Well, kembali hadir menyapa semua pembaca setia blog ini. Akhirnya saya kembali ke dunia maya yang banyak memberikan saya kebahagiaan dan ilmu. Kali ini yuk simak kisah kehamilan kedua saya yang bikin deg deg serrr. Buat saya sih ini kehamilan yang memberi banyak hikmah dan pembelajaran. Meski baru merasakan hamil lagi setelah 3 tahun lebih (usia anak pertama saya ketika saya diketahui hamil kedua adalah 2 tahun lebih 3 bulan). Anak pertama lahir tahun 2012 dan alhamdulillah tahun ini 2015, insyaallah jika Allah mengizinkan saya akan melahirkan anak kedua.

Kata orangtua sih jaraknya cukup baik, tidak terlalu dekat alias pas. Sejujurnya saya tidak pernah merencanakan dengan serius kehamilan kedua ini. Saya dan suami cenderung menjalani saja, jika diberi kepercayaan / amanah lagi yaitu anak kedua tentu saja kami berdua akan berbahagia dan bersyukur. Jawaban doa memang tak tahu kapan datangnya. Bagi saya, rasa kaget dan bahagia bercampur ketika saya melakukan test pack kehamilan sendiri dan ternyata saya benar-benar positif hamil.

Awalnya masih ragu, karena telat haid belum tentu hamil kan? setelah 2 kali test pack hasilnya negatif. Oh mungkin hormon saya yang sedang gak karuan, kelelahan atau sedang kurang fit. Karenanya saya menunda melakukan test pack sampaiΒ lebih dari 3 minggu. Dan benar saja, setelah menunda test pack selama itu, akhirnya berita baik pun datang, alhamdulillah garis dua bertengger di alat uji kehamilan itu.

Sampai tiba masa dimana saya merasa ada sesuatu yang aneh dalam tubuh saya. Tidak sama dengan kehamilan pertama. Rasanya, di kehamilan pertama saya mual namun masih bisa melakukan aktivitas lainnya. Yang mirip di kehamilan kedua ini adalah masalah mencium aroma nasi yang dimasak di magic com, mencium aroma masakan terutama yang pakai minyak goreng, malas ke kamar mandi karena selalu mual dan ingin muntah di dalamnya termasuk kalau sikat gigi juga bikin mual. Untungnya saya menemukan merek S****** yang gak bikin saya mual parah kalau sikat gigi. Adakah yang seperti saya, ketika hamil justru mual saat menyikat gigi?Β kebayang kan kalau malas sikat gigi bisa jadi apa itu mulut dan gigi belum lagi aromanya mungkin bisa bikin orang langsung muntah atau pingsan bertubui-tubi. Hahaha. Saya menduga ada hal-hal yang menjadi penyebab mual muntah menyikat gigi ketika hamil.

Terus yang berbeda apa yang di kehamilan kedua ini? buanyaaak sekali. Saya bahkan kadang sampai bingung sendiri, koq kehamilan kedua ini beda banget sama yang pertama dulu ya. Dulu saya merasa kuat-kuat saja melewati morning sickness *kalau saya justru mual sore hari menjelang magrib, saya sebut istilahnya noon sickness. Di kehamilan kedua ini all day sickness. Dari pagi sampai malam bahkan menjelang tidur rasanya mual terus. Luar biasa! makan apapun, mencium apapun semuanya bikin mual. Bahkan puncaknya setiap apa yang dimakan langsung dimuntahkan. Waw…

Ada lagi yang berbeda, karena di kehamilan kedua ini saya sudah memiliki seorang putra berusia 2 tahunan maka peer saya bertambah. Kebiasaannya tidur malam bahkan kadang menjelang subuh baru tidur membuat saya akhirnya harus takluk dengan fisik yang semakin melemah. Ujungnya saya sampai di rawat di rumah sakit bukan saya tak berusaha untuk kuat tapi lelah bergadang ternyata membuat saya tidak fit, akhirnya saya demam. Demam saat hamil, berbahayakah? nanti saya ceritakan kisahnya di postingan yang berikutnya ya. Hehehe.

Berhenti sampai disitu saja? emmm… belum selesai karena saya mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis akibat mual muntah di trisemester pertama. Perjuangan memang terus berlanjut bahkan sampai di trisemester kedua, bulan ke-4 dan 5 saya masih berkutat dengan yang namanya mual dan muntah. Saya benar-benar kaget dengan kondisi fisik saya di kehamilan kedua ini. Maklumlah di rumah saya memang mengurus anak tanpa bantuan orang lain. Tau sendiri kan, kelakuan batita seperti apa? aktif dan sedang gencar-gencarnya melakukan banyak aksi. Terkadang saya terpaksa harus meminta suami bergantian menemani anak bergadang karena sudah tak sanggup lagi padahal suami masih harus bekerja keesokan harinya. Begitulah, sebagai orangtua, suami istri adalah partner sejati. Sewajarnya saling memahami dan menolong, apalagi kondisi istri sedang hamil dan melewati masa-masa mual muntah yang cukup parah.

Mungkin di luar sana, masih banyak yang mengalami hal yang lebih parah dari saya ketika hamil. Bahkan ada juga yang katanya mual muntah sampai trisemester ketiga. Saya sulit membayangkannya, perjuangan seorang ibu hamil memang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Rasanya nano-nano ya, senang tapi kalau sudah didera sakit, luar biasa rasanya. Meski begitu, saya tetap berusaha mensyukuri apapun itu, di balik semua rahasia kehamilan kedua ini, saya yakin ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa saya share kepada teman-teman. Tentu saya berharap akan bermanfaat buat teman-teman seperjuangan yang sedang atau ingin hamil lagi untuk kedua kalinya.

Semoga para ibu hamil dimanapun mereka berada senantiasa sehat, kuat dan sabarΒ menghadapi apapun yang dialami di masa-masa indah kehamilannya terutama untuk kehamilan keduanya seperti yang saya alami ini. Untuk yang sedang menanti kelahiran putra / putri tercinta di tahun ini, semoga diberi kemudahan dan kelancaran juga kesehatan dalam persalinan dan setelahnya. Aamiin aamiin aamiin

Happy Pregnancy Moms!