Air adalah salah satu sumber daya alam yang ada di bumi ini. Dari sekitar 1 miliar km3 air garam di bumi ini, hanya 2,5 % yang dimanfaatkan sebagai air yang dapat dikonsumsi atau istilahnya freshwater. Dari 2,5 % tersebut 68,9 %-nya adalah glacier dan salju permanen. Melalui informasi grafis  di bawah ini kita tentu menjadi paham bahwa meskipun jumlah air banyak di bumi namun yang termanfaatkan hanya 2,5 % dari total air yang ada di bumi.

Sumber : unep.org

Sumber : unep.org

Jumlah 2,5 % tersebut adalah angka yang kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk bumi saat ini yang berkisar 7 miliar orang. Dimana Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk paling tinggi keempat di dunia. Dengan jumlah penduduk sekitar 253 juta jiwa hingga detik ini. Saya membayangkan, bagaimana jadinya jika jumlah penduduk terus meningkat sementara jumlah air yang bisa dikonsumsi semakin berkurang. Padahal air adalah salah satu unsur terpenting dalam kehidupan manusia yang tidak bisa dipisahkan dari berbagai aktivitas di bumi.

Sumber : census.gov

Sumber : census.gov

Di Indonesia sendiri kita mengenal Kementerian Pekerjaan Umum dimana salah satu bidang kerjanya terkait dengan pemberdayaan sumber daya air. Kita semua juga tahu bahwa pengelolaan sumber daya air ini memang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar kita semua sebagai warga negara Indonesia dapat memperoleh manfaat dari air tersebut. Manfaat seperti apa? tentu saja manfaat yang mampu menyejahterakan kita semua.

Aliran air yang berasal dari bendungan Katulampa Bogor (Dok. Rodame MN)

Aliran air yang berasal dari bendungan Katulampa Bogor (Dok. Rodame MN)

Untuk itulah SDAPU, salah satu Direktorat Jenderal pada Kementerian Pekerjaan Umum ini ada di Indonesia. Ada banyak program bermanfaat yang dilakukan SDAPU termasuk salah satunya adalah Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses  layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan khususnya masyarakat di desa tertinggal dan masyarakat di pinggiran kota (peri-urban). Saya menyambut baik program tersebut karena sangat membantu desa tertinggal dalam mengakses air bersih. Seperti kita ketahui bersama di Indonesia sendiri ada begitu banyak desa tertinggal yang belum tersentuh air bersih dan program Pamsimas tentu akan sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat di desa-desa tertinggal tersebut. Bahkan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menetapkan pelaksanaan Pamsimas tahap II (2013-2016) untuk 5000 desa di Indonesia. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Pamsimas dapat mengakses http://new.pamsimas.org/.

Sebaran desa pamsimas 2014 (sumber : mis.pamsimas.org/map)

Sebaran desa pamsimas 2014 (sumber : mis.pamsimas.org/map)

Jika ditelusuri lebih dalam, pada dasarnya air sangat berperan dalam menyejahterakan masyarakat. Coba sebutkan bagian mana dari kehidupan kita yang tidak membutuhkan air? nyaris tidak ada. Semua aktivitas kita membutuhkan air. Air yang seperti apa? tentu saja air yang bersih, air yang menyehatkan tubuh, air yang jumlahnya cukup untuk berbagai aktivitas dan air yang mudah diperoleh. Namun kenyataannya meski kita semua sudah memahami betul peran air yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, masih ada saja yang kurang perduli pada air. Bahkan cenderung merusak sumber-sumber daya air. Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan banyak sekali sampah yang dibuang di sungai juga di parit-parit depan jalan, padahal air ini sebagian masih ada yang memanfaatkannya untuk mencuci, mandi bahkan kakus.

Sampah menggenang di parit-parit (Dok. Rodame MN)

Sampah menggenang di parit-parit (Dok. Rodame MN)

Air di parit masih dimanfaatkan warga (Dok. Rodame MN)

Air di parit masih dimanfaatkan warga (Dok. Rodame MN)

Dengan kondisi yang air yang tidak terawat seperti itu, bagaimana mungkin masyarakat akan memperoleh kesejahteraan yang dimaksud. Padahal harapannya tinggi terhadap air tetapi kenyataannya menjaga air saja masih sulit diterapkan. Ini adalah fenomena yang memprihatinkan yang sekarang terjadi di masyarakat kita. Terkadang hati saya miris menyaksikan mereka yang masih memanfaatkan air dari sumber air yang tidak terawat ini tetapi sebenarnya jika ditelisik lagi penyebabnya adalah kelalaian manusia itu sendiri. Butuh tapi tidak merawat air.

Di sisi lain, air tersebut jika dirawat dan dikelola dengan baik sebenarnya akan memberikan manfaat bukan hanya kesehatan tetapi juga materi. Saya menyaksikan beberapa warga bahkan membuat keramba ikan di aliran air tersebut. Seperti pada gambar di bawah ini. Meskipun masih terlihat banyak sampah yang tertanam di dalam dasar air dan sebagian lagi nyangkut di sekitar keramba tersebut. Sangat disayangkan sekali warga masih kurang perduli terhadap air  sehingga manfaat dari air untuk kesejahteraan warga pun jelas semakin berkurang. Jika air yang mengalir bersih, saya sangat yakin ikan-ikan akan banyak yang tertangkap di dalam keramba, dengan begitu semakin besar juga pendapatan warga dari hasil penjualan ikan tersebut atau minimal bisa untuk dikonsumsi sendiri sehingga dapat mencukup kebutuhan protein keluarga sehari-hari.

Keramba warga di parit (Dok. Rodame MN)

Keramba warga di parit (Dok. Rodame MN)

Masih banyak lagi sebenarnya potensi dari sumber daya air. Saya sendiri beberapa kali melihat dan menyaksikan bagaimana air sangat membantu para peternak. Peternak bebek Peking di salah satu wilayah di Jakarta ini misalnya, peternak memanfaatkan air rawa untuk peternakan bebek tersebut. Bebek sangat senang berenang, karenanya air memang tidak bisa dipisahkan dari tumbuhkembangnya bebek.

Peternakan Bebek Peking di Jakarta (Dok. Rodame MN)

Peternakan Bebek Peking di Jakarta (Dok. Rodame MN)

Selain peternak bebek Peking, saya juga melihat peternak ayam broiler yang memanfaatkan air untuk bawah kandang-kandang ayamnya. Di dalam air tersebut mereka sekaligus membesarkan ikan-ikan. Kotoran ayam yang jatuh ke dalam air dianggap merupakan makanan berprotein tinggi untuk ikan-ikan tersebut. Jadi seperti sambil menyelam minum air. Peternak memperoleh manfaat dari air yang berada di bawah kandang ayam broiler tersebut. Ikan-ikan tersebut dapat memenuhi kebutuhan para penjaga kandang sekaligus jika banyak dapat dijual ke sekitar kampung.

Peternakan Ayam di Jakarta (Dok. Rodame MN)

Peternakan Ayam di Jakarta (Dok. Rodame MN)

Sementara itu, untuk air minum ayam-ayam broiler di kandang, peternak menggali sumur dan memanfaatkan air yang bersumber dari dalam tanah. Peternak memang mengeluarkan modal awal untuk membangun sumur namun kemudia tinggal menikmatinya untuk kebutuhan peternakan. Bahkan tidak jarang masyarakat ikut memanfaatkan air sumur tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber air minum peternakan ayam dari sumur (Dok. Rodame MN)

Sumber air minum peternakan ayam dari sumur (Dok. Rodame MN)

Demikianlah sebenarnya kita mampu sejahtera dengan air. Selama kita bersama-sama, bahu-membahu merawat air, peduli terhadap masa depan air dan memanfaatkan potensi air yang ada dengan tepat maka kita jualah yang akan memperoleh manfaatnya baik untuk kesehatan, pangan juga untuk meningkatkan perekonomian. Jika saja kita mau meninggalkan ego kita lalu berbuat untuk air, saya sangat yakin kita akan sejahtera dengan air. Karena air diciptakan untuk kita, maka tugas kita adalah menciptakan kebaikan agar air tetap lestari. Demi Indonesia, demi masa depan anak cucu kita kelak.

2014-11-02_221739

Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Menulis Blog “Sejahtera dengan Air” dalam Rangka Ulang Tahun SDAPU ke-10

Banner_Blog_720x90