Hai semua, ketemu lagi sama saya. Rasanya sudah lama tidak nulis tentang kesehatan anak. Kali ini saya mau cerita masalah anak saya. Ini pengalaman pribadi saya ya, bukan mengada-ngada loh. Pokoknya berhubungan sama kesehatan. Tapi kali ini penting banget buat kita para ibu yang punya bayi. Memang tampak sederhana namun dampaknya bisa luar biasa kalau tidak tahu cara menanganinya dengan tepat. Apa itu?

Dimulai dari cerita tentang anak pertama saya ‘Alimikal’. Saya dan suami adalah perantau. Setelah menikah, kami ngontrak rumah di Bogor. Berselang sebulan setelah menikah saya hamil dan melahirkan anak pertama saya ditemani suami. Dua minggu pertama usia anak saya, ada ibu saya yang menjaga jadi saya bisa beristirahat dan tenang. Tetap saja saya masih belum berani memandikan anak saya. Akhirnya saya melap badan mungilnya saja dengan air hangat. Saya perhatikan ada yang aneh dengan kedua pergelangan kakinya. Warnanya menghitam. Sayang saya dulu belum punya kamera ponsel yang mumpuni jadi belum bisa mengabadikannya.

Saya coba konsultasi dengan seorang kakak kelas yang berprofesi dokter. Lalu dia bertanya tentang bagaimana awalnya, apa yang sudah saya lakukan, bagaimana merawatnya selama ini. Saya pun bercerita panjang lebar dan solusinya cuma satu. “pakai lactacyd baby aja”, begitu katanya. Lactacyd? Karena penasaran saya coba cari infonya lewat internet dan memang banyak sekali yang merekomendasikan Lactacyd baby untuk urusan kulit sensitif pada bayi atau anak.

Saya langsung mencarinya dan membelinya di salah satu supermarket besar di Bogor. Saya beli dan pakaikan ke air mandian anak saya. Saya sempat kuatir karena sudah terlanjur menghitam pasti sulit normal lagi. Saya rutin menggunakannya, harapannya jelas supaya kedua pergelangan kaki Alimikal kembali normal. Alhamdulillah, sampai sekarang dampaknya positif. Kulit Alimikal juga sekarang tidak pernah ada masalah lagi.

Itu pengalaman pertama saya menggunakan Lactacyd baby. Sampai bulan Oktober lalu tepat tanggal 6, saya kembali melahirkan anak kedua saya, perempuan. Kini usianya sudah genap 8 bulan. Kasusnya lebih parah daripada anak pertama saya, Alimikal. Adiknya, Shanza memiliki kulit yang lebih sensitif daripada Alimikal. Shanza memang lahirnya bukan di kota Bogor. Kami pindah ke Padangsidimpuan sejak Mei 2015. Cuaca di Padangsidimpuan ketika Shanza lahir memang tidak baik. Waktu itu, asap memenuhi hampir semua kota. Kebakaran hutan di Palembang tempo hari membuat udara tidak sehat sama sekali. Shanza juga lahir di saat cuaca tidak bersahabat.

Kulitnya memang sangat sensitif. Apa buktinya? Mulai dari kulit kepala yang memerah karena keringat, lipatan tangan, paha, leher bahkan ruam karena penggunaan popok, rasanya dari ujung kepala sampai kaki, tidak ada yang luput dari biang keringat. Bahkan yang terparah lipatan lehernya sampai memerah dan lecet hingga berbau yang sangat tidak enak. Semenjak saat itu, saya jadi lebih perhatian terhadap kulitnya. Karena kuatir bertambah parah, saya segera membeli Lactacyd baby.

Saya sempat kesulitan menemukan Lactacyd baby. Di kota kecil kami ini, tidak semua orang kenal dengan Lactacyd baby. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah apotek yang bersebelahan langsung dengan klinik. Syukurnya produknya ada meskipun hanya menjual yang ukuran paling kecil. Tapi karena butuh saya beli saja. Waktu beli itu harganya Rp 26.000,-. Kemudian karena habis, saya coba ke apotek yang sama waktu saya beli Lactacyd baby pertama kali dulu, dan habis. Saya coba mencari ke mini market dekat rumah ternyata tidak dijual. Tidak jauh dari situ ada juga toko obat yang juga ada dokternya. Saya tanya Lacatcyd baby ada tidak. Jawabannya adalah “apa itu?, baru dengar, gak pernah ada yang nyari itu”.

Jawaban sang dokter bikin saya kaget. Lepas dari itu, akhirnya saya mencarinya ke pasar yang lokasinya lumayan jauh dari rumah. Ada apotek yang memang sudah terkenal yang paling lengkap di Padangsidimpuan. Begitu saya tanya, penjaganya yang juga pemilik apotek tersebut langsung menjawab, “ada, mau ukuran berapa?”. Alhamdulillah, senangnya bukan main. Saya langsung tanya, “memangnya ada ukuran apa aja?”. “ada 3 ukuran, besar, sedang dan kecil, mau yang mana?”, tanya sang penjaga. Dia bergegas mengambilnya dan menunjukkannya kepada saya. Saya perhatikan baik-baik. Saya akhirnya membeli ukuran besar dan sedang. Kenapa? Ya, karena lebih hemat. Isinya lebih banyak tapi harganya lebih murah. Yang ukuran sedang bisa saya bawa ke daycare kampus, buat dipake untuk mandi sore. Karena ukuran sedang sudah cukup, kalau yang untuk di rumah saya stok sekalian yang ukuran paling besar saja biar lebih awet.

Penyebab biang keringat pada bayi

Penyebab biang keringat pada bayi

Biang keringat memang sangat mengganggu sekali. Shanza terlihat tidak nyaman ketika biang keringat. Bahkan pernah suhu badannya jadi lebih hangat tidak seperti biasanya. Makanya lebih rewel daripada hari biasanya. Apalagi memang akhir-akhir ini cuaca terasa lebih panas dari biasanya, jadilah biang keringat selalu datang.

Ternyata ada jenis biang keringat yang harus kita tahu loh, ini juga sudah dijelaskan di fanpage Lactacyd baby, coba dicek langsung ke fanpagenya ya :

Miliaria Kristalina : terjadi pada bagian atas lapisan kulit

Ciri-ciri : gelembung kecil 1-2 mm, berisi cairan jernih, tanpa dosertai kulit kemerahan

Miliaria Rubra : terjadi pada bagian tengah lapisan kulit (paling sering ditemukan)

Ciri-ciri : gelembung kecil 1-2 mm yang berwarna merah, gatal dan pedih bisa berkeringat

Miliaria Profunda : terjadi pada bagian dalam lapisan kulit (jarang ditemukan)

Ciri-ciri : bintil-bintil putih 1-3 mm, tanpa disertai klit kemerahan, tidak gatal

Jenis Biang Keringat

Jenis Biang Keringat (sumber gambar : examiner.com, psychiatrictimes.com, dewong.com)

Kulit Shanza memang sensitif terbukti dia juga terkena ruam popok. Bahkan muncul seperti jerawat-jerawat kecil di bagian pantat, lipatan paha juga miss V. Huaaa sempet jantungan juga ngeliatnya. Kuatirnya setengah mati, apalagi dia perempuan. Jerawat-jerawat kecil di miss V-nya juga pasti menganggu sekali.

Sebagai ibu saya juga suka toledor, karena sebenarnya ada beberapa hal yang harusnya dihindari untuk mencegah ruam popok pada bayi, diantaranya adalah :

  • Mengganti popok yang kotor dengan segera : saya jarang ngecek
  • Seharian pakai popok, kulit kurang bernafas : masih kurang melakukannya
  • Tidak menepuk-nepuk kulit sampai kering setelah dibasuh terutama setelah bayi pup : ini juga suka kurang kering
  • Popok kesempitan jadi terlalu ketat : yang ini juga pernah karena terpaksa, haha

After all, saya puas menggunakan Lactacyd baby ini untuk merawat kulit anak-anak, karena efeknya lumayan cepat loh. Untuk kulit Shanza yang sangat sensitif sekalipun, Lactacyd baby bisa banget mengembalikan kulitnya seperti semula. Beneran loh, efeknya termasuk kilat nih. Luar biasa. Kulit anak-anak saya kembali mulus dan sehat lagi.

Jadi, apa sih sebenarnya yang bikin kulit sensitif anak-anak saya, si sulung (3 tahun 11 bulan) dan si bungsu (8 bulan) sehat lagi setelah menggunakan #Lactacydbaby? Ah saya sendiri juga sebenarnya sangat penasaran karenanya sekalian nih saya coba jelaskan di blog, biar rasa penasaran saya terpuaskan sekaligus berbagi informasi yang bermanfaat buat para ibu di luar sana.

-> Karena Lactacyd baby berbahan dasar ekstrak susu lactoserum dan asam laktat

Lactoserum adalah makanan untuk bakteri baik pada kulit sedangkan asam laktat adalah sumber yang berkontribusi terhadap keasaman permukaan kulit. Bakteri asam laktat adalah kelompok bakteri yang mampu mengubah karbohidrat (glukosa) menjadi asam laktat. Nah, efek bakterisidial dari asam laktat berkaitan dengan penurunan pH menjadi 3 sampai 4,5 sedangkan mikroorganisme dapat tumbuh pada kisaran pH 6-8.

Jadi pas sekali kan ya, asam laktat itu memang bisa banget menetralkan pH kulit. Seperti kita tahu, Lactacyd baby dapat menjaga kesehatan kulit bayi dengan kandungan pH 3-4. Menurut informasi, pada pH segitu, bakteri jahat pada kulit tidak hidup. Karena yang hidup hanya bakteri baik ditambah lagi diberi asupan bergizi berupa lactoserum maka efeknya akan cepat sekali dalam mengobati dampak buruk akibat biang keringat dan ruam popok. Ini seperti yang saya buktikan sendiri pada kedua buah hati saya.

Sebagai makhluk berdarah panas kita memiliki 3-4 miliar kelenjar keringat di kulit. Masing-masing anak mungkin menghasilkan keringat berair yang berfungsi mendinginkan badan  selain untuk mempertahankan suhu badan di 37,5 derajat Celcius. Kontribusi keringat berair juga berfungsi dalam memelihara pelindung asam pada kulit. Pada bayi suhu normal badannya itu adalah 36,5-37,5 derajat Celcius. Jadi, suhu segitu yang mesti dipertahankan supaya kulit bayi tetap sehat.

Ingat ya, keringat itu bersih, bebas bau, tidak berwarna, cairan sedikit asam (pH 5-6) yang hampir sepenuhnya air (99,0-99,5%) dan sisanya terdiri dari elektrolit dan beberapa senyawa anorganik (misalnya: laktat, urea, ammonia, kalsium, logam berat). Nah, jadi kalau yang keringatnya bau dan berwarna itu pertanda keringatnya sudah tidak normal ya alias sudah ada kuman/bakterinya di kulit bagian yang berkeringat itu. Makanya pH asam itu memang perlu untuk mencegah pertumbuhan mikroba berlebih pada kulit.

Selain keampuhannya dalam merawat kulit sensitif Alimikal dan Shanza, saya juga suka aromanya karena tidak menyengat bahkan wangi. Jadi kalau dimandikan ke anak efek lainnya ya wangi. Saya biasanya menggunakan air mandian yang sudah diberikan Lactacyd baby tidak hanya untuk badan mereka saja loh, bahkan kepala mereka juga. Memandikannya juga harus perlahan-lahan ya, namanya juga memandikan bayi. Satu lagi, harganya ramah di kantong, ukuran besar sekitar 80 ribuan dan dipakainya awet loh. Ramah di kantong ibu-ibu.

Yuk, kita lihat video Shanza dan bagaiman cara saya merawat kulit sensitifnya di bawah ini :

Nah, bagaimana ibu-ibu di rumah? sekarang pasti jadi lebih ngerti kan betapa kulit bayi itu sensitif dan penanganannya pun harus ekstra. Syukurlah ada #Lactacydbaby, sahabat ibu dan penyelamat kulit sensitif bayi. Saya jadi tenang, anak pun jadi senang. Alhamdulillah.

Ini Mikal dan Shanza, kulit mereka sehat lagi berkat #Lactacydbaby :

Kulit sensitif sehat lagi pakai lactacyd baby

Shanza-kiri dan Alimikal-kanan, Kulit sensitif sehat lagi karena Lactacyd baby (Dok. Rodame)

p