa jangan pake bunga nyicilnya. Idenya sih Prelo yang wujudin lovelistnya. Prelo bikin ‘deal nyicil’ dengan harga awalnya boleh dinaikin dulu (Prelo yang nentuin), Prelo beliin buat saya, trus saya bayar cicilannya ke Prelo sesuai dengan jangka waktu dan harga yang sudah disepakati di awal, jadi gak ada bunga ketika nyicil. Saya yakin nyicil ini pasti nolong banget buat wujudin lovelist di Prelo. Semoga aja bisa dibikinin ama Prelo.
Kalau judul film bilang ‘careful for what you wish’, kalau saya bilangnya ‘wishlist make you realize for what you live’. Hidup itu justru lebih bermakna ketika kita menyadari apa-apa yang ingin kita capai dalam hidup.
Dalam hidup, selalu ada keinginan yang ingin diwujudkan, dan sungguh ketika impian itu terwujud rasanya sungguh luar biasa nikmat. Cita-cita, harapan, keinginan itu ngga boleh kamu lupakan, ngga boleh kamu tinggalkan, make your wish and your lovelist yang harus kamu wujudkan, yang penting itu saya, kamu tetap terus berusaha dan berdoa untuk mewujudkannya, make it real, make it happen, honey
Kalo kalian gimana Prelovers, punya wishlist apa yang mau diwujudin di aplikasi Prelo kamu?

lhtqjazuprq-breather.jpg
9l_326fiszk-luca-bravo.jpg

Spread the word