“Only those who dare to fail greatly can ever achieve greatly.”
― Robert F. Kennedy
Well, apa yang dinyatakan oleh Robert F. Kennedy, salah satu adik laki-laki mantan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy di atas ada benarnya juga. Saya sendiri mengalaminya. Kalau bahasa saya sih, mereka yang berhasil adalah mereka yang belajar dari kegagalan. Semulus-mulusnya perjalanan hidup saya, saya juga banyak mengalami kegagalan dalam meraih cita-cita.
Dulu banget waktu kecil, kalau ditanya cita-citanya apa, saya dengan semangat akan menjawab polwan terus berubah lagi pengen jadi duta besar, SMA bahkan berubah lagi malah ingin jadi dokter. Kuliah pun tes SMPB gagal masuk fakultas kedokteran. Ya begitulah, sampai akhirnya punya cita-cita ingin jadi Dosen. Memang dulu kan belum matang berpikirnya, pokoknya apa yang terlihat keren, itulah yang dicita-citakan. Haha.
Jelas beda dengan sekarang, semua yang saya inginkan dulu-dulu itu bahkan tak terpikir lagi ingin meraihnya. Kalau ibarat makanan udah kadaluarsa, karena umur udah gak memungkinkan lagi meraih semua cita-cita yang dulu. Karena banyak gagal, akhirnya banting stir jadi penulis buku pertanian dan jadi blogger.
Kerja dari rumah dan berusaha mencari kesibukan karena sejak lulus S2 saya praktis hanya di rumah saja menjadi IRT. Kecewa? Jelaslah, kan saya sebenarnya orangnya senang sibuk kesana-kemari, gak bisa diem. Eh tapi keadaan memang menuntut saya untuk stay di rumah bersama anak-anak. Akhirnya, saya pun berusaha menikmatinya.
Syukurnya suami selalu mendukung apa yang ingin saya kerjakan terutama ketika hal itu masih sesuai dengan yang diingininya. Tahun 2015, semua berubah. Saya kembali ke kampung suami dan tinggal bersama keluarga suami. Sampai akhirnya, seorang teman baik mengajak saya untuk menjadi dosen honor luar biasa di sebuah kampus negeri di Kota Padangsidimpuan.
Berangsur-angsur saya diangkat menjadi dosen tetap non PNS lalu diangkat lagi menjadi dosen pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak dan baru-baru ini saya ikut tes CPNS Kemenag dan Alhamdulillah lulus dan kelak berstatus dosen PNS.
Panjang kan perjalanan dosen yang saya alami? *abaikan istilah-istilah dosen di atas karena bagi saya intinya saya akhirnya jadi dosen yang diakui Negara dengan memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), Yeeee….

Saya seperti dibawa flash back pada apa yang pernah saya cita-citakan dulu. Menjadi dosen. Ada rasa senang dan semangat dalam diri saya yang membuat saya ingin melakukannya dengan sangat baik. Kalau soal penghasilan, jelas jauh berbeda dengan ketika masih hidup di Kota Bogor. Ya tapi, gak semua hal bisa dibandingkan dengan materi juga kan?
Setelah kurang lebih 3 tahun menjadi dosen, rasa-rasanya masih banyak resolusi yang belum tercapai. Mumpung masih muda #eh 33 tahun, masih muda kan ya? Nah saya ingin membuat resolusi 2018 di zaman now, yang saya tuliskan dalam blog ini. Saya juga pengen jadi dosen zaman now yang memiliki kualifikasi baik sehingga pantas disebut dosen.
Kenapa ditulis di blog? Karena kalau ditulis di blog, kan banyak yang baca, *berharap banyak yang baca, jadi saya malu donk kalau gak berusaha memenuhi resolusi itu. Haha.


Setelah beberapa tahun mengajar mata kuliah SIM, saya yang ilmunya belum apa-apa ini, berharap di tahun 2018 nanti saya bisa menerbitkan buku pegangan sesuai bidang ilmu saya yaitu Sistem Informasi Manajemen. Sampai saat ini saya sudah coba menyusun outline dan mencari ide agar buku itu kelak mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di kampus tempat saya mengajar saat ini. Akan lebih baik lagi kalau bisa diterima juga oleh mahasiswa di PT (Perguruan Tinggi) lainnya.

Tahun 2017, dengan mengantongi NIDN saya akhirnya bisa melakukan pengajuan proposal penelitian dan jika lolos sebagai nominasi penerima bantuan penelitian yang akan diumumkan bulan Januari 2018, maka saya akan melakukan penelitian tersebut. Tentu saja, saya sangat berharap lolos sehingga bisa menambah kualifikasi saya sebagai dosen yang melakukan tri dharma PT yaitu melakukan penelitian. FYI, saya sebenarnya suka sekali melakukan penelitian, lebih tepatnya hobi. Haha, sayangnya memang baru kali ini punya kesempatan melakukan penelitian dengan bantuan dana dari Kemenag.

Sejak diumumkan lulus CPNS Kemenag, ujian selanjutnya yang saya harus lewati adalah kegiatan Prajab atau Pra Jabatan yang biasanya dilaksanakan di Medan untuk seluruh Dosen se-Sumatera Utara. Saya berharap tahun 2018 nanti ketika prajab berlangsung, saya bisa lulus dengan nilai terbaik sehingga dapat meraih peserta prajab terbaik tahun 2018. Saya sudah mulai tanya-tanya pada teman baik saya yang lebih dulu menjadi peserta prajab terbaik tahun 2015.

Biasanya pembukaan beasiswa Mora ke Luar Negeri (LN) untuk S3 dibuka akhir tahun. Nah, tahun 2018 nanti setelah lulus prajab, saya ingin mendaftarkan diri sebagai penerima beasiswa Mora LN 2018. Saya ingin belajar Bahasa Inggris dan bahasa asing Negara tujuan beasiswa itu sehingga dapat memenuhi kualifikasi sebagai penerima beasiswa Mora S3 LN.
Sepertinya, resolusi tahun 2018 saya dipenuhi dengan hal-hal yang serius ya? Karena pada dasarnya saya ingin sungguh-sungguh menjalankan peran sebagai dosen ini. Saya gak mau setengah-setengah sebagai bentuk rasa syukur saya, yang akhirnya cita-cita saya menjadi dosen terkabul. Tapi tenang saya juga punya koq resolusi 2018 yang versi fun.


Ehem, ini beneran fun kan? Tahun 2018 pengen hamil anak ke-3. Soalnya ada pesan dari mama di kampung, anak minimal 3 dan mumpung masih muda dan sehat, bisa program untuk anak ke-3. Kalau saya dan suami sih bebas-bebas aja, mau anak berapa aja selama dipercayakan dan ditanggungjawabi dengan baik, 4 atau 5 juga oke-oke aja.

Menangin beberapa lomba blog dan lomba-lomba nulis lainnya, dapetin banyak job di media social dan blog terus uangnya ditabungin untuk dapat batas minimal bisa daftar haji (klo gak salah sih 25 juta per orang ya) kalau berdua berarti 50 juta. Gak usah dipikiran gimana caranya, pokoknya niatin aja dulu terus usaha sambil banyak berdoa. Ya kan?

FYI, saya gak jago masak. Resolusi yang ini memang agak-agak gimana gitu, kalau kata suami saya, masaknya yang udah masuk taraf lumayan itu ya bikin sambel goreng doank, sisanya masih harus belajar. Haha. Meski begitu, dia tetap lebih senang makan masakan saya dan gak pernah nolak apa aja yang saya masak. Sebenarnya sih, dia lebih jago masak ketimbang saya karena dia lebih bisa berinovasi dan kreatif dibanding saya. Haha. Bukan mau kursus masak juga sih, cuma berlatih masak di rumah aja terutama beberapa menu yang memang suami dan anak-anak suka banget, daripada jajan di luar terus, mendingan masak sendiri kan ya? Menunya apa sih? Menunya adalah ayam goreng crispi ala-ala K** dan bikin capcay. Minimal kedua menu itu dijagoin tahun 2018 nanti.

Yup, itulah resolusi 2018 saya. Saya memilih resolusi yang memang realistis, bisa saya usahakan dan kerjakan karena saya sesesuaikan juga dengan kemampuan dan kebutuhan saya.
Tentu saja, semua resolusi 2018 itu bisa menjadi sulit dipenuhi kalau tubuh saya gampang sakit. Mana ada manusia di bumi ini yang ingin sakit, tapi sakit bisa saja datang terutama ketika tubuh kita memiliki daya tahan yang menurun. Saya sering sakit terutama flu, batuk, apalagi kalau cuaca gak bersabahat gini, sering kehujanan maka virus flu langsung datang. Dan kalau sudah sakit, rasanya gak enak banget. Kzl. Gak bisa ke kampus, gak bisa ngajar dan gak bisa ngurusin anak-anak. Sedih.

Keren mba jd dosen dh pns pula. Semangat utk resolusinya yaaaa. Semoga tercapai dn slalu sehat d 2018
alhamdulillah mba, Allah yang menentukan semuanya, saya memohon yang terbaik ke Allah, aamiin ya Allah. Doa yang sama untuk mba April juga.
semoga segera hamil mba.. amin..
ecieeee, ada juga yang ngedoain resolusi yang ini hahaha, aamiin ya allah makasih mba e
Semangat buat pendidikannya ya mbk 🙂
Buibu hebat mbk dame..
siap mas, semoga sukses untukkita semua di tahun 2018 nanti ya
Cemungud Kaka Rodame..
Sukses buat buncit makin buncit…
Makasih Poel, hahahaha, sampein sendiri itu pesannya. Salam buat keluarga ya.
Selamat Tahun Baru, Rodame… Semoga resolusi kita terlaksana dan bermanfaat. Aamiin..Sehat-sehat terus yaaa
aamiin ya Allah, doa yang terbaik juga untuk mba Arin dan keluarga.
Semoga tercapai baik yang serius maupun yang fun, Mbak. Kesehatan tak ternilai harganya jadi harus diutamakan. Semoga bisa belajar di luar negeri untuk dibagi di tanah air. Sukses!
aamiin ya Allah, makasih mas Rudi. Doa yang terbaik juga untuk mas Rudi dan keluarga semuanya.
Wahhh, resolusinya keren-keren mbak Rodame, kalau aku resolusi terpenting wisuda dulu tahun ini hehe
semoga masing-masing resolusi bisa terkabul dan dilancarkan 🙂
Hahaha itu bukan keren tapi biar sayanya lebih terpacu malu sama umur kalo prestasi segitu-gitu aja, ayo semangat mba Nurul, saya doakan segera wisuda ya.
Wah bagus2 resolusinya. Moga terwujud semuanya ya
aamiin makasih mba Farida.
Wah bagus2 resolusinya. Moga terwujud semuanya ya
aamiin makasih mba Farida.
Semoga resolusinya terwujud ya point 1 …punya anaknlagi
jiaaaah hahahaha, aamiin ya Allah makasih mba Een.
Semoga resolusinya terwujud ya point 1 …punya anaknlagi
jiaaaah hahahaha, aamiin ya Allah makasih mba Een.
Alhamdulillah cita2 menjadi dosen tercapai ya… semoga resolusi2 tercapai semua. Aamiin
aamiin ya Allah.Makasih mba.
Alhamdulillah cita2 menjadi dosen tercapai ya… semoga resolusi2 tercapai semua. Aamiin
aamiin ya Allah.Makasih mba.
semoga tercapai resolusinya ya Kak aamiin
aamiin ya Allah
semoga tercapai resolusinya ya Kak aamiin
aamiin ya Allah
Membaca perjalanan “karir” Mba Rodame membuat hati saya tersentuh, benar2 butuh perjuangan dan proses panjang ya Mba..
iya mba, begitulah semua sudah diatur, saya hanya menjalankan peran saya aja mba. Makasih udah mampir mba.
Membaca perjalanan “karir” Mba Rodame membuat hati saya tersentuh, benar2 butuh perjuangan dan proses panjang ya Mba..
iya mba, begitulah semua sudah diatur, saya hanya menjalankan peran saya aja mba. Makasih udah mampir mba.
Resolusinya asyik banget mbaak, smoga terwujud ya. Masih muda 33 thn hehe, seusia kakak akuu. Moha bisa dpt anak ketiganya jg ya. Dosen SIM, aku dulu kuliah dapet matkul ini nggak yaaa, lupaaa Aku kuliah jurusan IT tapi skrg pensiun develop :))
salam kenal mba, muda ya? masa sih? hahaha. Aamiin ya Allah. Hayo dapat matkul SIM gak? koq pensiun?
Resolusinya asyik banget mbaak, smoga terwujud ya. Masih muda 33 thn hehe, seusia kakak akuu. Moha bisa dpt anak ketiganya jg ya. Dosen SIM, aku dulu kuliah dapet matkul ini nggak yaaa, lupaaa Aku kuliah jurusan IT tapi skrg pensiun develop :))
salam kenal mba, muda ya? masa sih? hahaha. Aamiin ya Allah. Hayo dapat matkul SIM gak? koq pensiun?
Wah, masih muda lah kalo 33. saya udah 36, hehe… semoga sukses prajab dan bisa jadi the best, ya bu Dosen. juga tuk resolusi yang lainnya. aamiin…
hua, makasih mba, doa yang terbaik juga untuk mba Tatiek dan keluarga.
Wah, masih muda lah kalo 33. saya udah 36, hehe… semoga sukses prajab dan bisa jadi the best, ya bu Dosen. juga tuk resolusi yang lainnya. aamiin…
hua, makasih mba, doa yang terbaik juga untuk mba Tatiek dan keluarga.
33 th, masih di bawah saya ya.
Resolusi have fun, maksudnya kalau gak terkabul tahun ini gak apa juga ya mbak.
Saya juga nulis resolusi biar malu kalau gak kesampaian.
maksudnya versi fun yang gak serius kayak bikin skripsi atau tesis mba, hahaha tapi berusaha diwujudin juga.
33 th, masih di bawah saya ya.
Resolusi have fun, maksudnya kalau gak terkabul tahun ini gak apa juga ya mbak.
Saya juga nulis resolusi biar malu kalau gak kesampaian.
maksudnya versi fun yang gak serius kayak bikin skripsi atau tesis mba, hahaha tapi berusaha diwujudin juga.