Akan seperti apa kelak anak yang saya lahirkan ini? akan bagaimana kelak dia berperilaku? akankah kelak dia menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, nusa dan bangsa?

Semua pertanyaan tersebut datang silih berganti dan terus menjadi pertanyaan di dalam benak saya. Sebagai seorang ibu, orangtua dari anak-anak yang saya lahirkan sendiri, tentu tanggungjawab mendidik anak utamanya ada di tangan kedua orangtuanya. Karenanya peran orangtua dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki integritas tinggi termasuk memiliki nilai keberanian dan kemandirian sangatlah penting.

tips agar anak menjadi berani dan mandiri

Semua Berawal dari Orangtua

Alimikal, anak saya yang kini berusia 3 tahun 4 bulan. Hidup dalam dunia imajinasinya. Penuh eksplorasi dan rasa ingin tahu yang tinggi. Mendidik anak sejak dini untuk berani dan mandiri ternyata tidaklah mudah. Meskipun demikian, bukan tidak mungkin nilai-nilai yang diajarkan sejak dini tersebut justru akan terekam sangat kuat di dalam memori anak dan terbawa hingga dewasa kelak. Seperti kita ketahui bersama, bahwa 5 tahun pertama adalah masa keemasan anak ‘golden age’, dimana miliaran sel pada otak anak terus bertumbuh. Jika hal-hal baik yang ditanamkan pada usia tersebut maka hal baik juga yang akan dituai kelak, begitu juga sebaliknya. Karena itu, kunci agar anak menjadi berani dan mandiri adalah pendidikan sejak dini tentang nilai keberanian dan kemandirian yang dimulai dari keluarga itu sendiri, dimana orangtua berperan sebagai panutan dan anak sebagai peniru.

Beberapa tips agar anak tumbuh menjadi berani dan mandiri adalah 4K :

Kerohanian

Dasar utama dalam menjalankan kehidupan di dunia adalah prinsip kerohanian. Setiap anak tumbuh dan lahir dari orangtua yang memiliki prinsip kerohanian masing-masing. Anak pada dasarnya bak kertas putih yang siap dilukis. Jika prinsip kerohanian sudah tertanam baik pada anak, maka kelak anak tumbuh dengan akhlak yang baik. Prinsip kerohanian adalah yang utama sebelum mengajarkan hal-hal lainnya. Prinsip kerohanian ,mengajarkan anak-anak untuk berani. Berani berkata benar, bertindak jujur dan melakukan hal yang bertanggungjawab dalam berbagai hal.

tips agar anak menjadi berani dan mandiri

Mendampingi Anak dan Mengajari Prinsip Kerohanian (Dok. muslimahcorner.com)

Kepercayaan

Biarkan anak melakukan suatu hal dengan sendiri. Awalnya anak disuapi ketika makan, dibersihkan giginya, diberikan minum, dipegangi saat berjalan dan menyeberang, dibantu saat jatuh karena bermain dan lain sebagainya. Namun seiring waktu, anak bertumbuh dan berkembang. Anak hanya perlu diberi kepercayaan bahwa dia pun mampu melakukan semua itu sendiri. Sebagai orangtua, kita mendidiknya dengan memberikan contoh yang baik dari berbagai kegiatan tersebut. Kemudian anak akan mulai meniru dan lama-kelamaan akan berani mencobanya sendiri dan akhirnya mandiri.

Tips agar anak menjadi berani dan mandiri

Berikan Kepercayaan pada Anak

Kesempatan

Setiap orangtua ingin anaknya menjadi pribadi yang berakhlak dan bermanfaat. Namun kita sebagai orangtua seringkali lupa, bahwa anak pada usia keemasan tersebut belum memiliki akal yang sempurna. Anak masih memiliki pemahaman yang sesuai usianya tersebut, Itu sebabnya, anak seringkali melakukan kesalahan ketika sudah diberikan contoh yang benar dalam melakukan berbagai hal. Orangtua tidak boleh patah semangat lalu merasa gagal jika anak tidak langsung bisa meniru dengan baik dan sempurna. Orangtua harus sadar bahwa anak pada usia tersebut masih pendek akal sehingga tidak pantas untuk dipaksa atau ditekan. Jika anak salah dalam meniru, maka berikanlah anak kesempatan untuk mencoba kembali. Jika masih melakukan kesalahan, berilah lagi kesempatan. Saya yakin kelak anak akan menjadi paham dan akhirnya mampu melakukan hal-hal yang dicontohkan oleh orangtuanya dengan baik dan benar.

CYMERA_20150127_112749

Berikan Kesempatan untuk Mencoba (Dok.Pri)

Kemauan

Anak perlu dididik agar memiliki rasa ingin melakukan sesuatu dengan benar. Menumbuhkan kemauan pada anak tersebut harus dilakukan oleh orangtua agar anak kelak tumbuh berani dan mandiri atas dasar kemauan dan kesadarannya sendiri bukan karena paksaan yang sifatnya sementara. Tentu kita ingin agar anak kita memiliki nilai keberanian dan kemandirian seumur hidupnya bukan sesaat saja. Untuk itulah menumbuhkan kemauan dari diri sendiri juga penting dilakukan. Jika anak sudah memiliki kemauan maka dia akan memiliki inisiatif tinggi. Dengan inisiatif tinggi tersebut anak mulai berani mengambil keputusan sendiri dan anak bertanggungjawab atas apa yang diputuskannya tersebut. Misalnya, ada sampah di jalanan, sang ibu mencontohkan membuang sampah pada tempatnya, lalu ketika anak menemukan sampah di depannya dia secara otomatis mencari tempat sampah dan membuangnya ke tempat sampah tanpa diperintah sang ibu.

Tips agar anak menjadi berani dan mandiri

Beri Anak Kesempatan Membuang Sampah Sendiri (Dok.Pri)

Demikianlah, tips sederhana dari saya agar anak menjadi berani dan mandiri di kemudian hari. Sebagai orangtua, kunci ada pada tangan kita. Tanamkan hal yang positif, berikan contoh yang benar maka anak akan tumbuh dalam lingkungan yang positif dan akan terbiasa dengan hal-hal yang benar. Nilai keberanian dan kemandirian bisa ditanamkan sejak dini di masa keemasannya. Saya yakin, anak-anak yang tumbuh dengan 4K tersebut kelak akan menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berkualitas.

#parentingantikorupsi #GakPakeKorupsi #PRUNG