“Jangan tanya apa yang negara perbuat untuk kamu, tapi tanyakanlah apa yang sudah kamu perbuat untuk negara.”

Manusiawi sekali rasanya ketika kita lebih banyak menuntut daripada berbuat. Semua orang ingin dihargai tetapi belum tentu sanggup menghargai. Semua orang ingin dihormati tapi sulit menghormati. Semua orang ingin ‘dianggap’ ada tapi sulit menerima berbagai perubahan dan perbedaan. Seperti itulah hidup, kita cenderung mudah meminta tapi sulit memberi.

Screenshot_33

Bicara soal dunia pendidikan, sebut saja perguruan tinggi negeri yang lulusannya dinanti-nantikan oleh negara untuk memberikan perubahan positif merekalah agent of change. Ya, mereka yang punya keinginan kuat untuk menimba ilmu meski usia menua, kondisi fisik tak mendukung, jarak tempat tinggal yang jauh dan penuh keterbatasan adalah orang-orang yang bermental baja. Meski ada berbagai rintangan untuk belajar, harapan untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuan diri adalah cita-cita mulianya.

Mereka yang berpikir seperti itu adalah orang-orang yang jauh dari istilah ‘demanding’. Mereka cenderung mencari solusi dan betul hanya mereka yang bertekad bulat dan berjuang keraslah yang pada akhirnya menjadi ‘pemenang’. Berdasarkan data BPS, 14 September 2015 tercatat jumlah perguruan tinggi di Indonesia sebanyak 678 dimana 53 diantaranya adalah perguruan tinggi negeri. Dari jumlahnya masih didominasi oleh perguruan tinggi swasta. Meskipun demikian, jumlah mahasiswanya baik perguruan tinggi negeri maupun swasta cukup berimbang dimana masing-masing berjumlah 341.315 dan 272.350. Bisa disimpulkan bahwa minat masyarakat di Indonesia lebih tinggi pada perguruan tinggi negeri ketimbang swasta.

UPBJJ-UT di Kota Bogor-Rodame

UPBJJ-UT di Kota Bogor (Dok.Rodame)

Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan tanggal 4 September 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. Artinya tinggal beberapa hari lagi, Universitas Terbuka (UT) akan merayakan ulang tahun ke-32. Sungguh usia yang tidak bisa dibilang muda lagi. Keberadaanya kini tak bisa dianggap sebelah mata. Bahkan sejak tahun 2004, UT sudah membuka jenjang Magister pada Program Pascasarjana. Dimana awalnya UT memiliki 4 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi (FEKON), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) hanya untuk jenjang Diploma dan Sarjana. Jelas ini sebuah perkembangan yang positif bagi dunia pendidikan khususnya perguruan tingkat tinggi di Indonesia.

Tak kenal maka tak sayang, untuk lebih dekat dengan UT, mari kita tonton dulu video di bawah ini :


Menuju usia ke-32, UT telah menorehkan berbagai catatan sejarah dalam dunia perguruan tinggi negeri di Indonesia. UT adalah perguruan tinggi negeri berbasis internet terlengkap. UT telah mengembangkan sistem pembelajaran berbasis internet yang kini banyak diikuti oleh perguruan tinggi lainnya baik negeri maupun swasta di Indonesia. Bisa dibilang UT adalah pelopor pembelajaran berbasis internet terlengkap di Indonesia. Bahkan UT sudah menggelar kuliah full online untuk jenjang strata 1 dan magister. Untuk strata 1 meliputi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ilmu Matematika (FMIPA) sedangkan untuk program magister antara lain Program Studi Magister Administrasi Publik, Manajemen dan Manajemen Perikanan.

Screenshot_34

Perlu diketahui bersama yang dimaksud dengan kuliah full online adalah model pembelajaran jarak jauh 100 % menggunakan jaringan internet. UT juga sudah mengadakan pembelajaran secara terbuka dan masif melalui program Mass Open Online Course (MOOC). Ini adalah sistem pembelajaran jarak jauh untuk perguruan tinggi yang kini sedang tren dan memang cara tersebut sangat fleksibel dan memudahkan bagi banyak orang yang memiliki banyak sekali keterbatasan dalam melanjutkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi di berbagai area di Indonesia. Bahkan mereka yang sibuk dengan pekerjaan kantor, ibu rumah tangga, orang yang ingin meningkatkan ilmu agar lebih mumpuni, siapapun bisa kuliah. Di UT, inilah yang sedang diwujudkan. Tidak ada lagi penghalang untuk belajar, selama ada kemauan, semua orang bisa.

Berdasarkan data dari website UT pada tanggal 7 Juni 2016, tercatat bahwa FKIP adalah fakultas dengan jumlah mahasiswa tertinggi diikuti FISIP, FEKON, FMIPA dan Pascasarjana. Menariknya adalah mereka yang berkuliah di UT saat ini kebanyakan memang dari profesi guru diikuti oleh swasta, yang tidak bekerja, PNS, wiraswasta, TNI/POLRI dan yang bekerja tanpa keterangan. Mereka yang sibuk sebagai guru sangat memanfaatkan kesempatan belajar demi meningkatkan kualitas pendidik di Indonesia.

Adik saya salah satunya, seorang PNS yang kini sedang kuliah pascasarjana di UT Medan. Dia bercerita pada saya betapa dia sangat terbantu dengan kuliah jarak jauh yang difasilitasi oleh UT. Meskipun harus bulak-balik Labuhan Batu Utara-Medan, karena masih mengemban tugas dan tanggungjawab dalam pekerjaannya tapi masih tetap bisa melaksanakan tugas belajar demi meningkatkan kualitas sebagai aparatur negara. Dia juga senang, karena kuliah jarak jauh di UT yang ditempuhnya saat ini tetap bisa mendekatkannya dengan keluarga. Kebersamaan dan komunikasi terjalin dengan baik dengan sistem belajar yang ditetapkan oleh UT.

Sementara itu berdasarkan pulau di Indonesia, tercatat juga jumlah mahasiswa yang kuliah di UT menyebar mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, bahkan Papua. Meskipun memang hingga saat ini masih didominasi dari pulau Jawa dan Sumatera. Namun adanya mahasiswa hingga ke Timur Indonesia menjadi bukti bahwa lokasi tidak menjadi masalah untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Bahkan Mei 2016 silam, UT telah membuka program S2 di Parepare. UT menyentuh hingga ke berbagai pelosok di Indonesia. UT adalah perguruan tinggi negeri yang berhasil mewujudkan impian banyak orang. Ada data yang mengejutkan saya, ternyata di UT, usia mahasiswa di urutan keempat tertinggi adalah > 44 tahun. Menurut saya hal itu bisa membuktikan bahwa minat belajar mereka yang usianya di atas 44 tahun cukup tinggi. UT membuat yang kita pikir tidak mungkin menjadi mungkin dimana usia tidak lagi menjadi alasan untuk tidak bisa menuntut ilmu.

Mahasiswa UT berasarkan kelompok usia

Mahasiswa UT berasarkan kelompok usia (sumber: ut.ac.id)

Itu kan masih mahasiswa yang kuliah dari Indonesia, lalu bagaimana dengan target kuliah jarak jauh UT untuk mereka yang di luar negeri?

Data menunjukkan bahwa mahasiswa dari luar negeri yang sedang kuliah di UT sangat beragam, mereka berasal dari berbagai negara dari berbagai benua yang ada di dunia mulai dari benua Asia, Amerika, Afrika, Australia dan Eropa. Dimana 5 negara dengan jumlah mahasiswa terbanyak saat ini berturut-turut adalah Zimbabwe, Korea Selatan, Hongkong, Malaysia dan Taiwan.

Mahasiswa UT di luar negeri-rodame

Mahasiswa UT di luar negeri (sumber : ut.ac.id)

Bulan Mei 2016 lalu, Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed, Ph.D bahkan mewisuda langsung serta melaksanakan pelaksanaan ujian akhir semester UT di Athena. Disebutkan juga bahwa Yudi Irawan adalah lulusan perdana program strata 1 ilmu komunikasi UT Indonesia di Yunani. Apreasiasi Rektor dengan menghadiri langsung pelaksanaan ujian dan upacara wisuda di Athena menunjukkan dukungan penuh terhadap seluruh mahasiswa UT dimanapun mereka berada. Duta besar Indonesia untuk Yunani bahkan mengatakan bahwa UT adalah bagian dari program KBRI dalam pembinaan dan perlindungan WNI di Yunani. Selain itu, dua mahasiswa UT di Taiwan yang berprofesi sebagai BMI (Buruh Migran Indonesia) diberikan bantuan pendidikan KDEI berupa uang pendidikan selama satu semester. Apresiasi tersebut adalah penghargaan bagi kedua mahasiwa UT yang meskipun sibuk bekerja masih bisa berprestasi dalam belajar terbukti dari IPK yang tinggi dari keduanya.

Dua mahasiswa UT yang mendapat bantuan KDEI

Dua mahasiswa UT di Taiwan yang mendapat bantuan KDEI (sumber: ut.ac.id)

Jelas sekali, UT menunjukkan dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan juga bagi WNI yang berada di luar negeri.

Prestasi lainnya yang membuat bangga adalah UT membuat belajar kapanpun dan dimanapun menjadi mudah. Kenapa? Bahan kuliah di UT bisa diunduh melalui Playstore. Dengan jumlah pengguna smartphone dan IT yang terus meningkat, UT membuat terobosan yang sangat inovatif dan solutif dalam mendukung dunia pendidikan. Saya melihat UT benar-benar memanfaatkan teknologi informasi secara tepat guna. Bukan hanya bahan kuliah saja yang bisa diunduh, mahasiswa UT juga bisa mengakses perpustakaan digital, memeriksa nilai secara daring, mengenal teman sekelas bahkan bisa ujian secara daring. Mengingat saat ini komposisi mahasiswa UT didominasi oleh kaum muda yaitu mereka yang berusia di bawah 30 tahun.

Belum cukup sampai disitu, UT bahkan mewujudkan impian pendidik lokal CLC (Community Learning Center) di Sabah untuk bisa kuliah. Ini merupakan wujud dari kerja nyata UT dalam upaya ikut serta mencerdaskan bangsa. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa UT sudah membuat UPBJJ yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia mulai dari Banda Aceh hingga Sorong. UPBJJ-UT adalah unit pelaksana teknis di daerah sebagai tempat mahasiswa untuk melakukan kegiatan adminisstrasi akademik dan kegiatan akademik dalam rangka memberikan pelayanan belajar jarak jauh.

Peta UPBJJ-UT di Indonesia-rodame

Peta UPBJJ-UT di Indonesia (Sumber : ut.ac.id)

UT dan Kemlu (Kementerian Luar Negeri) juga menjalin kerjasama dalam pendidikan jarak jauh. April 2015 silam telah ditandatangani perpanjangan nota kesepahaman tentang peningkatan akses penyelenggaraan layanan pendidikan jarak jauh UT. Bahkan TKI pun punya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri dengan kuliah di UT. Jelas sekali bahwa misi UT dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dunia bagi semua lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan berbagai program PTTJJ dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi mendapat dukungan penuh dari Kemlu Indonesia.

Hingga saat ini UT sudah menelurkan banyak lulusan terbaik. UT dengan program pendidikan jarak jauh yang mengoptimalkan beragam media pembelajaran baik media cetak maupun non-cetak seperti audio, video, radio, televisi dan internet serta bersifat terbuka artinya tidak ada pembatasan usia, masa studi, tahun ijazah, waktu registrasi dan frekuensi mengikuti ujian telah mendobrak tembok kebodohan dan keterbelakangan. UT adalah University of Change, perguruan tinggi negeri pembawa perubahan. Meskipun ketersediaan infrastruktur menjadi kendala di Indonesia, namun UT tetap berusaha meningkatkan akses pendidikan bagi siapapun darimanapun. Terbukti hingga kini sudah ada sekitar 40 UPBJJ yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Prestasi yang patut diacungi jempol.

UPBJJ-UT di Kota Bogor-Rodame

Salah Satu UPBJJ-UT di Kota Bogor (Dok.Rodame)

Sebagai akhir kata, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk Universitas Terbuka yang ke-32. Jalan menuju pencapaian visi UT memang tak selalu mulus tapi saya yakin dengan kerja nyata UT dan semangat yang kuat dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berkualitas, dunia pendidikan di Indonesia boleh bangga dan optimis karena memiliki UT si pengikis kebodohan dan pewujud harapan bangsa, yang tidak akan tinggal diam demi terciptanya generasi penerus bangsa yang gemilang dan penuh prestasi dan membawa harum nama bangsa di mata dunia.

Tulisan ini dibuat mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-32. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

logo-ut-small-transparent (1) LOGO32-300x225