Teman-teman masih ingat berita tentang bocah obesitas di Karawang yang sempat bikin heboh di berbagai media?

Masalah obesitas bukan masalah baru di dunia ini. Sebenarnya masalah sejenis sudah ada sejak dulu. Bahkan orang tergemuk di dunia yang tercatat oleh Guinness World Records sudah ada sejak tahun 1963 yaitu Jon Brower Minnoch berasal dari Amerika Serikat dimana berat badannya mencapai 635 Kg di tahun 1978. Masalah obesitas Jon ditangani oleh seorang dokter bernama Robert Schwartz sampai akhirnya dia meninggal dunia tanggal 10 September 1983 dengan berat badan lebih dari 362 Kg. Setelah diusut lebih lanjut, ternyata Jon sudah mengalami obesitas sejak kanak-kanak. Lalu apa kaitannya dengan bocah obesitas asal Karawang ‘Arya’?

obesitas anak-rodame

Jon Brower Minnoch asal Amerika Serikat (Dok. ovguide.com)

Kalau kita lihat kasus obesitas Jon, ada indikasi bahwa obesitas yang sudah terjadi sejak kanak-kanak jika tidak ditangani secara komprehensif akan berdampak buruk. Jon yang sudah ditangani oleh dokter saja sulit menurunkan berat badannya sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah perjalanan panjang menurunkan berat badan. Ini bisa jadi pelajaran berharga buat kita semua untuk menjaga berat badan agar tetap ideal terutama sejak masa kanak-kanak.

Apa yang salah dengan Jon, Arya dan penderita obesitas lainnya ?

Rata-rata obesitas yang berkepanjangan adalah buntut dari obesitas sejak kanak-kanak. Banyak orang tua menganggap kalau anak gemuk itu lucu dan menggemaskan. Bagi sebagian orangtua memiliki anak yang gemuk terlihat menyenangkan karena orang lain cenderung menyukai anak yang berbadan gemuk sehingga anak tersebut dipuji dan disukai. Apa yang salah dengan anak gemuk? Itulah awal mulanya. Persepsi awal tentang anak gemuk itu menggemaskan dan lucu membuat banyak orangtua jadi mengabaikan sisi kesehatan sang anak. Karena itu orangtua akhirnya membiarkan kebiasaan makan sang anak yang berlebihan dan menganggapnya wajar dan kasihan kalau mengurangi atau mengatur pola makannya. Akhirnya kesalahan demi kesalahan pun berlanjut. Orangtua yang tidak paham tentang obesitas, meneruskan pola makan yang salah pada sang anak.

infografis-OBESITAS-PADA-ANAK-rodame

Infografis Obesitas pada Anak (sumber : beranisehat.com)

Infografis tentang obesitas anak di atas memprediksikan di taun 2025, angka kejadian obesitas pada anak < 5 tahun meningkat hingga 70 juta. Ini jelas menjadi pekerjaan rumah yang besar dan menjadi masalah serius yang perlu jadi perhatian semua pihak. Itulah sebabnya perlu langkah nyata yang lebih serius dalam menyelesaikan obesitas pada anak di Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi sulit diatasi jika sudah terlambat. Oke, lihat kasus Jon. Meski sudah bersusah payah menurunkan berat badannya akhirnya meregang nyawa. Bukan berarti usaha tersebut tidak ada gunanya. Jelas sekali penurunan berat badan Jon drastis dan itu tentu sangat berguna. Sayangnya, semua sudah terlambat. Saya sangat berharap itu tidak terjadi pada Arya juga anak yang menderita obesitas lainnya di Indonesia. Karena itulah kita juga perlu tahu gejala obesitas pada anak agar tidak terlambat penanganannya.

Gejala obesitas pada anak tersebut, diantaranya adalah :

  1. Gemar makan junk food (makanan cepat saji) : saya merasakan bagaimana sulitnya mengontrol keinginan makan junk food ketika kuliah. Tapi saya semakin menyadari sehingga di usia dewasa itu, saya akhirnya bisa memilih untuk tidak makan junk food. Sayangnya itu akan sulit dikontrol saat masih kanak-kanak. Junk food itu mengandung lemak, minyak dan gula yang tinggi namun sulit dicerna dan bisa dipastikan mereka yang gemar makan junk food akan mengalami kenaikan berat badan. Tugas orangtua jugalah dalam membiasakan anak makan makanan sehat bukan junk food seperti yang banyak beredar saat ini.
  2. Suka minum soda : setiap orang suka minum soda, saya juga dulu suka sekali. Tapi sejak kecil memang jarang dikenalkan dengan minuman bersoda, itu berpengaruh juga pada kebiasaan minum saya. Lagi-lagi orangtua juga punya peranan penting dalam hal ini. Minuman soda itu mengandung gula tambahan sehingga bisa menyebabkan diabetes yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan obesitas.
  3. Jarang tidur : ternyata saat anak sulit tidur di malam hari ada hormon ghrelin di dalam tubuhnya. Sementara itu, hormon leptin yang ada di dalam tubuhnya rendah. Itulah sebabnya terjadi ketidakseimbangan hormon yang mengakibatkan anak cenderung makan dalam porsi yang lebih banyak.
  4. Kurang melakukan aktifitas fisik : pengaruh aktifitas fisik cukup tinggi dalam menjaga berat badan anak agar tetap stabil. Ada baiknya memang aktifitas seperti menonton televisi, bermain game di komputer atau gadget dikurangi dan lebih memperbanyak kegiatan di luar rumah dimana tubuh lebih banyak bergerak. Anak yang kurang dalam melakukan aktifitas fisik dengan pola makan yang kurang baik akan sangat mungkin meningkatkan berat badannya.

Apa saja dampak buruk obesitas pada anak?

  1. Masalah Jantung : pembuluh darah jantung dapat tertutupi hingga tersumbat akibat lemak yang berlebihan.
  2. Gangguan Saluran Pernafasan : lemak berlebih akan menekan paru-paru sehingga mengakibatkan obstructive sleep apnea (pernafasan terhenti sementara ketika tidur).
  3. Diabetes : orang yang obesitas akan menderita diabeter tipe-2 dimana insulin yang dihasilkan pankreas ahak terganggu kerjanya akibatnya terjadi resistensi insulin.
  4. Komplikasi lainnya seperti : kesulitan bergerak, depresi, asma, hipertensi, dll.
Komplikasi akibat obesitas pada anak (sumber : solusisehatonline.files.wordpress.com)

Komplikasi akibat obesitas pada anak (sumber : solusisehatonline.files.wordpress.com)

Dengan mengetahui berbagai gejala obesitas pada anak juga berbagai dampak buruk dan komplikasi lainnya, bukan berarti obesitas dapat begitu saja dicegah. Bila sudah terlanjur menderita obesitas, bagaimana? Maka solusinya selain menghindari keempat hal di atas juga diperlukan sebuah penanganan komprehensif agar dampak buruk dan komplikasi lainnya tidak terjadi.

Beberapa terapi penunjang tersebut diantaranya adalah :

terapi komprehensif menurunkan berat bedan

Ilustrasi : Rodame

  • Terapi Obat : Terapi ini bermanfaat untuk mempercepat proses dan membuat penurunan berat badan tidak menyiksa. Keunggulan dari terapi obat adalah : adanya pemantauan sekaligus evaluasi secara menyeluruh dari dokter, proses perampingan badan lebih cepat dan aman, terapi dibagi menjadi 3 gelombang dimana obat diberikan sesuai dosis dan efek samping yang minim.
  • Mesoterapi : Mesoterapi bermanfaat untuk menghilangkan lapisan lemak di bawah kulit. Terapi ini menghilangkan lemak tanpa olahraga dimana lingkar tubuh setempat dapat berkurang. Pada terapi ini juga dikombinasikan dengan berbagai obat homeopati dimana prosesnya menggunakan mesogun dan baby needle. Itulah sebabnya diberi nama Mesoterapi karena menggunakan alat bantu yang disebut dengan mesogun tadi.
  • Injex : Terapi penunjang yang satu ini dilakukan dengan alat suntik ramping tanpa jarum. Ingat ya, tanpa jarum. Terapi Injex dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga sangat cocok untuk mereka yang gemuk dan berperut buncit. Selain itu kelebihan lainnya adalah dapat menurunkan berat badan lebih menyeluruh.
  • Mesophore-B : Terapi ini dapat membuat lingkar tubuh menjadi ideal. Serupa dengan Mesoterapi namun tanpa rasa sakit dan jarum. Buat mereka yang takut jarum maka terapi Mesophere-B ini akan sangat cocok karena selain tidak menggunakan jarum, juga menggunakan alat khusus dengan gelombang listrik untuk memperbesar pori-pori.
  • Radio Frequency : Terapi penunjang ini dapat menstimulasi pertumbuhan kolagen dan elastin kulit. Selain itu, dapat juga memperbaiki permukaan kulit yang tampak tidak merata dan mulus akibat strecth mark juga yang bergelambir. Bagi ibu yang baru saja melahirkan, terapi ini cocok dipilih.
  • Tanam benang atau thread liftTerapi ini bertujuan untuk mengatasi selulit, strecth mark dan kulit bergelambir. Prosesnya memang tidak terlalu invasif tapi efektif dari penggunaan krim. Caranya adalah dengan meninggalkan benang di bawah kulit untuk merangsang pertumbuhan kulit. Selain itu dapat juga menstimulasi peredaran darah.

Keenam terapi di atas adalah terapi penunjang yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan dengan mengatasi masalah kelebihan lemak dan mengontrol nafsu makan yang berlebihan.

obesitas anak berbahaya-rodame

Pernyataan dr. Grace tersebut menunjukkan bahwa memang penanganan secara menyeluruh dengan program komprehensif untuk obesitas anak itu sangat penting karena bisa membahayakan sang anak. Kasus yang dialami Arya juga kini ditangani secara komprehensif yang bukan hanya mengatasi berat badannya saja melainkan juga semua sisi termasuk sisi olahraga dan aktifitas fisik.

 

Obesitas memang menakutkan dan bisa membahayakan anak-anak kita. Karena itu, sebagai orangtua kita tidak boleh lengah dan abai. Menangani anak obesitas tentu tidak mudah. Berbagai program komprehensif yang disediakan sangat mungkin untuk dilakukan. Apapun upaya kita, sebagai orangtua dan masyarakat tentu harus didukung dengan penanganan medis yang tepat.

Obesitas pada anak kini menjadi tugas bersama. Memiliki generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas tentu saja jadi impian kita semua. Demi masa depan bangsa yang cemerlang, mari berantas obesitas pada anak dengan tuntas bersama-sama.

Referensi :

 

Website LightHOUSE Indonesia [internet] diakses melalui http://www.lighthouse-indonesia.com/about/ pada 30 Juli 2016