Sekitar tahun 1992, saya masih berusia 8 tahun, adik saya yang paling bungsu berusia 4 tahunan dan masih minum susu dari dot. Hehe. Meski begitu, ibu saya tidak pernah melarangnya minum pakai dot karena menurut ibu, nanti juga akan berhenti sendiri. Jadilah dia masih minum dari dot.

Malam itu, kami semua tertidur sangat lelap. Karena tidak punya kebiasaan begadang jadi dan kami semua masih kecil-kecil, tidurnya pun selalu lebih awal. Ibu dan bapak tidur di ruang kamar paling depan. Adik-adik dan saya tidur di ruang kamar sebelah kamar tidur ibu dan bapak. Di kamar kami ada 2 tempat tidur dimana saya kedua adik lelaki saya tidur di tempat tidur yang sama.

Sebelum tidur, adik bungsu saya biasanya minta dibuatkan susu di dot hingga dia terlelap sambil ngenyot dotnya. Kadang-kadang kami masih suka takut ke kamar kecil kalau tengah malam terdesak ingin buang air kecil. Makanya, pintu kamar ibu meskipun dikunci dari dalam karena terbuat dari kayu masih mudah diketuk. Ibu biasanya akan refleks dan cepat sekali bangun ketika salah satu dari kami memanggil ibu dan bilang ingin buang air kecil.

Tapi ada yang berbeda malam itu, kami tak seorangpun terbangun mengetuk pintu kamar ibu. Rasanya tidurnya lelap sekali, saya bahkan tidak dengar suara apapun. Biasanya kalau kucing berisik saya terbangun sampai dan membukakan pintu atau jendela agar dia bisa masuk. Malam itu, malah tidak ada suara kucing atau yang lainnya.

Tepat sekitar pukul 2-3 pagi dini hari, saya mendengar adik bungsu saya menangis. Tapi masalahnya suara tangisannya tidak berasal dari ruangan kamar kami. Saya akhirnya keluar kamar dan melihatnya berada di kursi ruang tamu. Bahkan bukan hanya saya yang terbangun, ibu, bapak dan adik kedua saya ikut terbangun. Lalu ibu menyalakan lampu ruang tengah yang memang kalau malam lampu remang yang dinyalakan. Tujuannya jelas untuk melihat keadaan adik bungsu saya itu. Kami semua kaget, “loh koq kapan pindahnya dari kamar”, tanya ibu padanya sambil bingung. Adik bungsu saya memang sesekali sering pindah tidur kalau kata orang-orang tidur berjalan. Kali ini tidur berjalannya datang lagi sambil bawa dot dia pindah tidur ke kursi panjang di ruang tamu yang dekat sekali dengan pintu depan yaitu pintu masuk ke rumah.

Ketika kami terbangun, adik diam dari tangisnya. Lalu karena tiba-tiba sepi, kami mendengar bunyi kaki-kaki melangkah dan berlari dengan cepat di luar rumah. Karena curiga, bapak langsung mencari kunci pintu dan berusaha membukanya. Ketika diperiksa, akhirnya bapak menyadari bahwa pintu rumah yang terbuat dari kayu yang cukup tebal itu sudah dicongkel sama pencuri. Kami yang sempat kesal karena adik terbangun dan menganggu tidur semua anggota keluarga yang terlelap, akhirnya malah bersyukur dia pindah tidur ke ruang tamu. Mendengar suara tangisan adik bungsu saya dan lampu dinyalakan akhirnya pencuri-pencuri itu kabur. Mereka tidak jadi membobol pintu dan masuk ke dalam rumah entah untuk mencuri atau yang lainnya.

Sekejab saya merinding, membayangkan apa yang terjadi kalau adik bungsu sampai tidak menangis dan pindah tidur di ruang tamu. Hari itu, saya merasakan sebuah keajaiban. Ajaib karena adik bungsu saya si tukang tidur berjalan membuat pencuri tidak jadi masuk ke rumah. Selamat, selamat. Sejak saat itu, kami jadi lebih waspada, bapak menempa pintu jeruji dari besi ditambah pintu kayu yang hampir dibobol pencuri itu. Harapannya agar pencuri tidak bisa membobol pintu lagi. Semoga saja tidak terulang lagi.

Kisah ajaib ini selalu teringat di benak saya. Saya dan seluruh anggota keluarga tidak pernah melupakan kejadian itu. Selalu takjub dengan keajaiban itu. Di usia saya saat itu, hal itu merupakan keajaiban yang sangat luar biasa, hanya karena adik bungsu saya suka berjalan dan pindah saat tidur malam, pencuri tidak jadi masuk rumah.

Saya jadi teringat dengan keajaiban itu ketika membaca buku kisah hebat Nabi Muhammad dan kisah ajaib lainnya yang ditulis oleh Astri Damayanti. Di dalam buku tersebut ada juga cerita tentang pencuri (baca di halaman 32). Meski berbeda dengan versi keajaiban ala saya di waktu kecil tapi saya merasa buku itu terutama pada bagian si anak laki-laki yang jujur dan masih bayi itu menangis tanpa henti. Kemudian tangisannya membangunkan semua anggota keluarga sehingga mereka tidak jadi celaka, mengingatkan saya pada kejadian masa kecil yang sama ajaibnya.

Cerita tentang Pencuri dan Laki-Laki Jujur Hal.32 (Dok. Rodame)

Cerita tentang Pencuri dan Laki-Laki Jujur Hal.32 (Dok. Rodame)

Oh iya, di buku full color dan bersampul hologram itu, ada 87 cerita hebat dan ajaib yang luar biasa loh. Pasti pada penasarankan ya dengan isi bukunya? saya sih bersyukur sekali akan kehadiran buku anak islam ini, selain bisa jadi investasi buat anak-anak saya yang masih balita juga sekaligus bisa jadi referensi bacaan yang bermanfaat dan menguatkan keimanan kita kepada kebesaran Allah SWT.

Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad bisa dibeli di MatahariMall.com