Kota Sidimpuan atau lengkapnya Padangsidimpuan punya ciri khas yang unik ketika akan menjelang puasa pertama. Saya yakin di daerah lain juga pasti sama ya. Semua daerah punya keunikannya masing-masing. Entah itu karena kebiasaan sejak dulu, atau sekedar adaptasi dari budaya daerah yang lain tapi yang jelas tradisi itu kadang yang dinanti-nanti ketika memasuki bulan Ramadhan.

Kota Sidimpuan yang letaknya di bagian selatan dari Sumatera Utara ini, memang mayoritas penduduknya adalah muslim. Meskipun begitu, sampai detik saya tinggal disini tidak ada konflik terkait SARA. Semua masih terkendali dan aman. Bahkan di beberapa tempat, bertetangga beda agama dan saling sapa dan ramah-tamah itu juga banyak terjadi. Indahnya perbedaan. Meski saat ini umat muslim di seluruh dunia sedang berpuasa, tempat makan seperti warung dan restoran keluarga juga ikut tutup. Sebagian besar bisa dibilang tutup, ada juga yang tetap buka karena sebagian orang ada juga yang tidak menjalankannya.

Ada yang pernah ke Sidimpuan? liburan atau kerja atau mungkin punya keluarga disini? Dari beberapa teman blogger yang pernah ke Sidimpuan sering berkomentar ke saya, kalau mereka rindu singgah dan main ke Sidimpuan lagi. Ternyata kota salak ini lumayan banyak yang merindukannya juga. Ini kali kedua saya berpuasa di Sidimpuan. Tahun lalu dan tahun ini rasanya berbeda ya, ya karena tahun ini saya sudah punya anak 2, hehe. Shanza yang lahir persis sebulan setelah lebaran tahun lalu. Jadi, suasana rumah mertua makin rame.

Nah, tahun ini saya bersyukur bisa dipertemukan lagi dengan bulan penuh keberkahan lengkap dengan suami dan anak-anak. Hari menjelang puasa pertama, saya keluar sekalian jemput susu kambing untuk anak ke loket ALS yang berlokasi di Padang Matinggi sekitar 10 menit kalau naik motor dengan santai. Saya kaget bercampur senang karena tahun ini saya bisa mulai puasa pertama bersama suami. Tahun lalu kami LDR. Dia di Bogor saya di Sidimpuan. Di sepanjang jalan, suami bercerita tentang kebiasaan a.k.a tradisi masyarakat kota Sidimpuan menjelang puasa. Dan benar saja, saya sempat takjub melihat keramaian di sisi-sisi jalan.

Ayo kira-kira yang ramai itu apa dan sedang apa ya? ada yang tau?

tradisi jelang puasa pertama di kota padangsidimpuan-rodame.com

Tradisi Jelang Puasa Pertama di Kota Padangsidimpuan (Dok.rodame.com)

Coba perhatikan gambar berikutnya, ya kali lebih jelas dan gak bikin tambah penasaran, ya kan?

tradisi jelang puasa pertama di kota padangsidimpuan-rodame.com

Penjual Daging Sapi Dadakan di Kota Padangsidimpuan (Dok.rodame.com)

Ada juga yang masih sepi pembeli, seperti pada gambar ini, kesian juga sih tapi yakin aja rezekinya sudah ada koq, ya kan?

tradisi jelang puasa pertama di kota padangsidimpuan-rodame.com

Pedagang Daging Sapi Dadakan Menjelang Puasa Pertama di Sidimpuan (Dok.rodame.com)

Bahkan sebagian ada yang membawa sapinya langsung dan disembelih langsung di depan pembeli yang mau beli daging sapi. Iya seperti pada gambar yang paling atas itu, itu ada sapinya sebenarnya di samping pedagang yang jualnya. Saya pernah nyaksiin sendiri penyembelihannya. Mungkin karena selalu baru disembelih jadi pedagang daging sapi dadakan yang itu selalu paling rame dikunjungi orang.

Sejauh ini, saya cukup menikmati tinggal di kota Sidimpuan ini ya salah satu karena kulinernya juga. Makanya saya tambah gemuk. Hehe. Yang berencana ingin gemuk dengan cepat datang aja ke Sidimpuan, dijamin langsung bisa gemuk. Haha. Karena ketepatan hari pertama puasa tahun ini jatuhnya di hari Sabtu, makanya saya juga sedang tidak bekerja, jadilah saya bisa sekalian jalan-jalan sama suami.

Bagaimana di kota-kota teman-teman? adakah tradisi seperti ini? seru juga ya kalau bisa tau beragam tradisi tiap daerah di Indonesia jelang puasa. Selalu ada saja yang dirindukan ketika masuk bulan Ramadhan.