Dear anakku Alimikal,

Anakku Alimikal Jadilah Penebar Kebahagian -rodame-com

Anakku Alimikal Jadilah Penebar Kebahagiaan (Dok. Rodame)

Tolong luangkan waktumu sedikit ya nak, karena ibumu ingin menyampaikan sebuah pesan penting sebelum terlambat. Surat wasiat ini mungkin kelak kau akan membacanya sendiri, cermati, pahami dan bijaklah dalam mengambil hikmah didalamnya.

Nak, ibumu ini hanya seorang ibu biasa. Sama seperti ibu-ibu lainnya di dunia ini, yang bisa lemah, bisa sakit, menangis tapi juga bisa tertawa, bahagia bahkan menerbangkan mimpinya hingga ke langit yang tinggi. Meskipun ibumu ini kadang-kadang tersandung oleh kerikil-kerikil kehidupan, tapi itu tak membuatnya putus asa dalam melakukan yang terbaik dan memberikan yang terbaik dalam hal apapun.

Nak, ibumu ini semasa hidup senang sekali menulis di blog. Kalau kata orang-orang sekarang ‘banci lomba’. Bukan banci beneran ya, itu cuma kiasan aja. Sebenarnya itu karena ibumu adalah tipe orang yang mudah sekali penasaran, lalu mencoba, meski gagal lalu berusaha lagi, bangkit lagi. Ratusan kali ia gagal memenangkan lomba menulis tetap saja ia mengikutinya lagi dan lagi. Tak peduli berapa banyak kegagalan yang ia peroleh, kritikan akan tulisannya yang dilontarkan oleh blogger lain, tapi ia tetap menegakkan kepalanya, yakin kelak ia akan mendapat gilirannya. Semua hanya masalah ‘jodoh’, rezeki tak mungkin akan tertukar. Percayalah.

Nak, ibumu ini tak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Hidupnya hanya dipenuhi impian dan perjuangan. Kalau kau tau bagaimana keras dan terjalnya jalan yang dilalui demi kebahagianmu dan dirinya, mungkin kau tak kan paham mengapa ia melakukan semua itu. Demi sebuah kebahagiaan.

Nak, ibu ingin cerita siapa orang di balik sampainya kebahagiaan itu pada ibumu ini. Kau tak boleh melewatkan cerita bagian ini ya. Ini penting, penting sekali. Tolong camkan baik-baik. Setiap perjuangan akan berakhir dengan indah jika kita bisa memaknai sebuah kegagalan dalam hidup. Ketika ibu baru-baru ini berhasil memenangkan sebuah lomba menulis di blog yang bertemakan tentang kesehatan jantung. Ibu sempat galau. Karena kalau ibu disuruh menjemput hadiahnya ke Jakarta, Tamatlah sudah. Karena ibumu tak punya ongkos menjemputnya, ibumu juga tak mungkin meninggalkanmu, ibumu juga tak mungkin mengabaikan pekerjaannya sebagai seorang dosen kontrak. Di dalam itu semua ada komitmen dan tanggungjawab. Meskipun ibumu ini hanya orang biasa tapi ibumu termasuk orang yang berusaha sepenuh hati mengerjakan tugas dan tanggungjawabnya.

Nak, ketika disebutkan ibu mendapat juara kedua dan memperoleh sebuah TV yang besarnya mungkin setinggi tubuhmu saat ini, ibu merasakan sesak di dada. Kau tau? kita belum pernah punya TV sebesar itu. Bahkan ibu dulu menabung cukup lama dari uang bulanan kuliah supaya bisa beli TV ukuran 14 inch. Tak pernah terbayang, Tuhan akan kirimkan TV setinggi dirimu nak. Amazing!

Nak, kau tau berulang kali ibu resah karena memikirkan hadiah itu, Ketika tau ibu memenangkan TV sebesar itu, rasanya bahagia sekali. Lalu bingung bagaimana caranya agar TV itu bisa sampai ke rumah oppungmu (baca : nenek). Iya, kita belum punya rumah. Kita tinggal bersama oppungmu di kota Padangsidimpuan ini sejak setahun yang lalu. Di kota ini kita memulai semuanya dari ‘nol’. Ingat nak, kita adalah pejuang! Oh iya, apa kau tau tau jarak Jakarta ke Padangsidimpuan, jauh sekali, kau harus menyeberangi Selat Sunda, kau masih harus berkendaraan dari bandara udara terdekat hingga makan waktu semalaman. Terbayang kan kita tinggal di tempat seperti apa? Apa mungkin TV itu bisa sampai pada kita?

Nak, untuk pertama kalinya dalam hidup, ibu sungguh kaget luar biasa. Tak pernah terbayang kelak kita akan menonton bersama dengan TV itu, bercanda sambil menciumi satu sama lain, saling menggelitiki dan kita tertawa bahagia bersama. Lalu, sebuah pesan singkat sampai ke telepon genggam ibu siang itu, yang berbunyi :

“mbak ini bukti kirim barangnya ya via JNE”

Nak, ibu langsung terdiam. Tuhan tidak tidur dan tak akan pernah tidur. Baca perlahan ya nak, “via JNE”. Kau tau JNE? entah apa jadinya kalau JNE sampai tidak ada di kota Padangsidimpuan kita ini. Mungkin memiliki TV besar itu benar-benar hanya sebatas mimpi saja. Tapi, Tuhan tidak izinkan itu terjadi, Tuhan berikan kita kebahagiaan dengan keberadaan JNE nak. Kau pasti tau bagaimana perasaan ibumu ini kan? Setetes air mata turun ke pipi ibu. Dalam hati terdalam, terucap rasa syukur kepada Tuhan, terucap rasa terimakasih yang mendalam kepada JNE.

Bukti Pengiriman TV Besar dengan JNE (dok. Rodame)

Bukti Pengiriman TV Besar dengan JNE (dok. Rodame)

Nak, kau tau apa yang lebih membahagiakan lagi? ibu tak mengeluarkan sepeserpun untuk pengiriman TV besar itu. Kau tau berapa ongkos kirimnya Rp 1.200.000, beratnya 32 kilogram. TV besar itu di-packing kayu supaya aman sampai rumah tinggal kita saat ini. Seandainya tak ada JNE, mungkin semua akan berbeda. Kebahagiaan itu mungkin saja belum menjadi ‘hak’ kita saat ini. Tapi, Tuhan Maha Baik, kebahagiaan itu akan segera sampai pada kita nak. TV setinggi tubuhmu itu akan segera ada di rumah. Kau bisa merasakan kebahagiaan bersama oppung godangmu (baca : kakek) yang hobi sekali nonton TV, kau juga akan bisa menikmati kartun kesukaanmu bersama adik kecilmu di rumah kala ibu dan ayahmu bekerja. Oppungmu tak kan memukul-mukul TV lagi karena kau tau sendiri kalau TV lama di rumah sudah mulai usang dimakan waktu.

Nak, TV besar yang dikirim melalui JNE Express itu adalah cerita terbaik ibu bersama JNE. Ibu tak punya kekayaan untuk diturunkan padamu, ibu juga tak punya ilmu yang cukup untuk diberikan padamu. Ibu cuma punya rasa yakin. Kelak, jika kau sudah bertumbuh besar. Jadilah seperti JNE, menebarkan kebahagiaan kepada siapapun dan dimanapun berada, bahkan di pelosok desa dimana tak seorang pun tau tempat itu, kebahagiaan itu bisa tersampaikan. Ibu hanya bisa menyampaikan ini sebagai surat wasiat untukmu. Bahagiakanlah dirimu, bahagiakanlah orang-orang di sekitarmu. Seperti JNE #ConnectingHappiness.

JNE Penebar Kebahagian-Rodame

JNE di Kota Padangsidimpuan “Penebar Kebahagiaan” (Dok. Rodame)

Dari ibumu yang selalu mencintaimu,

Rodame Monitorir Napitupulu

PS : Jangan lupakan JNE ya Nak, ingatlah bahwa ibumu ini pernah mengajarimu dan menemanimu mengirim barang ke JNE sewaktu kau kecil, ingat foto kebersamaan kita di konter JNE Padangsidimpuan ini ya. Coba lihat balon berwarna emas di dinding konter JNE itu, ada ucapan selamat ulang tahun untuk JNE yang ke-26. Kau juga harus tau, bahwa JNE membuat Hari Bebas Ongkos Kirim pada 26 – 27 November 2016 lalu, tau kenapa? itu karena JNE ingin selalu menebarkan kebahagiaan pada semua orang termasuk di 55 kota di Indonesia dimana ada JNE disana (Sorong, Timiki, Ternate dan masih banyak kota lainnya). Ingatlah pada JNE yang sudah menyampaikan berjuta kebahagiaan pada semua orang termasuk keluarga kita. 

Bercanda di Konter JNE Padangsidimpuan -rodame-com

Bercanda di Konter JNE Padangsidimpuan (Dok. Rodame)

Banner GA JNE-cerita baik JNE-rodame-com