Ilustrasi oleh Rodame MN

Ilustrasi oleh Rodame MN

Seandainya saya ke Raja Ampat, saya akan berkencan dengan si Raja. Menikmati indahnya alam Raja Ampat yang cuma ada satu di dunia. Keindahan alam yang hanya diciptakan untuk Indonesia. Bayangkan, saya tidak perlu pergi ke benua lain dan tidak perlu menguras isi dompet lebih dalam. Karena Tuhan sudah siapkan Raja Ampat untuk saya, ya untuk saya nikmati. Saya sangat bersyukur sekali, karena keindahan alam Raja Ampat bisa serasa milik saya, karena saya orang Indonesia dan Raja Ampat adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karenanya mari sama-sama kita pertahankan agar terus selamanya jadi milik kita, Indonesia. Bukan cuma saya saja yang cinta Raja Ampat tapi seisi dunia ikut membicarakannya.

Sebutan dunia untuk Raja Ampat :

Underwater Eden – nbcnews.com

The richest variety of species in the world – nature.org

The heart of Indonesia – nationalgeographic.com

The bees knees in the world of scuba diving – dive-the-world.com

Top 10 Raja Ampat dive sites – sportdiver.co

The best snorkeling in the world – gonomad.com

Mungkin buat sebagian kalau hanya melihat keindahan alam Raja Ampat dari gambar saja belum terpuaskan. Tapi buat saya yang belum pernah ke Raja Ampat, hanya melihat gambarnya saja membuat saya tak berhenti berdecak kagum. Belum lagi saya mendengar panggilan alam yang tidak bisa saya tolak dari gambar tersebut apalagi kalau pergi sungguhan ya.. Panggilan alam yang sulit ditolak apalagi diabaikan. “datanglah,ayo datanglah kesini, Raja memanggil sang Ratu“, seperti ada yang membisikkan kata-kata itu ketika saya terus memandangi gambar Raja Ampat di bawah ini.

Keindahan Alam Raja Ampat (Dok. Indonesia.travel)

Keindahan Alam Raja Ampat (Dok. Indonesia.travel)

Raja Ampat adalah sebuah pulau dengan  fenomena alam yang menawan. Pemandangan laut di atas sama indahnya dengan keindahan di dalam lautnya. Keanekaragaman hayati-nya melimpah. Jadi kalau ke Raja Ampat, saya akan mengabadikan keindahan alam keduanya, laut dan isi di dalamnya. Saya akan bercanda bersama ribuan spesies indah, unik dan langka.

Gambar : Dok. Indonesia.travel ; Ilustrasi Rodame MN

Gambar : Dok. Indonesia.travel ; Ilustrasi Rodame MN

Menyelam di Raja Ampat (Dok. Indonesiad.com)

Menyelam di Raja Ampat (Dok. Indonesiad.com)

Penyu di Raja Ampat (Dok. adventure4ever.photoshelter.com)

Penyu Langka di Raja Ampat (Dok. adventure4ever.photoshelter.com)

Karang Raksasa di Raja Ampat (Dok. divehappy.com)

Karang Raksasa di Raja Ampat (Dok. divehappy.com)

Bicara soal ke Raja Ampat, belum lengkap rasanya kalau belum menikmati kebudayaan daerahnya. Saya tidak akan lupa mengunjungi berbagai desa yang ada di Raja Ampat dan menikmati keeksotisan kebudayaannya. Salah satu dari kebudayaan dan kearifan lokal Indonesia mungkin sangat sayang untuk dilewatkan jika saya pergi ke Raja Ampat.

1. Desa wisata Arborek

Di desa yang terletak di Meos Mansar di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat ini saya ingin menikmati kedamaian dan menenggelamkan diri dalam kehidupan sederhana para nelayan. Bermain kayak dan saya akan memancing cara tradisional ala Papua. Selain itu,saya juga bisa menyaksikan kegiatan para penduduk dalam menghasilkan kerajinan seperti membuat salinan sederhana topi koboi atau sombrero Meksiko, sampai tenun tradisional noken yang rumit.

Tas bertali-tali yang disebut Noken ini ternyata sudah terkenal di seluruh dunia, uniknya dalam perspektif lokal, noken ini tidak hanya tas melainkan simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan dimana hanya perempuan saja yang diperbolehkan membuat noken, karena noken melambangkan rahim wanita. Saya ingin punya noken yang istimewa ini, ada kearifan lokal yang tersimpan di dalam noken, dimana perempuan dipandang berharga dan istimewa sekali. Satu lagi saya juga ingin punya Saly,  rok yang terbuat dari serat kulit kayu atau serat pohon pisang, dikenakan oleh para wanita Dani dari Baliem. Entahlah ukurannya ada atau tidak, yang penting harus bawa Saly pulang ke kampung halaman saya. Jika ke Raja Ampat saya juga akan menyelam di Arborek agar dapat menyaksikan sekelompok ikan pari berenang.

 

Sombrero Asli Raja Ampat (Dok. Indonesia.travel)

Sombrero Asli Raja Ampat (Dok. Indonesia.travel)

Noken 'lambang rahim perempuan' (Dok. detik.travel)

Noken ‘lambang rahim perempuan’ (Dok. detik.travel)

Menyelam bersama ikan Pari 'why not?'(Dok. Indonesia.travel)

Menyelam bersama ikan Pari ‘why not?'(Dok. Indonesia.travel)

2. Desa wisata Sauwandarek

Desa yang terletak di bagian barat Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat ini ada rumah-rumah wisata yang dihuni sebanyak 46 keluarga atau sekitar 179 penduduk dan masih tinggal di dalam rumah yang beratapkan daun jerami. Menyaksikan mereka ketika membuat kerajinan khas pahatan patung.  Saya juga mau bertemu dengan perempuan-perempuan hebat di desa ini yang memproduksi topi dan tas yang terbuat dari daun pandan laut. Di Sawandarek, ada pantai berpasir putih dengan bebek laut dan karang yang indah.

 

Kiri : Dok. twitter.com; Kanan : Dok. stayrajaampat.com

Kiri : Dok. twitter.com; Kanan : Dok. stayrajaampat.com

3. Di bagian Barat dan Utara Waigeo

Saya ingin melihat pertunjukan suling bambu tradisional yang disebut suling tambu. Meskipun pertunjukan tersebut adanya di hari kemerdekaan RI saja yaitu tanggal 17 Agustus, tetap saja saya akan mencarinya untuk memuaskan rasa penasaran saya pada pertunjukan musik tradisional di Raja Ampat ini. Tidak lupa saya akan menyaksikan atraksi Red Bird of Paradise dari burung cenderawasih merah yang masuk kategori langka di dunia. Ada empat spesies cenderawasih yang dapat ditemui di sekitar Desa  Sawinggrai ini, yaitu cenderawasih merah (Paradisaea rubra), cenderawasih belah rotan (Cicinnurus magnificus), cenderawasih kecil (Paradisaea minor), dan cenderawasih besar (Paradisaea apoda).

 

Melihat lebih dekat burung Cenderawasih Merah dan jenis Cenderawasih lainnya yang langka (Dok. blogs.uajy.ac.id)

Melihat lebih dekat burung Cenderawasih Merah dan jenis Cenderawasih lainnya yang langka (Dok. blogs.uajy.ac.id)

4. Di bagian timur Waigeo

Di depan desa Urbinasopen dan Yesner, ada fenomena alam unik dan menarik dan hanya dapat dilihat setiap akhir tahun. Terdapat sebuah sinar yang berasal dari laut mengitari permukaannya berlangsung sekitar 10-18 menit. Biasanya masyarakat setempat menyebutnya “hantu laut”. Katanya fenomena ini lebih dari sekedar pemandangan sunset yang indah. Wah, ini sangat tidak boleh dilewatkan bila perlu diabadikan dalam rekaman dan gambar yang banyak agar tidak menyesal.

Mengabadikan si 'hantu laut' (Dok. detik.com)

Mengabadikan si ‘hantu laut’ (Dok. detik.com)

5. Di Tomolol

Saya ingin melihat gua-nya yang eksotis dan melihat lukisan telapak tangan manusia dan hewan yang sangat besar. Disebutkan bahwa lukisan di gua tersebut dilukis oleh penghuni gua dari masa prasejarah. Sedangkan di sebelah utara Waigeo ada gua peninggalan dari masa Perang Dunia II, tempat pasukan Belanda dan Jepang membangun bungker mereka. Tarian perang dan tari Salay di Saonek pun tidak boleh dilewatkan, sebagai bagian kebudayaan masyarakat setempat.

 

Menyaksikan Tari Perang secara langsung di Papua (Dok. Greenpeace)

Menyaksikan Tari Perang secara langsung di Papua (Dok. Greenpeace)

Saya ingin sekali melihat  ibu-ibu dan anak suku setempat menangkap cacing laut (insonem). Pasti sangat menyenangkan mengetahui jenis cacing dan cara menangkapnya bersama mereka. Jika berani saya akan iseng menikmati si cacing laut itu, yang disebut-sebut telah menjadi kebiasaan masyarakat setempat untuk mengkonsumsinya secara turun temurun.

Cacing laut (Kiri : Dok. kedaihijau.files.wordpress.com) ; (Kanan :Dok. hot.detik.com)

Cacing laut (Kiri : Dok. kedaihijau.files.wordpress.com) ; Cacing Tombelo (Kanan : Dok. hot.detik.com)

Suku Moi yang ada di Raja Ampat juga terkenal gigih menjaga kekayaan obat-obatan alami yang terkandung di hutan. Mereka tinggal di pegunungan dan mampu mengidentifikasi semua jenis dan bahan obat yang tersedia di hutan. Kearifan lokal tersebut terus diajarkan pada anak-anak mereka agar hutan dan segala yang terkandung di dalamnya terjaga dan lestari. Kearifan lokal ini harusnya bisa kita tiru, agar hutan dan alam Indonesia semakin baik dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita ke depannya.

Raja Ampat sangat sempurna dengan alamnya mulai dari struktur tanah endemik, keanekaragaman biota laut, ekologi pantai, serta kebudayaannya. Keindahan alam di Raja Ampat pun semakin sempurna dengan adanya tradisi penduduk dan kearifan lokal di dalamnya.

 

Sumber : Merdeka.com

Sumber : Merdeka.com

Sumber Referensi:

http://www.indonesia.travel/
http://www.gorajaampat.com/old/pages_ina/rajaampat_penduduk.html
http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/11/kegigihan-masyarakat-suku-moi-menjaga-kearifan-lokal-510128.html

Tulisan ini adalah karya penulis dan sedang diikutsertakan dalam ‘Wonderful Indonesia Blogging & Foto Contest’ dalam rangka menyambut ‘Sail Raja Ampat 2014’ oleh Indonesia Travel