Pola Makan Sehat untuk Jantung Sehat-rodame

Pola Makan Sehat untuk Jantung Sehat (sumber : invydenim.com)

Jantung adalah organ vital dalam tubuh manusia. Ketika jantung terganggu maka aktifitas dalam tubuh juga akan terganggu. Sebuah berita mengejutkan datang dari dunia kesehatan, menurut informasi dari Kementerian Kesehatan melalui situs resminya (www.depkes.go.id, diakses 27 September 2016), bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya. Bahkan diperkirakan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah terutama penyakit jantung koroner dan stroke akan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030. Hal ini tentu saja menjadi PR yang berat untuk kita bersama, terutama dalam menekan angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Di Indonesia sendiri, penyakit jantung dan pembuluh darah terus meningkat. Jelas saja hal tersebut akan berdampak pada banyak hal diantaranya, beban kesakitan, kecacatan, dan beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat dan negara. Hal itu jugalah yang ditekankan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam informasi yang dipaparkan melalui situs resminya. Bahwa penyakit jantung akan ikut mengganggu perekonomian sebuah keluarga penderita karena bebannya semakin meningkat. Memikirkan biaya berobat penyakit jantung saja sudah pusing apalagi ditambah yang menderita adalah tulang punggung keluarga maka beban ekonomi akan semakin terpuruk. Lalu, siapa yang akan menanggung semua itu? ujung-ujungnya akan berdampak luas bahkan mungkin juga pada negara. Karena akan menjadi beban dan menjadi bagian dari tanggungjawab semua pihak.

Sebenarnya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah membuat sebuah peraturan, peringatan sekaligus perlindungan dalam upaya penekanan jumlah penderita penyakit tidak menular dalam hal ini termasuk di dalamnya adalah penyakit jantung melalui PERMENTAN RI No. 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman informasi kandungan gula, garam, dan lemak serta pesan kesehatan untuk pangan olahan dan pangan siap saji. Pada pasal 3 disebutkan bahwa : “setiap orang yang memproduksi pangan olahan yang mengandung gula, garam, dan/ atau lemak untuk diperdagangkan wajib memuat informasi kandungan gula, garam, dan lemak serta pesan kesehatan pada label pangan.” Bahkan jika melanggar akan dikenakan sanksi administratif.

Berdasarkan peraturan tersebut, maka masyarakat sebenarnya sudah diperingatkan melalui informasi yang tercantum di dalam label pangan yang kini banyak beredar di pasaran. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah melakukan tugasnya. Dengan demikian, kini penerapannya sangat bergantung pada masyarakat dimana setiap kita harus menjadi konsumen bijak. Bijak dalam mengonsumsi makanan akan membawa kita pada jantung yang sehat.

Bagaimana caranya ? Selain menjaga pola makan sehat seperti memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya serat, berhenti merokok dan menjauhi asap rokok yang mengandung racun juga mengurangi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti: nasi putih, roti manis, pasta atau makanan yang berkadar gula cukup tinggi. Poin yang terakhir sangat erat hubungannya dengan keberadaan peraturan yang sudah ditetapkan tersebut.

Kebijakan konsumen dalam memilih dan menentukan mana yang boleh dan tidak dimakan secara berlebihan dalam rangka menjaga kesehatan jantung adalah key success factor. Ketika setiap kita sudah sadar, bertanggungjawab dan menjalankannya dengan baik maka disitulah awal dimulainya sebuah perjalanan menuju jantung sehat untuk hidup yang lebih baik.

Mari kita perhatikan kemasan beberapa produk makanan dan minuman di bawah ini. Beberapa diantaranya mengandung 0 lemak, namun di sisi lain mengandung gula dan karbohidrat :

Softdrink Tidak Baik untuk Jantung-rodame

Beberapa Merek Softdrink Mengandung Karbohidrat dan Gula yang Cukup Tinggi (Dok. Rodame)

Berikut ini adalah informasi lemak dan karbohidrat pada beberapa produk makanan :

Informasi Lemak pada Produk Makanan-rodame

Beberapa Produk Makanan mengandung Lemak dan Karbohidrat (Dok. Rodame)

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan dan minuman di atas selama tidak berlebihan, juga harus disesuaikan dengan kesehatan jantung kita. Jika memang ingin jantung sehat maka ada baiknya menghindari makanan dan minuman yang mengandung gula, lemak dan karbohidrat tinggi.

Nah, yang menjadi permasalahan adalah, ternyata masih ada produsen olahan pangan yang tidak mencantumkan informasi kandungan lemak, gula, karbohidrat dan pesan kesehatan di dalam kemasan produknya. Berikut ini adalah contohnya :

Produk Olahan Pangan Tanpa Informasi Lemak, Gula, Gula, Karbohidrat -rodame

Produk Olahan Pangan Tanpa Informasi Lemak, Gula, Gula, Karbohidrat (Dok. Rodame)

Mengubah sebuah kebiasaan memang tidak mudah, namun tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau melakukan. Jika saja setiap orang memulai dari dirinya masing-masing, maka akan terakumulasi menjadi banyak. Perubahan gaya hidup sehat itu akan makin terlihat hasilnya. Disini ada sinergi, pemerintah mendukung melalui peraturan, pembuat produk olahan pangan mengikuti peraturan yang dibuat dan masyarakat mengubah pola hidup sehat dengan jadi konsumen bijak. Saling mendukung satu dengan yang lainnya. Bukan tidak mungkin, prediksi peningkatan jumlah penderita penyakit jantung dan pembuluh darah tersebut bisa dipatahkan.

Masih ingat dengan “Mensana Inkorpore Sano”, sejak SD kita sudah sering mendengarkannya. Kata mutiara yang sangat akrab di telinga. Artinya kurang lebih adalah dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Maka, kalau kita tarik pada kasus peningkatan jumlah penderita penyakit jantung saat ini, jelas sekali jantung yang tidak sehat akan menyebabkan jiwa ikut terganggu. Hal ini tentu tidak diingini oleh siapapun. Bisa dibayangkan kalau jiwa sudah terganggu alias sakit? Apapun menjadi tidak enak, menjadi tidak nyaman dan tidak bisa menikmati hidup. Ini sebuah kerugian besar.

Dibutuhkan lebih dari sekedar kesadaran dalam menjaga jantung tetap sehat. Harus ada tindakan dan perbuatan nyata dari diri kita sendiri. Karena kalau jantung sehat hidup pun nikmat, keluarga sejahtera, negara pun lega karena tidak ada yang terbebani. Oleh karena itu, jadilah konsumen bijak dan terapkanlah pola hidup sehat agar selamat dari penyakit jantung.

Akhir kata, selamat hari jantung sedunia 29 September, semoga tetap menjaga jantung sehat dan menjadi agen perubahan dalam menjaga pola makan sehat dengan jadi konsumen bijak. Yuk, dukung Indonesia ber’jantung’ sehat dengan gaya hidup sehat.

Tulisan ini diikutsertakan untuk Lomba Blog “Gaya Hidup Sehat, Untuk Jantung Sehat” oleh Yayasan Jantung Indonesiana bekerjasama dengan Indonesiana.