Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

“Ma, beliin sepatu baru ya, sepatu sekolahku sudah rusak dan robek dimana-mana, aku malu makenya ke sekolah Ma”, rengekan adik ipar saya kepada ibu mertua.
“Ini tanggal tua Nak, belum bisa beliin sepatu sekolah, sabar ya nanti kalau Mama sudah gajian baru kita beli, lagian sudah nanggung kan sudah mau tamat SMP-nya, masuk SMA aja ya, supaya sekalian sepatu baru untuk masuk SMA?”, jawab ibu mertua dengan nada optimis.

Penggalan percakapan di atas adalah kisah tanggal tua dari ibu mertua saya yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang guru SD. Bagi seorang ibu pekerja, memberikan harapan kepada anak itu penting karena ia selalu percaya bahwa setiap apa yang kita ingini bisa terwujud karena adanya rezekinya masing-masing. Harapan dan berbaik sangka itulah yang sedang diajarkannya kepada sang anak.

Dulu sekali, waktu masih bergantung pada orangtua, rasanya sulit sekali menerima istilah tanggal tua. Sebagai anak, saya belum bisa menerima bahwa kalau masuk tanggal tua, maka hidup harus berhemat bahkan segala keinginan harus ditepis. Kenapa? Karena ternyata tanggal tua menuntut semua orang untuk bertahan, bersabar dan bijak dalam mengelola arus keluar keuangan.

Sekarang sesudah menjadi seorang ibu pekerja, saya jadi lebih bisa memahami istilah tanggal tua yang kebanyakan menjadi beban dan membuat stres para ‘manajer keuangan’ di rumah. Ya, ibu adalah manajer keuangan di rumah dimana arus masuk dan keluar keuangan menjadi tanggung jawabnya. Ternyata mengontrol pengeluaran itu tak semudah menerima gaji di awal bulan. Hahaha. Tugas ini terasa lebih berat terutama kalau sudah masuk tanggal tua. Kapan itu tanggal tua? Kalau saya sendiri merasa tanggal tua itu sudah sejak memasuki minggu ke-2 di setiap bulannya. Terus berlanjut hingga akan menerima gaji di awal bulan berikutnya. Begitulah. Disinilah seorang ibu diuji kebijakan dan kecerdasannya dalam mengontrol keuangan agar bisa bertahan dari bulan ke bulan.

Kisah tanggal tua Budi dalam video di bawah ini misalnya, mengingatkan saya bahwa bukan hanya butuh jiwa surviver dan mental baja dalam menghadapi berbagai tekanan tanggal tua tapi juga mesti cerdas. Budi sih akhirnya berhasil ya karena kisah tanggal tuanya happy ending. Berkat apa? tonton dulu yuk.

Saya dan Budi jelas berbeda. Budi di  tanggal tua ditagih uang kos, saya ditagih sama ‘keselamatan rumah tangga’. Tapi kita sama-sama menghadapi tanggal tua. Seperti bulan Mei ini, tanggal-tanggal segini nih sudah masuk tanggal tua. Saya merasa bulan ini banyak sekali pengeluaran. Entah bagaimana tapi terkadang ada perasaan boros, juga belum mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik. Syukurnya, saya selalu membuat kas uang tak terduga supaya kalau terjadi sesuatu hal yang urgent atau kebutuhan mendesak saya bisa menggunakannya tanpa mengganggu kas-kas lainnya yang sudah dibagi-bagi. Meskipun jumlah nominalnya tidak banyak, tapi saya rasa cara itu cukup ampuh untuk mengatasi dampak buruk tanggal tua di tiap bulannya.

Kalau di dunia ada krisis global nah kalau di rumah tangga ada krisis rumah tangga. Beberapa hari yang lalu suami saya kehilangan uang di saku celananya. Sebelum kejadian itu anak pertama saya ‘Mikal’ demam tinggi hingga kejang dan berobat ke Dokter. Hal-hal seperti ini, siapa yang bisa menduganya? Syukurlah uang tak terduga beberapa bulan yang lalu masih aman sehingga bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan berobat dan yang lainnya.

Urusan ibu pekerja ini ternyata tidak cuma masalah keuangan tapi juga masalah keadaan peralatan di dapur. Saya hampir saja celaka ketika menggoreng ikan. Dua kejadian yang membuat saya mesti ekstra hati-hati ketika memasak. Ceritanya begini, saat akan menggoreng tentu minyak harus panas dulu di wajan, kemudian barulah ikan dimasukkan ke dalam wajan perlahan-lahan. Karena ikan biasanya saat digoreng meletup-letup akhirnya saya tutup dengan penutup transparan juga supaya mudah mengamati keadaan ikan yang digoreng. Ketika saya angkat tutupnya. Tutupnya terjatuh dari tangan saya dan membanting wajan yang berisi minyak panas. Saya refleks melompat dan menjauh. Jadi, bagian tutupnya yang saya jadikan pegangan itu lepas, lemnya sudah tidak merekat kuat lagi, mungkin karena panas juga akhirnya memuai sehingga longgar dan akhirnya terjatuh. Hampir saja saya terkena tumpahan minyak panas. Syukurnya saya masih selamat. Tapi saya jadi kehilangan penutup wajan yang transparan ketika menggoreng. Penutup wajan transparan itu rusak saat sedang banyak pengeluaran. Tapi karena masih ada penutup wajan lainnya meski tidak transparan, itu dulu sementara ini yang saya pakai. Hidup di tanggal tua kan tetap harus bijak dan hemat.

Kejadian kedua yang tidak kalah mengagetkan adalah ketika saya menggoreng tahu, saya meniriskan minyaknya. Penyaringnya dan tempat minyak goreng bekas pakai itu ternyata sudah tidak sesuai lagi ukurannya terus karena tahu agak berat penyaringnya masuk ke dalam wadah penampung minyak goreng bekas pakai tersebut. Saya semakin lama saja mengerjakan aktifitas goreng-menggorengnya masih harus menunggu minyak tiris dari tahu itu. Kalau sedang buru-buru ya gak efisien dan efektif lagi menggoreng seperti itu. Waktu pun habis. Sementara itu, pekerjaan lainnya masih menunggu. I really need oil cup.

Semua orang tau pekerjaan di rumah itu tidak pernah ada habisnya. Terutama kalau hari sabtu dan minggu, bukannya bisa istirahat tenang malah masih sibuk mengurusi pekerjaan rumah. Salah satunya adalah membersihkan kulkas. Kulkasnya sih cukup sering dibersihkan, masalahnya adalah isinya tidak rapi itulah sebabnya selalu saja ada bekas atau sisa makanan yang tercecer di dalam kulkas. Supaya kerjaan gak bulak balik ngerapiin kulkas sebenarnya cuma satu solusinya yaitu semua isi kulkas disimpan di dalam container makanan. Saya tidak punya dan ini termasuk kategori kebutuhan yang urgent karena kalau tidak segera dibeli, waktu bisa habis untuk hal yang sia-sia. Satu lagi, makanan yang dibungkus dengan kantong plastik lalu disimpan dalam kulkas sebenarnya kurang baik karena kantong plastik yang banyak beredar dan dijadikan kantong membungkus makanan itu tidak aman untuk kesehatan. Dan demi keselamatan semua anggota keluarga, ada baiknya menyegerakan container makanan yang BPA free.

Tanggal-tua-lagi

Oh my… tanggal tua masih akan terus datang sementara masalah yang terjadi di rumah harus segera ditangani. Agar tetap hemat namun kebutuhan keluarga terpenuhi maka solusinya hanya dan hanya satu, apa itu? cari promo di tanggal tua. Nyari dimana? toko online lah. Lah koq, ya karena kondisi saya tidak memungkinkan mencari-cari barang kebutuhan itu keluar sana belum lagi baby Shanza tidak mungkin dibawa bepergian. Mana sekarang ini sedang banyak turun hujan. Belanja online adalah pilihan yang tepat. Emangnya ada toko online yang ngasi promo tanggal tua? Ya ada lah. Dimana? Di toko online favorit saya dan Budi yaitu MatahariMall.com. Hehe. Kenapa favorit? Selalu gratis ongkos kirim, bagi saya yang tinggal di daerah, gratis ongkos kirim itu SSPS alias sangat sangat penting sekali. Saya sudah belanja online cukup sering disana, belinya beragam mulai kemeja, jam tangan, handphone, tablet dan sekarang kebutuhan rumah tangga. Sampai detik ini saya selalu puas. Ini rekam jejak belanja online saya :

TTS3

Saya sih sebenarnya sudah tau ada TTS (Tanggal Tua Surprise) dari Budi juga dari berbagai sosial media. Biasanya dimulai tanggal 18. Saya juga sudah intip-intip infonya di Shopcoupons Indonesia.

TTS5

Harusnya kalau belanja kemarin tanggal 20 Mei, saya masih bisa ikutan pakai voucher HEMAT15 untuk produk Lifestyle. Tapi kemarin banyak pekerjaan menumpuk sementara baby Shanza, anak kedua saya yang masih berusia 7 bulan tidak mau ditinggal barang sebentar, anak pertama saya malah ngajak begadang. Fiyuuh. Ya sudahlah, anak kan juga prioritas utama.

TTS2

Saya pending cek TTS-nya dan jadilah hari ini saya ceki-cekinya. Kejutan apa ya yang datang bulan ini? Tada. tau gak oil pot dan container makanan yang BPA free sedang diskon 50 – 60 %-an. Yeah. Finally, gak sia-sia saya membuat kas uang tak terduga beberapa bulan ini. Bisa saya manfaatkan untuk hal yang urgent ini. Tetap hemat kan.

TTS4

Alhamdulillah, kebutuhan saya terpenuhi, meski barangnya belum sampai tapi saya puas dan senang dengan kejutan tanggal tua dari MatahariMall.com. Di tanggal tua memang harus hidup hemat dan bijak mengatur pengeluaran biar gak kecolongan sampai gajian bulan depan, tapi yang namanya kebutuhan juga harus dipikirkan ini menyangkut ‘keselamatan rumah tangga’. Syukurnya tiap bulan bakal ada TTS, jadi kalau tiba-tiba ada kejadian yang tak diinginkan terjadi seperti yang saya alami di tanggal tua bulan ini, masih bisa tersenyum karena kebutuhan masih bisa terpenuhi dengan tetap bergaya hidup hemat. Cukup memanfaatkan TTS, tanggal tua jadi lebih mudah dilewati.

TTS1