“Mero chan, chi wa?”. (“Mero, golongan darahnya apa?”)
“‘O’ desu, doshite?”. (“‘O’, emangnya kenapa?”)
“ii ne, dakara Mero chan wa yasashii hito ne, kokoro mo ii. Nihon de wa, ‘O’ no chi wa ichiban ii yo. Ii hito datte, Nihon jin mo, ‘O’ no hito wa daisuki. ‘B’ wa chotto chigau da ne, suki janai, ii hito janai. Minna shitteru yo ne, sono koto wa.”
(“bagus ya, ooh mungkin itu sebabnya Mero orangnya ramah dan hatinya juga baik. Di Jepang, orang bergolongan darah ‘O’ itu paling baik. Katanya sih mereka yang bergolongan darah ‘O’ itu adalah orang-orang baik, berbeda dengan orang bergolongan darah ‘B’ yang justru tidak disukai, karena dinilai bukan orang yang baik. Semua pasti tau ya tentang itu.”)
Cuplikan perbincangan saya (Mero chan : panggilan saya ketika berada di Jepang) dengan orang Jepang ketika mencicipi magang kerja di Jepang tahun 2007-2008 silam, utusan dari kampus dimana saya berkuliah dulu. Perbincangan sederhana yang sampai sekarang saya tak bisa lupakan. Saya tak pernah membayangkan bahwa golongan darah pun bisa ikut menentukan seberapa besar kita disukai dan dihargai oleh orang lain. Saya sempat kaget dan bingung dengan ucapannya, karena seolah-olah orang bergolongan darah ‘B’ itu sungguh dibenci sedangkan mereka yang bergolongan darah ‘O’ sungguh disukai dan dipuja-puja. Teman saya itu bahkan sempat berkata, “‘B’ hito wa kekkon shinai de kudasai.” (jangan menikah dengan orang bergolongan darah B ya). Saya pun tambah shock! Ternyata golongan darah di Jepang ini sangat menentukan ‘jodoh-mu’ terhadap pekerjaan dan pernikahan.
Bagi saya, semua orang apapun golongan darahnya adalah sama. Sama-sama manusia. Sama-sama perlu dihargai dan disayangi. Tuhan itu Maha Adil menciptakan manusia berikut golongan darahnya yang berbeda-beda, O-A-B-AB. Mengapa diciptakan berbeda-beda ya? Ilmu saya belum mampu menelaah sedikitpun ilmu Tuhan. Jadi, buat saya daripada mempertanyakan sesuatu yang tak mampu saya jawab lebih baik saya mensyukuri golongan darah apapun itu yang Tuhan beri.
Berita baiknya adalah, apapun golongan darah kita, di Bulan Dana PMI ini, kita semua sama, sama-sama manusia yang hidupnya justru akan berharga jika kita saling peduli dan bantu sesama.
Semua pasti kenal dengan PMI kan? PMI atau Palang Merah Indonesia dikenal sebagai tempat untuk kita mendonorkan darah. Sayangnya tidak banyak yang tahu bahwa PMI itu bukan sekedar penyalur darah pada sesama melainkan juga berbagai kegiatan sosial lainnya yang tujuannya adalah membantu saudara-saudara kita yang dalam kesusahan di berbagai wilayah Indonesia. Pasti masih melekat kuat di benak kita semua, kejadian pekatnya kabut asap yang menyelimuti pulau Sumatera beberapa waktu yang lalu. Warga masyarakat di Ogan Ilir sebagai lokasi terparah dimana asal asap berasal ditimpa banyak sekali kesusahan terutama dari segi kesehatan sampai matinya segala aktifitas perekonomian karena tidak memungkinkan melakukan apapun.
Kala itu, PMI menunjukkan gerak cepatnya dengan membentuk tim operasi tanggap darurat bencana asap sebanyak 19 orang relawan PMI dikirim langsung ke lokasi tersebut. Tim tersebut kemudian diperintahkan oleh PMI pusat untuk melakukan pengobatan masal selama 14 hari yang disebar di 10 kecamatan yang terkena dampak kabut asap. Nah, itu baru salah satu contoh kecil bagaimana peranan PMI di Indonesia selain tempat untuk menyalurkan darah. Mungkin kita tak bisa menjadi relawan PMI saat ini, namun kita berkesempatan penuh untuk berpartisipasi dalam membantu sesama melalui donasi. Kenapa donasi? karena PMI berperan sangat penting dalam menolong sesama yang bukan hanya menyalurkan darah bagi yang membutuhkan tetapi juga peduli dengan sesama dalam berbagai hal termasuk : bencana alam (longsor, banjir, kabut asap, gunung meletus, gempa bumi, dan lain-lain), musibah (kekeringan air, kebakaran, dan lain-lain), santunan bagi kaum dhuafa serta korban konflik.
Di Bulan Dana PMI ini, sebenarnya donasi pun dapat langsung disampaikan ke PMI pusat DKI Jakarta. Namun, bagi kita yang kesulitan menyerahkan donasi langsung kita masih bisa memanfaatkan teknologi perbankan yaitu dengan transfer uang ke rekening PMI yang ada.
Di Bulan Dana PMI ini kita diingatkan kembali untuk membuktikan kepedulian pada sesama. Nah, untuk yang tidak bisa donasi secara langsung, bagaimana caranya? caranya adalah berdonasi ke PMI dengan melakukan transfer uang melalui rekening bank-bank tertentu yang sudah ditetapkan oleh PMI.
Nah, buat yang masih bingung atau ingin tahu lebih banyak tentang kegiatan PMI termasuk Bulan Dana PMI, bisa bergabung langsung dengan akun sosial media PMI, agar tetap ter-update (klik icon di bawah dan langsung follow aja) :
Mari dukung Bulan Dana PMI 2015/2016, kita semua adalah saudara. Saudara setanah air. Kita semua adalah manusia, berdarah sama ‘merah’. Tapi kita juga manusia yang hidup saling berdampingan dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Ayo peduli bantu sesama.
Saya sudah berpartisipasi loh, kalian juga ya?











wessss… dukungannya maantaaapppp , yuk dukung bulan dana PMI
yuk mari ikutan dukung bulan dana PMI juga 🙂
PMI membantu banget saat dulu butuh darah utk transfusi dek Paksi. Mrk juga butuh infastruktur yang membantu melancarkan tugas…memang harus didukung secara nyata ya mak rodame
betul sekali mak Ophi, saling membantu sesama kan sudah kewajiban kita juga 🙂
PMI juga ada di setiap kota jadi meudahkan jika ada yg butuh donor, periksa kesehatan dan keg sosial lain. ortu saya suka periksa ke klinik PMI. enak pelayanannya
oh gitu ya mbak 🙂 makasih informasinya.
Heuuu baru bisa bw 🙁
Waktu itu aku pernah donor darah ke PMI tapi ditolak karena tekanan darahnya rendah hehe. Waaah mau ikut dukung Bulan Dana PMI juga 🙂
iya memang ada syaratnya klo mau nyumbang darah yapi kalo nyumbang materi gak ada syarat fisik apapun, bisa kapanpun dalam keadaan apapun 🙂