Assalamu’alaikum semua, hai…hai….

Akhirnya, I am coming back. Semoga semua dalam keadaan baik meski masih terus #diamdirumah demi memutus rantai penyebaran COVID-19. Sama, saya juga begitu koq. Anak-anak juga semua di rumah. Awalnya masih rajin belajar, lama-lama mulai sulit ngajak mereka belajar lagi. Mau bagaimana lagi, memang begitulah efek sampingnya setelah sekian lama diam di rumah. Saya memakluminya saja, demi tetap menjaga agar mereka menikmati keadaan diam di rumah ini. Dan itu tidak mudah!

Sejak cuti hamil dan melahirkan, di Januari 2020, rasanya baru kemarin testpack garis dua, eh taunya sudah mau lahiran aja. Iya, kalau sudah ngambil surat cuti melahirkan itu rasanya semakin dekat dengan pertemuan baby ke-3. Seharusnya kalau sesuai jadwal cuti, saya harus masuk kerja lagi di 2 April 2020, lalu semua berubah. Saat akan mulai masuk kerja, diumumkanlah bahwa semua WFH. Berjibaku dengan dunia per-zoom-an, Cisco Webex, Google Meet, Whatsapp (chat dan VC). Cerita WFH ini nanti saya ceritain di post yang lain aja ya, hehe.

Saya akhirnya lanjut WFH saat menjalankan puasa. Itu makanya puasa dan lebaran tahun ini memang beda. Biasanya saya masih menjalankan puasa sambil ke kampus. Tahun ini, saya sepenuhnya menjalankannya di rumah sambil memberi ASI eksklusif. Saya, suami dan anak-anak puasa dan merayakan lebaran di rumah, iya, rumah mertua. FYI, kami sudah 5 tahun dan masih bersama di rumah mertua sampai detik ini. Alhamdulillah, apapun itu, jangan lupa bersyukur, ya kan?

Ada hikmah yang saya rasakan selama pandemi COVID-19 ini, sejak melahirkan anak ke-3 di 7 Januari 2020 lalu, saya bahagia WFH, karena di satu sisi saya bisa mengASIhi tanpa merasa kuatir anak kekurangan ASI karena harus berjauhan dan berlari kesana kemari demi memberi ASI eksklusif. Di sisi lain, sedih karena harus mendengar kabar kematian akibat COVID-19 disana sini.

Tadinya saya rutin pumping ASI untuk siapkan stok selama kerja nanti, dan sekarang semua stok susu akan dibuang karena sudah melewati masa simpannya. Apalagi dikasi kado pompa ASI dari sahabat tersayang saya Utari, yang sekarang sedang menjalani program doktoralnya bersama suami di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Already miss you.

Siapa yang menyangka, semua berubah karena pandemi COVID-19 ini. Segala rencana berjalan sesuai maunya Tuhan. Sebaik-baik perencana memang Allah-lah perencana terbaik. Jadi, jalani saja. Lagipula, kadang kita lupa, kalau tidak semua yang mau kita itu baik untuk kita, bisa jadi menurut kita baik tapi ‘tidak’ menurut Sang Pencipta. Ya kan?

Tsayana Aghnia Ritonga, nama yang kami berikan pada baby ke-3. Semoga kelak jadi anak yang beruntung dan kaya, kaya karena perbuatan baik, kaya karena rajin bersedekahnya, aamiin ya Allah. Usianya sekarang sudah 4 bulan. Dia sudah banyak bisanya. Meskipun saya sempat galau luar biasa karena dia mengalami ruam di leher yang sangat menganggu. Belum lagi, harus ke dokter spesialis THT karena masalah telinganya, bagian ini nanti juga saya ceritain di post yang berbeda ya, biar lebih rinci, sapatau ada yang ngalamin hal yang sama jadi bisa membantu. Menjaga kesehatan bayi di masa pandemi COVID-19 ternyata tidak mudah.

Time goes on, insyaallah Tsayana akan berusia 6 bulan di Juli nanti, dan akan lanjut MPASI. Semoga saya terus bisa memberikan ASI lanjut sampai 2 tahun. Aamiin, aamiin, aamiin ya Allah.

Banyak yang beda dari lebaran tahun ini, karena kehadiran Tsayana di kehidupan saya dan keluarga. Shanza yang biasa bermanja sama abangnya, sekarang menjadi kakak yang kalau dengar adiknya nangis langsung berlari dan mendiamkannya. Mikal yang biasa hanya main bersama Shanza, sekarang mulai sibuk bercanda-canda dengan adiknya. Dan semua mulai kritis, banyak tanya ke saya, terutama tentang kehadiran Tsayana dan tumbuh kembangnya. Kadang sampai bingung harus jawab apa. Haha.

Meskipun begitu, rasa bahagia melihat mereka bertumbuh dan sehat itu, luar biasa. Saya yakin semua orang tua akan begitu, terutama kalau jadi ibu, yang mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan. Ternyata, jadi ibu memang menyenangkan tapi juga melelahkan. Haha. Keduanya bercampur. Well, after all, I am just a human.

Btw, happy ied mubarak untuk semua yang merayakan. Dari kami sekeluarga. Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir.